Copyright © Light After Darkness
Design by Dzignine
Minggu, 31 Mei 2015

Atap mess...

Dear All,

Atap mess adalah salah satu tempat favorit saya. Why ? disini ada banyak hal yang bisa saya lakukan dan rasakan...

1.  Tempat hunting pemandangan
Saya baru menyadari saat saya akan menjemur pakaian untuk kali pertama (haha momennya tidak keren sama sekali), di atap mess (merupakan lantai ke 4), saya bisa melihat pemandangan Gunung Tangkuban Prahu, Gunung Burangrang dan berbagai pegunungan lain yang begitu indah dengan jelas, terutama saat cuaca cerah. Sejatinya Gunung tangkuban prahu dan kawasan lembang adalah hal yang membuat saya penasaran bagaimana pemandangannya secara langsung dengan mata kepala sendiri. MasyaAllah..sungguh indah, dan saya sering iseng-iseng mengabadikan pemandangan tersebut. Kadang temen mess ada yang dengan kamera yang lebih canggih ikut jepret juga diatas.

2. Tempat ngadem
Sebenanya hawa di mess itu memang sudah adem, tapi kadang pengin juga merasakan ditambah hembusan angin yang lebih kencang. Karena diatas kan ruangannya terbuka, jadi berasa banget aliran anginnya. Itulah kenapa cucian di atas bisa cepat kering kalau cuaca cerah hehe. Terbaikk lah

3. Tempat mencari inspirasi.
Mencari Inspirasi biasanya saya lakukan di kamar, tapi kalau sudah mentok dan buntu, saya biasanya buat kopi susu, mengambil gitar, dan membawa keduanya untuk menjadi teman mencari inspirasi di atap mess. Biasanya saya sembari merenungkan tugas, pekerjaan dan masalah lain. Atau setidaknya bersantai sambil mendendangkan lagu-lagu. Lumayan lah... saya prefer melakukan ini biasanya pada sore hari yang cerah.

4. Tempat berbagi kerinduan.
Tidak bisa dipungkiri, saya sering banget homesick saat di Bandung (sekarang malah bandung-sick)... kadang saya naik ke atap..untuk sekedar melihat langit di sebelah timur dan langit di barat laut. Langit Timur mengingatkan dibawahnya ada rumah kakek-nenek, sedangkat langit barat-laut mengingatkan rumah Ortu. Kadang membayangkan, sedang apa mereka, bagaimana keadaannya.. dan hal yang lainnya. Mellow dahh...

5. Tempat yang akan mengingatkan pengalaman disana
Sejak lama saya seudah berpikir, bahwa jika suatu hari saya harus meninggalkan kota ini, tempat saya berdiri (atap mess) adalah atap yang akan mengingatkan semua kenangan yang ada disana. Saya bisa melihat langit kota Cimahi dan Kota Bandung yang sejuk itu. Maka sebelum saya benar-benar pergi dari kota itu, saya merekam video pemandangan dari atap mess. Lumayan biar bisa nostalgia (malah bikin gagal move on).. saya bisa melihat gerbang tol, apartemen yang menjadi trademark di wilayah itu. 

Oke Fine... saya harus tetap melangkah..mungkin saya bisa melihat spot yang lebih baik lagi dari atap mess... Semoga.

Best Regards,

Tentang Pasar Brigif...

Dear All,

Ahh...akhirnya hari Minggu datang juga... rasanya kangen hari minggu (The Real Sunday) hehe, setelah tiap hari beraktivitas penuh tiap hari, saatnya mencari waktu untuk bersantai atau refreshing. Kali ini saya akan posting mengenai pengalaman menghabiskan waktu di Sebuah pasar kaget di kota Cimahi sebagai bentuk bagaimana saya menghabiskan waktu di minggu pagi. Nama pasar kaget itu adalah pasar Brigif... Loh kok namanya rasa-rasa militer ? check this out...

Penduduk kota Cimahi dan sekitarnya tentu sudah tidak asing dengan yang namanya pasar Brigif. Pasar Brigif adalah sebuah pasar kaget yang diadakan di lapangan milik Brigif 15/Kujang II Siliwangi, sebuah satuan militer di Kota Cimahi. Kenapa disebut pasar kaget ? yahh bukan karena bikin kaget orang, tapi karena emang sehari-harinya lapangan itu kosong, tapi hanya di hari minggu, tiba-tiba disulap menjadi sebuah pasar dengan banyak orang mengunjunginya.

Pada suatu hari saya dan beberapa teman mengunjungi pasar ini. Radius 1 km, perjalanan menuju pasar ini sudah begitu macet, karena banyak para pedagang sudah membuka lapakknya di area masuk ke Pasar Brigif. Setibanya disana saya disuguhi pemandangan banyak pedagang dan masyarakat tumpah ruah di kompleks lapangan tersebut. Ada yang jualan pakai tenda, ada yang semi kios ada yang kaki lima an, dan ada juga yang jualan dengan mobil pribadi. Disini banyak variasi item yang diperdagangkan dari kuliner, fashion, perlengkapan rumah tangga atau hal entertainment lainnya. Tidak hanya jualan, disini juga banyak atraksi, show dan sebagainya.

Keunggulan dari tempat ini adalah area jelajah yang luas, sehingga kita punya kesempatan untuk bisa bernafas, walaupun beberapa jalan itu benar-benar susah buat jalan karena banyak banget orang. Sebenarnya pasar kaget itu tidak berdiri di atas lapangannya, namun hanya di kompleks sekitarnya saja. Soalnya lapangannya sendiri juga kadang masih dipakai untuk olahraga, entah ada yang sedang main bola, atau sedang jogging di track yang mengelilinginya. Di sekeliling kompleks pasar Brigif juga ada lapangan tenis. Kabarnya orang-orang di tempat kerjaku pada sering main disini kalau kamis sore, termasuk manajerku. Sempet diajakin, tapi saya sendiri belum pernah nyobain hehe.

Saya mengawali dengan menjelajahi dari sisi kiri, dan jalannya sangat padat dan merayap. Perlu diketahui, tetap waspada terutama mengenai barang-barang berharga yang dibawa agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan (kriminal ada karena kesempatan). Di kanan-kiri banyak sekali jualan kaos, baju, jaket, jilbab, dan segala fashion termasuk kacamata, kalung, dan batu akik. Ada juga yang jualan perlengkapan rumah tangga, perkakas dapur, bahan memasak, dan juga sampai jualan motor dan mobil. Rasanya semuanya dijual di pasar ini hehe. Ternyata area berjualannya sangat luas, jadi bagi yang seneng jalan-jalan belanja, disinilah tempatnya. Tapi hal ini rentan membuat orang yang datang capek dan lelah karena harus jalan-jalan kemana-mana dari ujung ke ujung. Tentunya selain cape, yang pasti dirasakan adalah Lapar dan Haus, But itu sudah diantisipasi oleh para penjual disitu, dengan menciptakan pasar brigif juga sebagai pasar kuliner kaget.

Bubur ayam, Kupat tahu, nasi uduk, surabi, mi ayam, baso, dan sebagainya sudah siap menanti para orang lapar datang kepada mereka. Berbagai jenis es juga tersedia, termasuk es goyobod khas bandung yang terkenal itu. Tidak hanya itu, banyak permainan anak juga ikut serta meramaikan pasar briegif, seperti odong-odong, pancing-pancingan maupun bermain dengan hewan, seperti kelinci, marmut. Ada juga bermain dengan ular dan foto bareng, nah lohh ini permainan anak atau permainan ekstrem ?

