Copyright © Light After Darkness
Design by Dzignine
Sabtu, 30 April 2016

Motivasi Pagi pak Mario

Dear All,
Selamat pagi para sinnamate, semoga pagi ini dalam keadaan sehat wal'afiat tanpa kurang suatu apapun yah, dan juga selalu dalam semangat yang luar biasa dahsyat aminn. Hemm... tampaknya saya terlihat sangat bergairah menghadapi pagi ini, kenapa ? karena saya baru saja sedikit mendengar nasehat-nasehat motivasi dari motivator jempolan yang terkenal di negara kita, Bapak Mario Teguh.

Nasehat pagi yang saya dengar adalah tentang sukses dalam semalam. Ada sebuah pertanyaan, apakah seseorang bisa sukses dalam semalam ? jawabannya adalah Bisa. Sukses itu bisa diraih dalam waktu satu malam, namun dengan syarat persiapan untuk membangun kesuksesan itulah yang diperoleh dalam jangka waktu yang lama. Kalau dalam nasehat ini, Pak Mario bahkan menggambarkan persiapannya bisa sampai 20 tahun..woww

Namun pada intinya adalah, setiap orang dalam melangkah dan berdikari saat ini, adalah dalam rangka mempersiapkan kesuksesan di masa depan. Orang yang tabah, ikhlas, dan tetap berjuang di saat ini, sampai akhirnya perlahan-lahan menemukan jalan kesuksesannya itulah yang berpotensi untuk meraih sukses dalam semalam. Ketika dia mendapat kesuksesannya, bagi orang yang iri pasti dia hanya disebut punya keberuntungan. Jika yang melihat kesuksesannya adalah orang yang kagum, maka dia akan disebut mampu sukses dalam semalam, namun bila ada orang yang tahu perjuangannya dari dulu hingga sekarang, maka kesuksesannya akan disebut sebagai hadiah Tuhan akan kesabarannya.

Jadi kesimpulannya untuk para sinnamate, tetaplah berjuang dan jangan menyerah dalam berusaha, walaupun sulit, gagal, dan banyak masalah. Kita tidak tahu kapan kita akan berhasil, dan jika itu datang, maka pastikan itu adalah momen bahagia yang patut kalian rayakan dan syukuri. Oke ? semangat pagi... salam sukses buat kalian semua...
Best Regards,

Jumat, 29 April 2016

Write On...

Dear All,
Hai Sinnamate, akhirnya buka blog lagi setelah sekian lama. emmm...Postingan di blog ini tampaknya menjadi semakin berkurang intensitasnya yah ?. Saya sendiri baru saja menyelesaikan sebuah rangkaian kegiatan untuk pekerjaan dalam jangka waktu yang lama, dan memang hanya punya waktu yang sedikit sekali untuk bisa duduk santai sekedar online. Tapi tidak masalah, karena sekarang waktu luang itu sudah kembali dan harus saya manfaatkan.

Kira-kira apa yang mau saya bahas di tulisan ini ? ada ide ? ahh..saya ingin sedikit menceritakan pengalaman saya ketika menjalani kegiatan kemarin saat off lama. Sebenarnya saya menjalani kegiatan pendidikan dan pelatihan, dimana ada pembelajaran perkuliahan, sampai praktek yang hasilnya harus divideokan dari proses awal sampai akhir, kemudian nanti dipresentasikan. Ini merupakan tantangan tersendiri karena jujur saja, saya belum pernah membuat video sendiri, untuk sekedar iseng-iseng apalagi untuk yang serius.

Singkat cerita saya membuat video dibantu salah seorang rekan kerja (big thanks for her) dan setelah semua proses Shooting selesai, semua file saya kumpulkan menjadi satu untuk saya olah di software pembuat video bawaan di laptop, yaitu Windows Movie Maker. Menurut saya, aplikasi ini cukup mudah digunakan oleh orang awam seperti saya dalam pembuatan video, dan tentunya hasilnya juga baik. Banyak efek yang bisa digunakan, dan pilihan design serta animasi gerak instan yang bisa diaplikasikan dalam video yang kita buat.

