Copyright © Light After Darkness
Design by Dzignine
Jumat, 17 April 2015

Derby Madrid... Duel Tensi Tinggi

Dear All,

Saya terbangun pukul 00.12 (setelah sebelumnya di mimpi saya denger suara madrid...madrid).. tapi saya pikir jam segini mana mungkin ada sepakbola real Madrid lagi main...lanjut tidur, dan kemudian saya terbangun lagi (kali ini berasa dibangunin) "madrid maen..madrid maen"...ucek-ucek mata lihat jam pukul 01.15... kok Real Madrid main ? Oh iya ternyata sekarang jadwal perempat final Liga Champions antara Real Madrid vs Atletico Madrid. Sumber suara ternyata adalah Om ku yang ngebangunin. Oke deh,, kami stay tune di depan tivi...tapi tunggu ?... kami ? Om ku malah bawa bantal dan tidur di depan tivi...laahhhhh maksudnya ngebangunin itu apa ??? malah disuruh nonton sendiri. Jadinya saya yang stay tune  sendiri di depan tivi.

Skip... lupakan Om saya, memang Beliau adalah fans Barcelona (You Know Who Barcelona, seteru abadi Real Madrid), dan saya fans Real Madrid..jadi mungkin Beliau tidak tertarik nonton dan hanya gembira dengar madrid kalah. Back to the match, pertandingan ini berjalan seru, dan penuh tensi tinggi. Tapi saya kurang puas karena hasilnya seri 0-0. Nonton pertandingan kadang memang lebih puas jika ada menanng atau kalah, dan sebagai Fans Real Madrid, sebenernya pertandingan dengan hasil seri ini kurang menguntungkan karena selain harus menang, Real Madrid harus mencegah Atletico mencetak gol tandang. So mari kita bahas tentang pertandingan mereka... check this out..

Siapakah Real Madrid dan Atletico Madrid ?
2 tim dengan nama Madrid ini adalah klup sepakbola yang berasal dari kota Madrid, ibukota Negara Spanyol. Real Madrid didirikan pada tahun 1902, dan dikenal sebagai klub sepakbola tersukses di spanyol dan dunia. Dengan berbagai pencapaian dan prestasi, serta sejarahnya di masa lampau dan sekarang termasuk sering kali diperkuat oleh pemain hebat, terkenal dan mahal, membuat klub ini memiliki fans yang sangat banyak di negaranya bahkan di dunia. Sedangkan tetangganya Atletico Madrid, merupakan klub sepak bola yang didirikan tahun 1903 dan merupakan klub sepakbola yang juga berprestasi di spanyol. Meskipun kalah silau dari tetangganya, namun acap kali Atletico membuktikan diri mampu bersaing dengan klub lain termasuk 2 raksasa Spanyol, Real Madrid dan F.C. Barcelona.

Sejarah rivalitas
Pertandingan antara 2 klub sepak bola dari kota atau daerah asal yang sama dalam dunia sepakbola disebut Derby Derby di kota Madrid antara Real dan Atletico dikenal dengan nama El Derby Madrileño. Dari dulu sampai sekarang Derby antara keduanya sudah terjadi sebanyak 185 pertandingan, dengan 85 kemenangan menjadi milik Real Madrid, 36 kemenangan menjadi milik Atletico Madrid, dan sisanya Imbang. Derby ini menjadi laga derby terbesar di Spanyol, dan penuh dengan tensi tinggi di lapangan. Banyak yang menduga ini karena aroma persaingan dari para pendukung di luar sana yang memiliki fans yang fanatik dan memiliki kelas berbeda di masyarakat. Real Madrid dikenal didukung oleh para fans dari kaum menengah ke atas, dan atletiko didukung oleh kaum pekerja. Namun tidak sedikit juga yang menyangka, baik Real maupun Atletico sebeanrnya didukung oleh fans dari kelas yang sama, kelas menengah borjuis pendukung Jenderal Franco, penguasa Spanyol di era dulu.

Hampir setiap musim kompetisi, Atletico selalu berusaha bersaing menghadapi Real Madrid meskipun dalam Liga secara keseluruhan para penonton sepak bola dunia lebih fokus pada rivalitas Real Madrid dan Barcelona lewat el clasicco mereka. Namun dalam 2 tahun terakhir, Atletico tumbuh menjadi rival yang mencoba melepas superioritas 2 klub itu, dan mencoba menyodok menjadi yang terbaik, tidak hanya di Spanyol bahkan di Eropa. Terbukti musim lalu, Atletico dengan dahsyat merebut juara La Liga (nama lain Liga Spanyol) untuk menjadikannya sebagai gelar juara ke 10 sepanjang karir klub di kompetisi lokal. Musim lalu pula mereka hampir saja menjadi juara di Eropa, ketika mereka bermain baik sekali hingga mencapai final dan hampir jadi juara sebelum dikalahkan oleh musuh.... yang sayangya musuh itu adalah lawan klasik dan tetangga dekat dengan mereka, Real Madrid.