Pasar Brigif yang jelas pada hari minggu menjadi sentra hiburan bagi masyarakat kota cimahi dan sekitarnya, mungkin sama halnya Gasebu untuk warga kota Bandung. Tidak jarang warga kota Bandung malah datang ke Brigif untuk belanja atau wisata kuliner. Saya sendiri dalam kunjungna tersebut tidak ubahnya hanya untuk melepas rasa penasaran, bagaimana pasar brigif yang sering dibacarakan orang. Dari temen kantor sampai security di mess saya bilang "pak, sekali-kali main ke brigif, nyari sarapan disana hehe"... jadi tambah penasaran. Secara kualitas harga, memang saya lihat harganya cukup murah dan bisa dinego (pintar-pintar nawar saja), dan secara kualitas lumayan baik, karena kebanyakan adalah produk fresh dari pabrik (mungkin sisa hasil produksi)... maklum lah Kota Bandung-Cimahi merupakan area industri. Hmm sayangnya saya ngga bisa ikut jualan disitu, masa saya jualan obat antibiotik di pasar kaget ? mana eceran dan bisa nego lagi hadehhhh bodor da haha.

Akhir perjalanan saya di Pasar Brigif, saya berdiri di sebuah tribun di pinggir lapangan sepak bola. Itu memang spot terbaik untuk melihat pasar brigief dari atas, sambil duduk ngadem melepas lelah. Banyak banget yang duduk disitu, dan hampir saya melihat ada sisi yang kosong untuk duduk. Disana saya jelas melihat hiruk pikuk Brigif, merasakan kesejukan hawa di Cimahi, dan melihat indahnya Tangkuban Perahu dan Burangrang berdiri melihat kami. Sebuah pemandangan khas sana yang tak terlupakan... Selalu terjebak nostalgia untuk bisa kembali kesana :')

Best Regards,
Minggu, 24 Mei 2015

Cara Berbicara yang baik menurut Rasulullah SAW.

Dear All,

Siapa yang tidak suka mendengar tutur kata yang baik, penuh sopan santun, dan bikin hati adem ?. Di era modern seperti saat ini, keterampilan berkomunikasi adalah sangat perlu dalam kaitanya berinteraksi sebagai mahluk sosial dan kepentingan atas membangun relasi. Kita tidak bisa membangun jejaring jika kita hanya diam, walau begitu ada banyak sekali orang yang menggunakan ketrampilan  berbicaranya justru untuk menyampaikan hal-hal yang melanggar kebenaran seperti berbicara bohong, fitnah, melakukan penipuan dan menimbulkan permusuhan

Padahal uswatun khasanah kita Rasulullah Muhammad SAW, memberikan teladan bagaimana cara berbicara yang baik, tidak hanya pilihan katanya, namun juga makna di dalamnya serta menimbulkan akibat setelahnya. Rasullullah SAW adalah sosok yang fasih berbicara, walaupun sedikit bicara namun penuh makna, mudah dimengerti, dan tidak menyinggung perasaan orang yang diajak berbicara. Di masa ini sering kali kita mendengar banyak orang berbicara banyak dan panjang lebar, namun berputar-putar tanpa arah, menggunakan pilihan kata ilmiah yang justru tidak tepat (tepat arti, tepat waktu dan tepat sasaran), dan cenderung mendiskreditkan sesuatu atau seseorang. 

Rasulullah SAW, dalam berbicara selalu penuh kebaikan dan kesabaran, termasuk dalam menghadapi kesalahan orang lain. Entah itu kesalahan yang berhubungan dengan dirinya langsung atau tidak. Ketika ada yang salah dan harus dihukum, maka Rasulullah SAW menghukum dengan adil tanpa harus menghinakannya atau mencemoohnya, apalagi di depan umum. Rasulullah SAW selalu meberikan motivasi perbaikan diri kepada orang yang dihukum dan sudah menyesali kesalahannya, misalnya dengan menyarankannya melakukan taubat. Kenyataan zaman ini, penghinaan dan cemooh pada orang yang salah dikuatkan dengan alasan "memberikan efek jera". Sayangnya justru hal-hal seperti ini terjadi pada saat periode seseorang menjalani masa sekolah atau saat masih kecil. Betapa banyak kejadian seorang anak yang salah, dimarahin habis-habisan oleh orang yang lebih tua, dan teman-teman yang lain menertawakannya sehingga membuatnya malu. Padahal walaupun ini tidak hanya memberikan efek jera, tapi efek sampingnya adalah dapat menimbulkan perasaan sakit hati, mental down, dan keinginan melakukan hal yang sama jika ada orang lain mendapatkan nasib yang sama. Sungguh memprihatinkan.

Rasulullah SAW tetap mempertahankan cara berbicara yang sabar, meskipun saat menghadapi masalah. Beliau tidak pernah tidak menyalahkan siapapun, apalagi menghujat Allah SWT jika mendapat musibah, dan yang beliau lakukan hanyalah melakukan introspeksi dan memperbaiki diri sambil bersabar. Bersabar menurut Rasulullah SAW tidak ada batasnya, karena hanya diri seseorang yang membatasinya. Meskipun dihadapkan dengan perilaku orang lain yang membuat emosi tinggi, tapi Beliau hanya menanggapinya dengan tenang, sabar, berbicara dan mengklarifikasi seperlunya dan sebenar-benarnya (jika itu tentang fitnah dari orang lain), dan mendoakannya agar tersadar dan mendapat hidayah dari Alloh SWT. Sesungguhnya, jika seseorang bersabar dan mendiamkan hinaan atau kata-kata menyakitkan hati dari orang lain, maka orang yang sabar itu layaknya sedang menyiapkan bara api neraka untuk orang yang menghinakannya. Kita tidak perlu memikirkan cemoohan orang lain, karena itu adalah opininya, dan tidak memberikan pengaruh apapun pada kita, justru omongannya membuat dia harus berurusan dengan Alloh SWT atas dosanya. Berkatalah yang baik atas orang yang sudah meninggal, kecuali untuk penulisan sejarah, boleh ditulis sewajarnya berdasarkan fakta yang ada.

Berbicara tentang orang yang sudah meninggal pun Rasulullah SAW selalu berbicara yang baik-baik saja. Beliau hanya memberikan keterangan seperlunya sesuai fakta yang sebenarnya. Kepada ahli waris dan bukan ahli waris nya, dan apabila bertemu dengan orang fakir-miskin, berbcara kepada mereka dengan baik, membantu tanpa perlu menghinakannya. Jika harus berdebat dengan orang laim, gunakan kata-kata yang baik, dan cara yang paling baik. Dan yang menarik, saat berbicara dengan lawan jenis, gunakan kata-kata yang baik (terutama saat akan meminangnya).

Best Regards,

Kehidupan Kefarmasian di era Muslim...

Dear All,

Di era kesehatan modern, perkembangan dunia kesehatan menuju sebuah era baru pelayanan kesehatan yang berbasis kepada patient oriented. Hal itu membuat dunia kesehatan , khususnya kedokteran dan farmasi bekembang melakukan berbagai improvement dan research untuk terus memenuhi kebutuhan kesehatan pasien, seiring permasalahan kesehatan yang semakin kompleks. Khususnya di dunia farmasi, dunia barat melakukan berbagai penelitian dan penemuan yang banyak jumlahnya, dan menjadi rujukan ilmu kefarmasian seantero dunia. Lantas bagaimana dengan dunia timur ?, sejatinya perkembangan dunia kefarmasian pernah mengalami "era emas"  pada saat dulu di era timur, yaitu era muslim bahkan menjadi kiblat ilmu kefarmasian. Bagaimana sejarahnya ? Check This Out...