Satu hal yang sangat penting dalam pembuatan video selain bagaimana kita memilih scene yang menarik untuk ditampilkan, juga adalah backsound musik yang tepat. Maksudnya tepat adalah, tune dari musik tersebut sesuai dengan penggambaran yang ada di video tersebut. Dalam memilih lagu atau musik yang pas, ternyata gampang-gampang susah juga ya, apalagi ketika harus menyesuaikan panjang musik dengan part video. Kegiatan ini nih yang dapat membuat saya betah berlama-lama di depan laptop hehe.. saya yakin ada diantara para sinnamate yang juga doyan kegiatan ini.. iya kan ?

Walaupun video yang saya buat amatiran dan belum bisa meraih hasil yang terbaik, tapi saya coba ambil hikmahnya bahwa dengan kegiatan ini, saya menjadi mendapat kesempatan untuk belajar bagaimana membuat video. Saya bangga dengan apa yang sudah dihasilkan, dan karya ini siapa tahu bisa menjadi pembuka bagi project lain yang lebih mensukseskan.

Demikian dulu ya sinnamate apa yang bisa saya tuliskan disini,... untuk pengalaman lain akan saya tuliskan di postingan-postingan selanjutnya.
Best Regards

Sabtu, 16 April 2016

Senioritas

Dear All,
Tidak bisa dipungkiri, senioritas adalah suatu hal yang sangat lumrah, membudaya, dan pasti terjadi dimanapun ketika kita memasuki sebuah lingkungan baru. Terhadap yang berpengalaman, yang sudah duluan, yang dituakan, apalagi yang beneran sudah tua... sudah selayaknya kita sebagai orang yang beretika "hormati yang lebih tua" untuk menghormati mereka-mereka itu. Faktanya, sebagian para sesepuh (padahal beda umur 6 bulan doang wkw) kadang menampilkan sesuatu yang mengurangi "kehormatan" mereka dalam bertindak dimata para junior. Itu semua muncul dari masa pendidikan, bekerja, sampai lingkungan sosial...hmmm

Disaat kita bersekolah, atau berkuliah, senioritas yang keliru biasanya dimulai dari oknum yang memanfaatkan posisi "tua" nya dalam melakukan perpeloncoan saat masa orientasi sekolah atau ospek di kampus. Dimulai dari tekanan-tekanan yang dibuat dalam sisi mental (suasana, verbal), atau bahkan fisik, padahal bukan pendidikan militer. Kejadian itu diselubungi dengan kata-kata "pembinaan kedisiplinan" yang malah hanya berujung pada "balas dendam turun temurun tiap angkatan".

Setelah jalan perkuliahan atau masa sekolah, muncul pembullyan dari para kakak kelas/kakak angkatan kepada adik tingkatnya. Yang paling sering terjadi adalah pemerasan uang jajan. Pola pelaksanaannya selalu adalah adik angkatan, dirubung kakak angkatan yang bengis-bengis lalu dibawa di tempat sepi sambil bilang "eh bagi duit dong". Mirisnya selalu saja di setiap angkatan ada model-model segerombolan orang-orang seperti ini di pendidikan kita.

Setelah bekerja, senioritas berkembang menjadi lebih elit, padahal saya kira bekerja adalah fasenya orang dewasa yang tidak memikirkan egoisme. Kenyataannya egoisme malah semakin menjadi-jadi di era sekarang, dimana beberapa oknum senior merasa dirinya harus dihormati dan junior harus tunduk penuh pada senior. Senioritas dalam dunia kerja biasanya adalah lebih  tidak membantu junior dalam adaptasi atau menghadapi suatu problem. Ibarat kata "ya sudah, kamu jalani aja dulu, nanti biar ngrasain susahnya, masalahnya, gagalnya... saya dulu juga gitu ngga ada yang ngajarin..tapi akhirnya bisa sendiri".

Dalam kondisi seperti itu, saya sebagai pribadi yang berhak berpendapat, merasa bahwa jika terjadi hal seperti itu, saya merasa senior yang bilang seperti itu adalah sangat useless bagi perkembangan perusahaan. Kenapa ? karena jika kita membiarkan junior kita terlalu lama menghadapi masalah serupa, gagal dulu, kemudian baru berhasil, itu akan buang-buang waktu yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan yang sudah ada. Kenapa para senior tidak langsung saja menunjukan tips menghadapi masalah dengan cepat berdasarkan pengalaman yang mereka hadapi ?.