Bagaimana dengan Kondisi Sekarang ?
Kekalahan dari Real Madrid di Final Liga Champions musim lalu yang cukup menyakitkan membuat aroma dendam jika diartikan negatif, dan memantik semangat jika diartikan positif bagi Atletico untuk kembali berprestasi...melebihi pencapaian musim lalu. Alhasil Pelatih Atletico yang sekarang, Diego Simeone (Si Om Simeone, dulu adalah mantan pemain bola.inget banget jaman saya SD, Ini Om lagi jadi pemain tengahnya Lazio, klub di Italia) mencoba memotivasi dan meningkatkan level timnya, dengan cara menerapkan pendekatan yang bagus pada tim, dan mendatangkan beberapa striker hebat untuk memperkuat Lini depan mereka. Pemain-pemain moncer seperti Mario Mandzukic (dari Bayer Muenchen) dan Antoine Griezman (dari Real Sociedad) bahkan mantan bintang masa lalu mereka, Fernando Torres, didatangkan untuk bersanding dengan para talenta matang seperti Arda Turan, Juanfran dan pemain muda masa depan Spanyol, Koke. Perlu diketahui, sejak saya kenal sepakbola spanyol, yang saya tahu Atletico selalu mempunyai striker yang bagus di setiap musimnya, dan selalu jadi sesuatu yang menarik untuk dijual ke klub lain. Dimulai dari nama seperti Fernando Torres, Diego Forlan, Sergio Aguero, Radamel Falcao, David Villa, sampai yang terbaru adalah Diego Costa yang sekarang dijual ke Chelsea. Tapi berbeda dengan Atletico dulu yang mungkin lebih menonjol di lini depan, Atletico sekarang lebih merata kemampuannya di semua lini, tidak ada yang super dewa, dan yang jelis lebih tangguh dan kompak.

Lantas bagaimana dengan Real Madrid ? Tidak perlu diragukan lagi kalau setiap tahun klub ini selalu cetar dari sisi profil pemain-pemainnya. Sejumlah sosok terkenal, bintang, bahkan rekor pemain termahal di dunia ada di dalam tim ini. Maka dari itu Real Madrid disebut dengan los Galacticos terutama di tahun 2000an. Nama-nama yang sedang beken di klub sebelumnya, selalu menjadi targetan dari Real Madrid (di era 2000an). Sebut saja nama seperti Zinedine Zidane, Roberto Carlos, David Beckham, Michael Owen, Luis Figo, Ronaldo, dan sampai era sekarang seperti kaka, Gareth Bale, dan yang paling fenomenal adalah Cristiano Ronaldo. Musim ini mereka mendapatkan 2 bintang dari piala dunia 2014, yaitu Toni Kroos asal Jerman dan James Rodriguez yang berasal dari kolumbia. Dibawah kepemimpinan pelatih yang dingin dan berpengalaman, Carlo Ancelotti..Real Madrid berhasil merengkuh tofi Liga Champions ke 10 dalam sejarah mereka yang disebut dengan istilah La Decima, dan menjadikan mereka sebagai klub terbanyak peraih gelar juara di kompetisi tersebut. Uniknya yang mereka kalahkan untuk menjadi juara adalah tetangga mereka sendiri.

Derby di perempat final Liga Champions musim ini
Pertandingan Leg Pertama liga champions di perempat final ternyata mempertemukan kedua tim ini dan laga dilakukan pertama di kandang Atletico, Stadion Vicente Calderon. Atletico menyambut Real dengan kepercayaan diri tinggi, karena musim ini dalam 6 pertemuan terakhir Real Madrid belum pernah menang melawan mereka, apalagi pertemuan terakhir Atletico menggunduli Real dengan skor 4-0. Namun Real datang dengan semangat tinggi dan tidak takut meski bermain di kandang lawan. Buktinya begitu peluit babak pertama disuarakan, Real langsung mengammbil inisiatif serangan. Menurut saya permainan Real di babak pertama begitu tenang, mampu membaca  pergerakan lawan saat bertahan, dan membahayakan saat menyerang. Mereka lebih dominan memperagakan passing penuh taktik sebelum dieksekusi. Sayang banget para bintang Real seperti menyia-nyiakan peluang yang dibangun, dan tendangan mereka kurang tenaga. Hampir saja Real Madrid kecolongan saat Sergio Ramos membuah kesalahan passing di lini belakang yang berhasil direbut Griezman, sayang masih bisa dimentahkan. Kesalahan seperti ini yang masih sering terjadi pada Real, dan sering bikin kebobolan (apalagi bila ketemu Barcelona...bikin ngelus dada). Di babak pertama Real lebih mendominasi, dan karena kiper Atletico yang bernama Jon Oblak bermain cemerlang, peluang mereka sia-sia semua. Saya gregetan karena bang Oblak selalu berada dalam posisi yang tepat dan waktu yang tepat dalam menghalau serangan Real.