Menurut Nabi Muhammad SAW "Tidak ada penyakit yang telah Allah ciptakan, kecuali  Dia juga telah menciptakan obat nya." (HR Bukhari), hal ini adalah dasar pemikiran para ilmuwan-ilmuwan islam di era selanjutnya untuk berkarya dan berpikir untuk melakukan perkembangan ilmu pengobatan. Pada abad ke 9, perkembangan dunia medis dan pengobatan mulai muncul dipelopori oleh komunitas medis muslim. Beberapa tokoh terkenal seperti Ar-Razi dan Ibnu Sina bermunculan sebagai tokoh kedokteran dan farmasi. 

Toko obat pertama di dunia didirikan di dunia Arab (Baghdad 754). Howard R. Turner dalam bukunya berjudul  Science in Medievel Islam serta Philip K Hitti dalam bukunya yang berjudul History of Arab, juga menyatakan peradaban Islam yang pertama kali mendirikan apotek dan sekolah kefarmasian, hal ini menyebabkan banyak apotek tumbuh di kota-kota islam pada eranya tidak hanya di kota Baghdad - kota metropolis dunia di era kejayaan Abbasiyah. Para ahli farmasi ketika itu sudah mulai mendirikan apotek dan menggunakan keahlian yang dimilikinya untuk meracik, menyimpan, serta memberikannya ke pasien. Pemerintah di era tersebut pun turun mendukung perkembangan di bidang farmasi. Rumah sakit milik pemerintah mendirikan laboratorium untuk meracik dan memproduksi aneka obat-obatan dalam skala besar. Keamanan obat-obatan yang dijual di apotek pribadi dan pemerintah diawasi secara ketat dan secara periodik oleh pemerintah melalui pejabat dari Al-Muhtasib (Semacam BPOM) yang mengawasi dan memeriksa seluruh toko obat dan apotek. Para pengawas dari Al-Muhtasib secara teliti mengukur akurasi berat (mengkalibrasi alat ukur dan timbang) dan ukuran kemurnian dari obat yang digunakan. Semua itu dilakukan semata-mata untuk melindungi masyarakat dari bahaya obat-obatan yang tak sesuai dengan aturan. Ini adalah bukti dasar-dasar patient oriented telah diperkenalkan di era lampau.

Perkembangan  ilmu botani dan kimia telah mendorong umat Muslim untuk mengembangkan farmasi.  Pada masa itu, ilmuwan Muslim seperti  Muhammad ibnu Zakariya ar-Razi (865-915 M) alias Razes turut mengembangkan pengobatan dengan menggunakan obat-obatan.  Selain itu, dokter dan ahli farmasi Muslim lainnya  Abu al-Qasim al-Zahrawi alias Abulcasis (936-1013 M) juga tercatat sebagai saintis perintis dalam bidang distiliasi dan sublimasi.  Tak cuma itu, Sabur ibnu Sahl (wafat 869 M), juga tercatat sebagai dokter pertama yang mencetuskan  pharmacopoedia. Ia telah menjelaskan beragam jenis obat-obatan  untuk mengobati penyakit. Ilmuwan Muslim lainnya yang turut menopang tumbuhnya apotek di era Islam adalah  al-Biruni (973-1050 M). Sang ilmuwan legendaris Islam itu telah menulis buku farmakologi yang sangat berharga bertajuk  Kitab al-Saydalah ( Buku tentang Obat-obatan).

Dalam kitabnya itu, al-Biruni menjelaskan secara detail pengetahuan mengenai peralatan untuk pembuatan oba-obatan, peran farmasi, fungsi serta tugas apoteker. Ia juga menjelaskan tentang apotek. Ilmuwan Muslim lainnya, Ibnu Sina  alias Avicenna juga menulis tak kurang dari 700 persiapan pembuatan obat, peralatannya, kegunaan dan khasiat obat -obatan tersebut.  Kontribusi Ibnu Sina dalam bidang farmasi itu dituliskannya dalam bukunya yang sangat monumental  Canon of Medicine. Ilmuwan lain adalah al-Maridini dan Ibnu al-Wafid (1008-1074). Kedua karya ilmuwan Muslim itu  telah dicetak dalam bahasa Latin lebih dari 50 kali. Kitab yang ditulis keduanya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin berjudul   De Medicinis universalibus et particularibus dan   Medicamentis simplicibus. Bisa jadi perkembangan ilmu pengobatan berkembang pesat, karena banyak sekali karya tulis yang diciptakan para ilmuan di zaman tersebut.

Sejak dulu, apotek yang dikelola apoteker merupakan bagian yang tak terpisahkan dari  pelayanan kesehatan yang terpadu Hal itu sama halnya dengan  farmasi dan farmakologi yang juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari ilmu kedokteran. Dunia farmasi profesional secara resmi terpisah dari ilmu kedokteran di era kekuasaan Kekhalifahan Abbasiyah. Terpisahnya farmasi dari kedokteran pada abad ke-8 M, membuat apoteker menjadi profesi yang independen dan sebagai ilmu yang berdiri sendiri. Jadi seharusnya kedua disiplin ilmu ini merupakan dua ilmu yang mampu melengkapi satu sama lain.

Melihat sejarah tersebut, sungguh kagum terhadap pencapaian dan karya yang diberikan oleh umat Muslim pada zaman dahulu. Sebagai umat muslim di era sekarang, sudah seharusnya kita memberikan kontribusi yang baik pula untuk masyarakat... Aminnn... semoga mampu menjadi inspirasi bersama.

Best Regards,

 
Sabtu, 23 Mei 2015

Mudik ( Bandung - Bogor)...

Dear All,

Akhir pekan ini saya begitu tunggu-tunggu. Jadwal kerja sampai hari sabtu membuat saya merasa dalam satu minggu waktu berjalan panjang. Karena dulu di tempat kerja sebelumnya, saya hanya bekerja sampai hari jumat. Saya jadi teringat saat saya dulu di tempat kerja sebelumnya karena esok sabtunya libur, kadang saya izin cuti setengah hari di hari jum'at hanya demi mudik hehe.

Akhir pekan di Kota Bandung memang menyenangkan, sayangnya dulu sempat pula ngga betah di kota tersebut, jadi lebih sering mudik ke Bogor daripada keliling kota kembang di akhir pekan. Saya biasanya mudik setelah jam pulang yaitu sekitar pukul 16.00 atau nekat cuti setengah hari yaitu pukul 11.00. Namun jika cuti setengah hari, saya biasanya solat jum'at lalu makan siang dulu di kantor baru pulang. Pulang ke Mess, saya membawa baju ganti seperlunya, laptop dan yang pasti dan wajib bawa....JOYSTIK.