Kemudian Senior selalu mempermasalahkan para junior yang dibilang terlalu dini untuk bekerja, dinilai belum berkompeten, dan sebagainya. Mereka membandingkan jaman dimana mereka dulu susah payah training dulu dalam kurun waktu lama sampai akhirnya bisa mapan di suatu posisi. Padahal sebenarnya itu adalah penilaian atasan dan tempat kerja terhadap kapasitas si junior itu, jika dianggap mampu mengapa tidak dia mulai lebih awal dalam bekerja. Sedangkan jika alasannya belum kompeten, kenapa para senior tidak bantu saja junior untuk menjadi kompeten ?

Ego untuk selalu dianggap yang terbaik adalah hal yang membunuh semua bentuk kehidupan sosial yang sesungguhnya. Ketika seseorang ingin dianggap "paling", maka disitulah mulai pudar semangat kebersamaan. Senior adalah orang-orang yang layak dihormati berdasarkan pengalaman yang mereka punyai, dan jika kita menjadi senior...jadilah orang yang layak dihormati seperti mereka, tapi buanglah sikap senioritas yang berlebihan kepada yang lebih muda. Sesungguhnya kerja sama adalah hal yang terbaik, walaupun lintas usia.
Best Regards,

Jumat, 15 April 2016

Butuh Ketenangan...

Dear All,
Hai Sinnamate, bagaimana jalannya hari ini ? saya harap hari ini berjalan dengan berbagai keindahan yah.. amin. Saat ini saya sedang merasa membutuhkan ketenangan dalam hiruk pikuknya rutinitas yang saya jalani sehari-hari. Ketenangan itu berupa perasaan tanpa tekanan, atau berada di kondisi yang nyaman untuk bernafas dan menikmati segalanya.

Pada kenyataannya kehidupan orang dewasa terkadang jauh dari ekspetasi para anak kecil di masa lalu mereka. Kehidupan yang damai, menyenangkan dan hebat ternyata dibaliknya ada masa-masa yang kadang berjalan sulit, bahkan cenderung kelam. Ssaat dimana orang yang satu dan yang lain saling bergesekan demi kepentingan yang memuaskan ego masing-masing muncul, bahkan terkadang tidak mengindahkan moral dan etika bahkan agama yang dipelajari sedari kecil. Semuanya terjadi di lapisan masyarakat, dari yang tidak sekolah, sampai tingkat profesor. Semuanya jika menyangkut ego, logika dari kepandaian tidak bisa muncul karena kalah dari hawa nafsu.

Ketika gesekan-gesekan muncul dan berkembang kepada konflik, maka munculah potensi chaos dimana-mana. Ketika para kejahatan, kedengkian, dan pertentangan mulai bermunculan, ketika sikap-sikap buruk dipertontonkan dan menjadi pemakluman, bahkan dimaafkan...rasanya kehidupan berjalan menjadi sangat “panas” dan tentu tidak nyaman. Tapi itulah yang masyarakat kita sedang alami, dan entah kenapa hal ini meluas dengan cepat ke semua sektor kehidupan kita.

Sebagai anak muda yang sedang tumbuh dewasa dan sedang menghadapi kondisi masyarakat yang seperti ini, tentunya memang bukan jalan yang mudah menghadapi ini semua. Jika tidak mempunyai prinsip kehidupan, tentu anak muda akan mengikuti arus yang ada hanya sesegera setelah dia merasa tersakiti oleh kelamnya konflik yang ada. Bisa saja dia menjadi penerus generasi yang rusak itu, kecuali dia masih mempunyai pegangan etika, moral dan agama. Caranya adalah dengan dimulai dari diri sendiri, yaitu dengan tidak menjahati orang lain, dan tidak memaklumi kejahatan orang lain. Sikap buruk selalu adalah sikap buruk, maka hindarilah dan jangan tunduk kepada sikap tersebut, walaupun itu keluar dari senior, atau orang terpandang dari kalangan kita. Jangan takut merasa melawan dunia, karena sikap baik memang selalu menjadi cahaya sendiri ditengah gumpalan hitam.

Selamat pagi Sinnamate,

Best Regards,

Jumat, 08 April 2016

Untuk Apa ?

Dear All,
Untuk apa sebenarnya hidup ? pasti untuk beribadah tentunya. Jadikanlah setiap pikiran, lisan, perbuatan atau bahkan ekspresi kita adalah sesuatu yang baik dan mengandung arti ibadah. Aminn