Babak Pertama bagi Atletico seperti hampir mimpi buruk. Serangan yang biasa saja, tertekan hampir sepanjang waktu, dan cuma beruntung punya kiper cemerlang sekelas bang Oblak. Mereka seperti tidak bermain di kandang sendiri, karena justru dikurung oleh serangan Real. Sepertinya mereka lupa bagaimana menjadi Atletico yang mengagumkan selama 2 tahun terakhir. Hal ini membuat Om Simeone di babak istirahat harus merubah strategi dan memotivasi timnya agar bangkit. Hasilnya di babak kedua, Atletico bangkit dan gantian mengurung Real. Babak kedua Real mati gaya menghadapi permainan cepat dan kompak Atletico, meskipun mereka tidak terlalu banyak mendapat serangan yang mematikan. Bagi saya ada beberapa Atletico yang sesuatu banget. Sang Kiper Bang Oblak jelas tidak perlu diragukan lagi penampilannya dan dia bahkan layak disebut man of the match. Kemudian di lini belakang, duet Miranda dan Godin lumayan kompak dan mematikan pergerakan Karim Benzema, namun saya lebih tertarik melihat betapa skillfull nya Juanfran melakukan penetrasi di sisi kiri pertahanan Real. Di lini tengah Atletico jujur saya tidak terlalu melihat peran penting gelandang kecuali sedikit penetrasi Mario Suarez, namun saya kagum dengan Arda Turan yang kerap kali melakukan drible dan penetrasi yang melewati beberapa pemain Real. Dia benar-benar sulit dihentikan dan menjadi pemain paling berbahaya di lini depan Atletico. Lini depan yang beneran dari Atletico sendiri tidak telalu menunjukan aksi, karena Mario Mandzukic sejak awal pertandingan dijaga dan dikonfrontasi secara fisik dan mental secara ketat sehingga sulit untuk fokus.

Sedangkan Real Madrid, saya berharap ada sebuah penampilan mengagumkan dalam pertandingan ini, tapi nyatanya masih belum ada. Iker Casillas tetap saja bagus seperti biasa di posisi penjaga gawang, namun penampilannya tergantung lini belakang, apakah mengizinkan musuh mendekatinya atau tidak. Duet Lini belakang Real bagus tapi sedikit keteteran menghadapi passing dan pergerakan cepat-kompak Atletico. Lini tengah hanya jumawa di babak pertama saja, namun di babak kedua terlihat kesulitan membendung aliran serangan musuh. Nah.. yang bagi fans Real Madrid bikin gregetan itu lini depan. Trio C. Ronaldo-G. Bale- K. Benzema seperti bingung bagaimana mencetak gol, mereka cuma passing terus dan ujung-ujungnya salah passing. Sekalinya nendang ke arah gawang, tendangannya lemah. Waduhhh... dimana tendangan Geledeg mereka ???

Kesimpulannya ?
Pertandingan berakhir dengan skor 0-0. Hasil yang tidak buruk atau tidak baik bagi keduanya. Bagi saya sebagai fans Real, hasil ini cukup menenangkan, meskipun berharap lebih. Tapi sedikit khawatir bermain di kandang sendiri justru Atletico yang bakal lebih liar. Untuk bisa lolos ke semifinal, Real harus menang dan tidak boleh membiarkan Atletico mencetak gol. Sedikit sulit karena kadang di kandang sendiri Real sering membuat blunder, dan bermain tertekan seperti saat melawan Barcelona. Tapi saya harus optimis Real bisa menang hehe.

Yah begitulah review dan opini yang saya buat, siapapun yang menang nanti..berharap bisa memberikan penampilan yang menarik dan sportif pastinya. Dan saya berharap itu Real hehe

Best Regards,