Dari mess, saya naik angkot ke Cimindi, tempat berkumpulnya angkot menuju terminal Leuwipanjang. Saya harus bergegas naik angkot sebelum jam pulang pabrik atau tempat kerja, karena pasti macet sekali menuju kesana. Pernah saya hampir setengah jam di angkot menuju cimindi, padahal jarak mess ke cimindi paling 1,5 km. Pengalaman saya mudik pertama kali justru saat subuh saat bulan puasa, dimana saya berangkat jam 05.00 pagi bareng sama orang mau ke pasar Cimindi. Cukup membayar Rp 2000, dan saya pun sampai (tapi kayaknya sekarang tarifnya 3000-4000).

Sampai di Cimindi saya menyebrang jalan dibawah flyover. Jalan disitu ramai sekali karena merupakan jalan penghubung kota Bandung dengan Kota Cimahi, padalarang dan seterusnya sampai cianjur. Dulu sebelum ada tol cipularang, perjalanan dari jakarta atau bogor ke Bandung melewati jalan ini. Disini tidak perlu bingung tidak ada angkot, karena ada banyak sekali angkot menuju terminal Leuwipanjang, namun jangan sampai salah masuk ke angkot jurusan stasiun Bandung yah hehe. Selanjutnya setelah naik angkot, saya menyusuri rute jalan raya menuju kota Bandung melewati beberapa daerah seperti Cibeureum, Elang (Tempat pemberhentian Damri), Pasir Koja, Kopo, Caringin sampai Terminal Leuwipanjang. Jalan yang saya lewati adalah Jalan Soekarno-Hatta, jalan yang cukup terkenal di Bandung karena merupakan jalan utama di pinggiran kota Bandung. Jalan disini juga kadang lumayan macet dan ramai. Pengalaman saya di rute ini yang menarik saat saya mudik pagi-pagi, saya dicurhatin supir angkot yang kesel sama penumpang dan kehidupan ekonomi di Indonesia dari Elang sampai terminal. Alih-alih saya menanggapi pembicaraan, saya cuma bisa bilang "ohhh, iya... ; ohh..gitu ya pak "... bukan karena saya males ngomong atau apa...tapi karena saya juga tidak tahu persis bapaknya ngomong apa..karena beliau menggunakan bahasa sunda T.T 

Sampai di Terminal Leuwipanjang, salah satu dari 2 terminal besar di kota Bandung (selain terminal Cicaheum), melayani perjalanan ke arah barat-utara kota Bandung. Terminal ini lumayan besar dan didominasi bis menuju jabodetabek dan Sumedang. Untuk mudik saya harus naik sebuah bis yang bernama MGI, yang jadwalnya biasanya satu atau 2 jam sekali ada. Biasanya saya pakai yang jam 17.00 (karena jalan macet, pasti perjalanan ke terminal habis 1 jam atau lebih). Saya lebih prefer naik Bis MGI yang jurusan Bandung-Cibinong, karena rute lanjutan saya yang lebih mudah. Perjalanan menuju Bogor melewati Tol Cipularang-Cikunir dan Jagorawi (Tol-tol beken nih hehe). Karena setelah tol jarang sekali berhenti (cuma berhenti 2 kali saja), maka saya biasanya harus banyak persiapan, termasuk beli bekal jajan untuk kuliner di Bis hehe. 

Secara fasilitas bis MGI ini termasuk nyaman, dan mantap. Fasilitas bis yang bersih, full AC dan tempat duduk yang nyaman, membuat bis ini selalu penuh. Satu lagi bis ini selalu berangkat sesuai jam berangkat yang sudah ditentukan (ini kerennya), jadi jarang ada adegan nunggu bis penuh kaya kebanyakan bis nongkrong di terminal. Hal yang menarik adalah banyak muda-mudi yang sering mudik ke Bogor di akhir pekan (biasanya anak bogor yang kuliah di bandung) memenuhi bis ini. Lumayan lah, jadi berasa kaya sedang bis darmawisata kampus,,, tidak jarang sebelah tempat duduk adalah orang-orang kece dan stylish hehe bonus... sayangnya saya selalu dalam kondisi lusuh dan kucel (udah kucel, ditambah abis pulang kerja, ditambah perjalanan 1 jam panas, penuh debu dan macet).

Perjalanan melewati tol Cipularang, yang dipenuhi pemandangan pegunungan, sayangnya karena perjalanan itu selalu menjelang gelap, jadi tidak banyak pemandangan yang bisa saya lihat. Biasanya sih saya emang tidur juga, dan tahu-tahu sudah di tol cikampek menuju jagorawi. Kadang kalau lagi ramai, tol cikampek dan jagorawi macet abis dan saya pernah jadi nyampe rumah jam tengah sepuluh malam (capee). Perjalanan bis di tol jagorawi berakhir di exit tol Citeureup, dan saya melanjutkan dengan naik angkot menuju wanaherang. Perjalanan dari citeureup ke wanaherang cukup pendek waktunya, paling 20 menit kalau campur macet. Pernah saya karena macet, supir angkotnya puter balik dan saya harus jalan sejauh 1 Km malam-malam duhh... tapi rasa lelahnya mudik selalu terbayar saat melihat My Father sudah menunggu di pinggir jalan untuk menjemput hehe.

Sampai rumah, disambut seperti seorang pangeran datang dari pengembaraan, tentunya disuguh dengan berbagai hidangan lezat dan hangat (mantapp,,,karena belum makan sejak sore), biasanya saya makan sambil ngobrol dengan orang tua dan juga sambil nonton tivi. Yahh begitulah liburan saya dimulai selama 2 hari  malam disana. Karena Minggu saya sudah harus pulang lagi ke Bandung dengan bis yang sama, tapiberangkat dari Cileungsi pukul 15.00. 

Begitulah agenda perjalanan mudik saya... hikmahnya saya bekerja di Bandung adalah saya lebih dekat dengan orang tua. Banyak pengalaman saya dari perjalanan Bandung-Bogor bolak-balik ini, dan tidak terbeli sampai kapan pun..pertanyaanya kapan saya melakukan perjalanan ini lagi ? .. akankah bisa mengulanginya lagi? karena memori itu masih teingat kuat, bahkan sore hari saat mudik itu pun saya masih ingat suasananya...

Best Regards,




Even Evaluasi 5 kompetensi dasar

Dear All,

Minggu ini saya melakukan sebuah evaluasi untuk menguji apakah saya memiliki 5 kompetensi dasar sebagai sesuatu yang wajib dikuasai di lingkungan kerja kami. Evaluasi ini sebagai bentuk dari komitmen tempat kami yang berusaha menyukseskan even akreditasi pada bulan depan untuk menuju akreditasi menjadi lebih baik.

Disebut sebagai Evaluasi, bukan sebagai ujian...karena tidak ada acara pengujian yang horror, semacam ujian lisan komprehensif. Bila peserta ada sedikit tidak sempurna dalam menyampaikan aspek-aspek dalam 5 kompetensi dasar, maka para penguji mengingatkan. Evaluasi ini lebih tepat sebagai bersama-sama mengingat kembali.

Saya sebagai orang baru yang sudah diwajibkan ikut serta dalam ujian ini, bagaimanapun juga berasa menunggu antrian untuk ujian komprehensif Apoteker. Rasanya deg..deg..degan. Saya mengambil nomor urut, dan selang beberapa lama saya masuk ke ruang evaluasi. Sebuah aula yang bagus, luas namun sedikit membuat saya berkeringat dingin karena deretan meja penguji berjejer panjang siap menunggu peserta. Saya menunggu di sebuah kursi calon peserta, dan menunggu kursi kosong di depan penguji (karena kita ujiannya gantian dengan peserta lain).

Penampilan pertama saya adalah diuji tentang costumer service. Saya ditanya mengenai pengertian, tujuan dan berbagai implementasinya. Saya mencoba menjawab dengan tutur kata dan sikap sesopan mungkin, karena yang dihadapi adalah praktisi costumer service, yang tentunya bersikap sopan santun pula. Prinsipnya adalah costumer service  adalah melakukan pelayanan sebaik mungkin untuk mendapatkan kepuasan pelanggan.

Penampilan kedua saya diuji tentang patient safety. Ada 6 sasaran keselamatan pasien, dimulai dari ketepatan identifikasi pasien sampai penurunan resiko pasien jatuh. Salah satu bentuk 6 sasaran tersebut adalah peningkatan kewaspadaan terhadap obat-obat high alert. Contoh obat High Alert misalnya adalah obat norum (nama obat rupa mirip), LASA (look alike sound alike), dan obat elektrolit pekat (next time kita bahas ya si high alert ini). Maka dari itu penyimpanan dari obat-obat ini harus dikasih penandaan khusus berupa sticker-sticker agar tidak salah ambil, karena berbahaya bagi pasien. Saya lebih ditanya mendalam mengenai patient safety dalam hal ini, tapi tentunya tidak terlalu sulit karena ini adalah ranah kami para farmasis.

Penampilan ketiga dan yang lumayan bikin mati gaya hehe...kenapa ? karena pengujinya tidak menanyakan hal-hal yang ada dalam modul materi 5 kompetensi dasar. Saya hanya senyum senyum dan ibunya bilang "hayoo,, bingung ya jawabnya gimana ? ngga ada dalam buku ya...hehe *ibunya ketawa puas"... tapi karena ibunya baik jadi saya diberi tahu jawabannya. Tema dari penampilan ke 3 adalah tentang K3. K3 adalah singkatan dari Kesehatan kerja, kebakaran dan kewaspadaan bencana. K3 ini beda dengan K3 yang saya tahu di tempat kerja sebelumnya (singkatannya maksudnya, mungkin kalau kontennya sih hampir sama). Saya juga harus memperagakan cara menggunakan APAR (saya sempat jawab APAR singkatan dari alat pemadam kebakaran, tapi saya ralat jadi alat pemadam api ringan hehehe). Paling lucu adalah saat saya bengong diminta pak security sebagai instruktur APAR untuk menekan handle APAR bener-bener, say bingung karena takutnya keluar isinya, tapi ternyata isinya kosong.

Penampilan ke empat adalah tentang PPI. PPI singkatan dari Pencegahan dan pengendalian infeksi. Paling penting dalam evaluasi ke empat ini adalah tentang cara menggunakan alat perlindungan diri seperti masker dan kaos tangan, kemudian etika batuk serta cara mencuci tangan yang baik beserta 5 momen pelaksanaanya. Sebelumnya saat saya KKN, saya sempet mengajari anak SD untuk  melakukan ini, so tidak terlalu blank-blank amat hehe.

Nah. yang terakhir yaitu Bantuan Hidup Dasar. Evaluasi yang paling bikin kringet dingin, karena paling ngga familiar dan pelaksanaanya paling sulit, karena kita harus memperagakan resusitasi jantung paru. Mungkin bagi Dokter atau perawat hal ini sudah biasa, namun bagi farmasi tentu ini adalah barang baru. Untungnya penngujinya baik dan saya diberi tahu bagaimana teknik yang baik dalam resusitasi jantung paru, termasuk tidak terburu-buru dalam memberikan nafas buatan hehe.

Overall saya menjalani evaluasi dengan lancar, dan berhasil mendapatkan 5 stiker yang mewakili 5 kompetensi dasar untuk ditempel di ID Card sebagai tanda sudah lulus evaluasi. Tetapi ini bukanlah akhir dari segalanya, karena maksud dari evaluasi ini adalah sebagai tanda bahwa kami siap mengimplentasikan 5 kompetensi ini dalam kehidupan seehari-hari, bukan hanya sekedar teori belaka. Aminnn dehhh... Bismillah saja.

Best Regards,
Minggu, 17 Mei 2015

Mau nulis jangan banyak mikir...

Dear All,

Saya merasa bulan ini sedikit down perihal konsistensi posting di blog ini. Apa saya mulai terkena salah satu dalam masalah inkonsistensi ngeblogg yang pernah saya bahas dulu ? (baca disini). Memang banyak banget ide di luar sana, termasuk dari dunia yang saya sukai dan saya tekuni untuk bisa di share. Lantas kadang saya masih kebanyakan mikir dalam melakukan posting. What's wrong ?

Sering kali saya browsing mengenai bagaimana menulis di blog agar lebih informatif, enak dibaca dan menarik. Tapi tak ayal, alih-alih terinspirasi dan bisa menjiplak ilmu penulisan yang keren, saya cuma terkagum-kagum saja dan malah merasa minder baca tulisan keren orang lain. Apalagi saat membaca tulisan sendiri, it's so confusing. Saya saja ngga mudeng baca apa yang saya tulis, bagaimana orang lain ?. Namun saya tidak boleh berkecil hati terhadap hal itu. Semua akan bisa jika berusaha.

Saya hanya perlu percaya diri dan berhenti memikirkan bagaimana tulisan saya akan dibaca oleh orang lain. Saya hanya perlu menulis, dan tuliskan apa yang INGIN saya tuliskan. Saya akan menjadi diri saya sendiri dalam menulis, dan biarlah tulisan disini menjadi tulisan ala SAYA hehehe... ssedikit berlebihan ? Tentu tidak... karena saya tidak boleh terlalu mikir keras dalam menikmati semua ini. Let it flows and should having fun... okey ? Mari lanjut nulis...

Best Regards,

Sejarah Tipp-Ex...

Dear All,

Semua orang yang pernah menulis tangan, setidaknya pernah melakukan kesalahan. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki tulisan tersebut, bisa dengan dicoret lalu tulis ulang di atas coretan atau disampingnya; bisa dengan menempel kertas label menimpa tulisan yang salah dan kemudian tulis kata yang benar di atas kertas itu; atau dengan sebuah cairan penutup yang disebut Tipp-Ex.So, mari kita kenalan dengan si Tipp Ex ini.

Sejarah
Cairan pengoreksi ini pertama kali ditemukan di Amerika oleh seseorang bernama Bette Nesmith Graham pada tahun 1951,  dan kemudian di tahun 1956, Bette mematenkan cairan tersebut untuk dijual dengan brand Mistake Out, yang untuk selanjutnya diganti dengan brand Liquid Paper.

Tipp-Ex sendiri adalah nama sebuah perusahaan yang didirikan di Eltville, Jerman oleh seseorang bernama Wolfgang Dabisch. Selanjutnya dibangun lagi sebuah perusahaan kontribusi untuk Tipp-Ex di Frankfurt oleh seseorang bernama Otto Carls. Produk pertama dari perusahaan ini yang terkenal adalah sebuah kertas koreksi yang bisa digunakan untuk mengoreksi hasil ketikan di mesin ketik yang salah. Nama dari produk ini dinamai dengan nama Tipp-Ex, sesuai nama perusahaan yang berasal dari kata tippen yang merupakan bahasa Jerman untuk 'mengetik', dan ex adalah kata bahasa Latin untuk 'tidak lagi'. Nah pada tahun 1965, Tipp-EX melakukan inovasi menghasilkan cairan penutup yang mirip-mirip seperti cairan Mistake Out nya Bette, dan menjadikannya sebagai produk unik yang laris tidak hanya di Eropa tapi juga di dunia, termasuk Indonesia.

Penggunaan
Tipp-Ex ini berisi sebuah cairan putih yang bisa menutupi tinta pena, dan ketika kering maka kita bisa menuliskan tulisan yang benar diatas landasan cairan putih tersebut. Tipp-Ex sendiri terdiri dari 2 bagian yaitu botol kecil yang berisi cairan putih, dan tutup botok dimana  terdapat sebuah konektor yang ujungnya adalah seperti kuas. Ketika botol dalam posisi tertutup, maka kuas akan terendam cairan putih di dalam botol. Cara menggunakannya adalah oleskan kuas tersebut ke tulisan yang salah lalu tunggu kering, baru kita bisa menuliskan kata pengoreksi di atasnya (jika ngga sabar boleh lah kita tiup-tiup biar cepet kering).

Kadang Tipp-Ex terbuka terlalu lama, maka cairan putih akan menebal dan mengeras, maka si produsennya pernah membuat sebuah produk tambahan bernama Tipp-Ex Thinner untuk mencairkan si cairan putih ini sehingga bisa digunakan dengan lancar kembali. Sekarang cairan penghapus dibuat dalam kemasan yang berujung runcing dan bertutup. Saat akan digunakan, dikocok dahulu agar cairan putih didalamnya menjadi lebih encer, kemudian tinggal membuka tutup dan kemudian ujung ditekankan pada bagian tulisan yang akan dikoreksi.

Dalam perkembangannya, Cairan penghapus ini tidak hanya menjadi alat penghapus, tapi sebagai alat membuat karya seni yang menyimpang, maksudnya ? yupss.. di meja meja sekolah banyak gambar-gambar yang digambar dengan cairan putih ini. Tentu hal tersebut menjadi tidak relevan dengan tujuan penggunaan, menjadi tidak rajin dan mengganggu pemandangan. Apalagi jika tidak hanya gambar yang dibuat, tapi juga tulisan-tulisan...dari kata-kata ngga jelas, cinta-cintaan, ataupun maki-makian. Hayoo siapa yang dulu waktu SD nulis si A love si B pakai Tipp-Ex ? yang lebih berani adalah menulis contekan ujian pakai Tipp-Ex ! wah, mungkin biar jelas cetar membahana waktu nyontek, tidak cuma dia yang melihat tapi pengawas ujiannya juga disuruh nyontek

Kenapa saya tiba-tiba ingin buat posting tentang Tipp-Ex ? entahlah hehe. Benda ini hanyalah sedikit rangkaian benda lama saat jaman sekolah yang wajib dipunyai. Seiring berjalannya waktu, tidak semua guru atau dosen suka bila kita membenarkan tulisan dengan Tipp-Ex, dengan alasan (kebanyakan) membuat tulisan menjadi tidak rajin, bahkan pernah alasannya karena tidak sopan (bagaimana korelasinya ? entahlah). Apalagi ditambah dengan aturan saat ujian Dilarang saling meminjam alat tulis, termasuk Tipp-Ex rasanya benda ini semakin tersudutkan hehehe. Tapi saya sendiri masih punya, dan masih menjadi bagian dari piranti sekolah, ehh piranti perkantoran. Begitulah serba serbi dunia pernipp-exan... rasanya memang saya sedang ingin menghapus sesuatu di masa lalu, jadi saya teringat dengan benda yang satuu ini... =)

Best Regards,

Referensi :
Anonim. 2015. Tipp-Ex. Wikipedia. 2015. http://en.wikipedia.org/wiki/Tipp-Ex



Sabtu, 16 Mei 2015

Penyemangat...

Dear All,

Ini adalah sebuah renungan dan juga perasaan yang nyata. Kemarin saya orientasi di Instalasi Farmasi rawat inap dan rawat jalan, dimana saya bertugas membantu pelaksanaan dispensing obat. Melakukan dispensing obat itu gampang gampang tidak mudah... karena tidak hanya sekedar menyiapkan obat dari mengambil obat sesuai jenis dan jumlah yang ditentukan, memberikan etiket, memberikan wadah, dan bahkan meracik (jika resepnya racikan). Nah yang bikin sulit itu seringkali adalah kebutuhan akan kecepatan dispensing. Pasien yang menunggu obat seringkali berharap obat akan segera diberikan, dan tentunya itu menuntut orang farmasi bergerak lebih cepat dalam menyiapkan obat. Bagi newbie seperti saya, tentu saya masih terhitung lelet.

Saya kira praktik dispensing hanyalah masalah kebiasaan, orang yang baru pertama kali dispensing dengan yang 5 tahun dispensing pasti beda cerita. Tapi saya kira ada satu hal yang bisa memotivasi kita untuk belaar berdipsensing, tidak hanya cepat..tapi juga benar. Apakah motivasi terbesar ? motivasi terbesar adalah pasien. Loh kenapa pasien ? karena mereka dengan sabar menunggu kita orang farmasi menyiapkan obat untuk mereka sendiri atau kerabat mereka. Tentunya mereka menunggu tidak dengan hati yang riang gembira, bisa jadi sedang kalut, sedih, atau apapun kondisinya. Tidak ada yang bisa menghibur mereka selain kerabat mereka cepat sembuh setelah mendapat obat yang tepat dan benar...lantas siapa yang bisa mewujudkan itu ? kita.

Saya jadi teringat, pernah nonton sebuah anime, judulnya ANGEL BEATS, pemeran utamanya adalah seorang anak laki-laki bernama Otonashi. Dia memiliki hidup yang pahit, dimana dia hanya hidup berdua dengan adik perempuannya yang sayangnya kemudian meninggal karena sakit. Pada suatu saat ketika dia melihat seorang anak kecil tersenyum dengan tulus seraya berterima kasih kepada seorang perawat. Dia kemudian mempunyai perasaan senang melihat senyum tulus orang yang telah dibantu, dan itu membuatnya mulai memikirkan tujuan lannya dalam hidup yaitu membantu orang lain, dan dia bertekad dalam hidupnya ingin mendapatkan dan merasakan senyum tulus seseorang bahagia karena telah dibantu olehnya. Sepeninggal adiknya dia belajar keras untuk kuliah di kedokteran agar bisa membantu orang lain.

Benar... tidak ada yang lebih bahagia melihat kebahagiaan terpancar dari seseorang yang telah kita bantu. Semoga semangat itu bisa menular ke semua orang, termasuk pada saya sendiri.

Best Regards,


Kamis, 14 Mei 2015

Fokus pada hal yang positif...

Dear All,

Berpikir positif adalah salah satu sikap yang dipunyai oleh banyak orang sukses di dunia. Berpikir positif artinya berpikir hal-hal yang bersifat membangun, sehingga dalam bertindak atau bersikap menuju ke sesuatu yang baik. Berpikir positif mempunyai manfaat dalam menggerakan kita menuju ke kebahagian, kesejahteraan, kedamaian dan kehidupan yang penuh suka cita.

Setiap orang mempunyai keinginan untuk sukses, namun dalam perjalanannya banyak orang menyerah karena mereka tidak mempunyai FOKUS dalam meraih kesuksesan. Ada sebuah teori yang menyatakan bahwa ENERGI akan mengalir menuju kemana NIAT dan FOKUS itu diarahkan. Sehingga tidak akan ada orang menyerah atau kehabisan daya, apabila fokus dan niat masih digenggam.

Lantas apa yang membuat hal itu terjadi ? tentu hal itu terjadi karena sesuatu yang bernama tantangan, hambatan, dan masalah. Dalam suatu proses menuju kesuksesan pasti ada 3 hal tersebut, namun itu wajar. Walau begitu, justru itu tetap membuat banyak orang berhenti, menyerah dan gagal. Dampaknya sangat panjang bagi orang terebut karena akan membuat mereka menjadi berpikir negatif untuk mencoba lagi atau mencoba hal yang baru.

Tidak sedikit orang yang tidak mampu berpikir positif, dan menganggap ini hanyalah omong kosong atau hanya kata-kata bohong para motivator yang tidak relevan dengan realitas dunia yang mereka hadapi. Tidak sedikit juga yang mempercayai adanya berpikir positif, tapi mereka juga bilang "saya percaya tentang pikiran positif mampu membawa seseorang ke kesuksesan, tapi bagaimana caranya ? orang lain bisa tapi saya belum..." sama saja bukan ?. Kebanyakan orang tidak mengetahui kapan dan bagaimana berpikir positif itu.

Lalu bagaimana cara kita belajar fokus pada hal yang positif ? saya sendiri juga sedang belajar, dan saya belum juga menjadi orang yang positif, mari belajar bersama...check this out
1. Menentukan niat dan goal
Tentu untuk memulai suatu hal yang positif, sudah jelas kalau kita harus menentukan apa yang ingin kita raih, apa yang ingin kita capai, atau apa yang ingin kita mau. Goal yang jelas membuat semuanya menjadi lebih fokus.
2. Bayangkan apa yang kita inginkan, atau keuntungan apa yang kita rasakan jika kita mencapai goal tersebut.
Pikirkan,....kesenangan atau kenikmatan apa yang kita dapat jika mampu meraih tujuan kita, lalu rasakan.... betapa menyenangkan bukan jika kita meraih yang kita mau.
3. Menjaga keyakinan
Dalam mencapai goal, ada banyak hal yang harus kita yakini, diantaranya kepositifan sikap dan proses kita. Kita memiliki kekuasaan untuk mengarahkan semangat, emosi, naluri, kecendrungan, perasaan, suasana hati, sikap dan perilaku untuk menuju goal. Salah satu cara adalah dengan menggunakan kekuatan afirmasi. Coba afirmasikan ini... "Hidup saya adalah dibawah kendali saya...pikiran saya adalah milik saya yang akan saya kendalikan"... lalu afirmasikan "saya bisa, saya hebat, dan saya mampu meraih semua yang saya inginkan"...ucapkan dengan keras dan penuh semangat...sambil lihat cermin juga boleh hehehe.
4. Berlatih mengeliminasi segala pikiran dan dan sikap negatif dari pikiran
Manusia diciptakan berkeluh kesah, namun itu bukanlah kodrat yang harus membuat kita menyerah. Belatihan untuk membuang pikiran negatif. Anggap pikiran adalah sebuah wadah, jika pikiran itu diisi hal-hal positif maka hal negatif tidak akan mengisi wadah tersebut. Ini harus konsisten kita coba, tentunya untuk membiasakan diri.
5. Mencoba tularkan sikap positif ke orang lain
Banyak memberi senyum, menahan diri dari kata-kata negatif serta berusaha membahagiakan orang lain adalah cara untuk mengimplementasikan sikap positif ke orang lain.
6. Banyak Berdoa
Banyak berdoa untuk tetap bersyukur dan bersabar menghadapi segala cobaan dalam mencapai kesuksesan, adalah untuk cara yang saya anggap paling mumpuni untuk menjaga konsistensi hidup positif kita. Mintalah restu dan campur tangan Alloh SWT untuk membawa kita ke kesuksesan.

Saya sedang berusaha keras untuk hidup positif, karena saya merasa sekarang sudah bukan saatya menjadi anak kecil  lagi, tapi saya tumbuh menjadi orang dewasa yang harus memaknai segala proses hidup dengan hati yang lapang..demi membangun kehidupan yang damai dan sukses.. Amin.. Mari berusaha

Best Regards,
Selasa, 12 Mei 2015

My Second Profesionalism...

Dear All,

Saya memulai perjalanan menjadi seorang profesional lagi setelah beberapa waktu vakum. Sudah saatnya harus berorientasi, dan beradaptasi di tempat yang baru dan segera mengikuti percepatan-percepatan yang ada disini. Apa yang harus saya lakukan ?...

Langkah utama dan pertama disini adalah luruskan niat. Disini saya bekerja dan  berfilosofi untuk ibadah dan melayani orang lain. Dengan niat yang lurus, saya berharap akan ada keikhlasan dari dalam diri saya untuk bekerja dan juga saya berharap pekerjaan saya akan diridhai oleh Allah SWT.

Langkah kedua adalah segera beradaptasi. Beradaptasi disini adalah beradaptasi dengan content pekerjaan dan juga lingkungan kerja. Tentunya menguasai apa yang kita kerjakan adalah sesuatu yang wajib, kenapa ? bagaimana kita bisa melayani orang lain jika bahan untuk melayani mereka saja kita tidak tahu ?. Semakin kita bisa ahli dalam pekerjaan kita, semakin banyak yang bisa kita lakukan untuk kebaikan orang lain.

Beradaptasi dengan lingkungan maksudnya beradaptasi dengan ritme kerja dan beradaptasi dengan rekan kerja. Bersilaturahmi, dan cepat membaur dengan mereka akan memudahkan kita mendapat suasana kerja yang nyaman, menyenangkan dan bikin betah. Ini menjadi salah satu faktor yang paling penting karena sering kali suasana kerja menjadi faktor X yang membuat pekerjaan seseorang menjadi kacau ketika menemui yang tidak sreg sehari-harinya. Tapi suasana kerja yang bikin happy, tentunya bikin seseorang masih sulit move on ketika pindah ke tempat yang baru,,, seperti yang kadang saya alami hehe.

Langkah ketiga adalah berpikir positif dan mencoba menikmati setiap detiknya. Membuang semua pikiran negatif, prasangka, grogi, ketakutan, kelalaian dan hal buruk lain, membuat kita akan bisa menikmati saat-saat kita bekerja. Tentunya apapun yang kita alami di dunia kerja, pada suatu saat hanya akan menjadi sebatas kenangan yang bisa jadi akan kita ceritakan dalam keadaan santai pada kerabat di masa depan nanti (saat sudah jadi sukses tentunya), jadi kita tidak perlu berpikir dalam-dalam menghadapi masalah, keep enjoy and happy.

Semoga langkah baru ini membawa saya menjadi manusia yang lebih baik kedepannya... sambil memikirkan project-project lain dalam hidup... saya berharap bisa terus berkembang lebih baik dan terus memperbaiki diri... Amin.

Best Regards,
Minggu, 03 Mei 2015

Mari perbaiki diri mulai dari sekarang...

Dear All,

Saya selalu tertarik dengan yang namanya perbaikan diri. Kenapa ? karena saya merasa bukan orang yang sempurna dan pasti selalu punya kesalahan. Namun saya merasa akan menjadi lebih baik dari sebelumnya jika saya berusaha lebih banyak untuk melakukan perbaikan diri.

Kita senantiasa diliputi oleh berbagai kelemahan dan kekurangan, ketidakmampuan dan ketidakbenaran. Apa yang kita punyai, apa yang kita tunjukkan, apa yang kita harapkan tidak jarang ditolak karena kita tidak dianggap tepat oleh orang lain. Lantas apa yang salah ? setelah kita introspeksi atau muhasabah, bisa jadi hal ini karena memang diri kita yang kurang.

Perbaikan diri butuh niat untuk mengawali, dan komitmen untuk continuity. Sering kali saya dianggap childish oleh orang yang tentunya tidak saya harapkan bicara hal tersebut kepada saya, setelah saya lihat ke dalam diri, memang benar kadang saya seperti itu..meski tidak selalu. Dan saya wajib untuk meminimalisir rasa tersebut agar menjadi orang yang lebih dewasa. Itu kalau dari konteks melihat diri, karena saya sendiri tahu, yang mengkritik pun tentunya bisa jadi   tidak lebih baik dari yang dikritik.

Saya harus dan akan memperbaiki diri..terus menerus.. mulai kapan ? mulai SEKARANG... lantas bagaimana denganmu ? ayo bersama-sama kita lakukan....

Best Regards,

Antara May Day, mayday dan My Day...

Dear All,

Judul dari postingan ini sepintas terlihat sama, apalagi jika dibaca akan terdengar mirip. Tapi sebenarnya mereka bertiga itu berbeda... apakah bedanya ?

A. May Day

Tanggal 1 Mei di Indonesia diperingati sebagai May Day atau Hari Buruh, dan salah satu bentuk apresiasi terhadap hari ini adalah dengan menjadikannya salah satu hari libur nasional untuk kaum pekerja. Tapi saya kira essensi utama dari May Day adalah bukan di hari libur nya, namun bagaimana kesejahteraan buruh menjadi perhatian utama bagi seluruh masyarakat yang memperingatinya.

Kenapa harus 1 Mei diperingatinya ?, semuanya dimulai pada tanggal 1 Mei 1886, buruh di Amerika Serikat mengadakan demonstrasi besar-besaran untuk menuntut pengurangan jam kerja mereka menjadi 8 jam sehari (sebelumnya jam kerja bisa sampai 19 jam perhari). Aksi ini berlangsung selama 4 hari sejak tanggal 1 Mei. Pada tanggal 4 Mei 1886. Para Demonstran melakukan pawai besar-besaran, Polisi Amerika kemudian menembaki para demonstran tersebut sehingga ratusan orang tewas dan para pemimpinnya ditangkap kemudian dihukum mati. Sebelum peristiwa 1 Mei itu, di berbagai negara, juga terjadi pemogokan-pemogokan buruh untuk menuntut perlakukan yang lebih adil dari para pemilik modal (Anonim, 2015a; Foner, 1986)

Pada akhirnya pada tahun 1889 di Paris, diadakan sebuah kongres buruh yang menyatakan bahwa 1 Mei adalah hari Buruh sedunia, dan juga menetapkan sebuah resolusi yang berbunyi :
Sebuah aksi internasional besar harus diorganisir pada satu hari tertentu dimana semua negara dan kota-kota pada waktu yang bersamaan, pada satu hari yang disepakati bersama, semua buruh menuntut agar pemerintah secara legal mengurangi jam kerja menjadi 8 jam per hari, dan melaksanakan semua hasil Kongres Buruh Internasional Perancis (Anonim, 2015b)

B.Mayday
Mayday adalah sinyal tanda bahaya standar internasional yang digunakan dalam komunikasi radio, berasal dari bahasa perancis m'aidez yang berarti "tolong aku". Mayday dipakai oleh banyak grup seperti polisi, pilot, pemadam kebakaran, dan organisasi transportasi untuk memberitahukan keadaan keadaan bahaya atau darurat. Panggilan darurat Mayday selalu diucapkan sebanyak tiga kali ("mayday mayday mayday") untuk menghindari kesalahan penerimaan atau salah dengar penerima dalam keadaan yang berisik pada radio. Dan juga untuk membedakan panggilan darurat yang sebenarnya dengan berita tentang panggilan darurat (Anonim, 2013a)

Sinyal Mayday ini berasal tahun 1923 diperkenalkan oleh Frederick Stanley Mockford, seorang petugas radio senior di Bandara Croydon, London (Anonim, 2013b). Mockford waktu itu diminta untuk memikirkan kata yang menunjukan adanya bahaya atau kesulitan, namun mudah dipahami oleh pilot dan staff di daratan. Karena waktu itu banyak perjalanan penerbangan dari Croydon ke Le Bourget Airport, maka dia mengusulkan kata "Mayday" dari Bahasa Perancis "m'aidez" (yang artinya tolong aku). Membuat panggilan darurat palsu di Amerika Serikat adalah kejahatan federal yang dapat membawa sanksi hingga enam tahun penjara dan / atau denda sampai $ 250.000, dan dibayarkan sebagai ganti rugi ke Coast Guard (Organisasi yang menjaga pantai atau perairan)(Anonim, 2011)... jangan coba-coba membuat alamat palsu...eh panggilan palsu. Interpretasi Mayday benar-benar berbeda dengan hari buruh nya May Day.

3. My Day
Kalau yang ini diterjemahkan sebagai Hariku... kenapa My Day ini penting ? sebenarnya tidak juga. Saya menghabiskan tanggal 1 Mei sebagai libur kemarin untuk sedikit Refreshing.  Saya hanya menghabiskan waktu untuk keliling cari outfit batik untuk dipakai di tempat kerja, dan sedikit mencicipi sajian mood booster, coklat. Berhubung cuaca hari itu begitu panas.. saya mencoba es krim coklat dan beberapa temannya.

Selamat memasuki Mei, harapan tetap sama...semoga Mei ini banyak rezeki dan kelancaran yang bakal didapat...Amin. Tahun lalu, Mei menjadi awal perjalanan untuk menjadi seseorang profesional muda setelah lulus. Teringat banyak banget surat lamaran yang saya kirim langsung, via pos ataupun email ke beberapa tempat kerja. Sampai akhirnya akhir bulan, saya mendarat di Bandung untuk pertama kalinya... dan memang saat itu terlihat begitu sulit, tapi setahun kemudian saat semuanya sudah menjadi nostalgia... saya hanya bisa tersenyum mengenangnya.

hehehe..kita tidak pernah tahu tentang masa depan... syukurilah hari ini.

Best Regards,

Referensi:
Foner, Phillip S. 1986. May Day: A Short History of the International Workers' Holiday, 1886–1986. New York: International Publishers
Anonim. 2011. Search and Rescue is No Joke. SAR Statistic, Facts, Info Sheets and Reports. ucsg. 2015. http://www.uscg.mil/hq/cg5/cg534/sarfactsinfo/SARisNOjoke.asp
Anonim. 2013a. Mayday (Tanda Bahaya). Wikipedia. 2015. http://id.wikipedia.org/wiki/Mayday_%28tanda_bahaya%29
Anonim. 2013b. Why MayDay?. Research Questions. nmmc. 2015. http://www.nmmc.co.uk/index.php?/collections/featured_questions/why_mayday
Anonim. 2015a. Haymarket Affair. Wikipedia. 2015. http://en.wikipedia.org/wiki/Haymarket_affair#cite_ref-92
Anonim. 2015b. Hari Buruh. Wikipedia. 2015. http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Buruh