Copyright © Light After Darkness
Design by Dzignine
Senin, 16 Maret 2015

Perjalanan ke Dieng, Negeri para dewa...Part 2 Kawah Sikidang

Dear All,

Di postingan kali ini kita lanjut lagi untuk masuk ke next trip setelah kompleks candi Dieng. Waktu itu kami bingung untuk memilih antara telaga warna atau kawah sikidang untuk jadi next destination. Sebenarnya kami dapat saran untuk juga ke objek lain misalnya sumur jalatunda oleh warga sekitar, tapi pertimbangan waktu dan jarak maka dipilihlah Kawah Sikidang. 

Kawah Sikidang adalah salah satu obyek wisata andalan di kompleks dataran tinggi Dieng. Obyek ini berbentuk kawah, mungkin bekas letusan gunung berapi. Namun relatif aman dan memiliki kadar belerang yang tidak terlalu besar bila dibandingkan kawah pada umumnya. Walau begitu kami tetap membawa masker untuk mengurangi bau belerang. Oia kalau kesini jangan lupa bawa masker ya.

                                 Gambar 1. Kompleks kawah Sikidang (sumber gambar)
Disini ramai sekali pengunjungnya, baik dengan kendaraan mobil atau motor. Tentunya banyak juga penjual-penjual jajanan, souvenir, atau bahkan ada yang menampilkan kesenian seperti seni tari dan musik. Pokoknya seru banget deh. Disini juga banyak penyewaan seperti sewa sepeda, sewa sepeda motor atau sewa kuda untuk sekedar asik-asikan di wilayah kawah ini. Yang bikin safe tentunya kita dipandu para guide yang berpengalaman untuk memandu kita mengenderainya. Ada juga yang jual telur rebus tapi bukan sembarang telur rebus. Merebusnya adalah dengan memasukannya ke dalam kawah-kawah kecil disana, dan tentu membutuhkan waktu sebentar saja untuk merebusnya (bisa dimaklumi soalnya suhu nya pasti sangat tinggi). Kebayangkan kan kalau yang nyemplung disitu adalah orang ?

                        Gambar 2. Rebus telur dengan pancingan (sumber gambar)
                            Gambar 3. Mau naik kuda walau pose doang, hayooo
Nah... di dataran yang sedikit naik, ada kawah yang lumayan besar yang merupakan kawah utama. Disitu lumpur kawahnya lebih bergejolak dan  Asap belerangnya lebih tebal serta menyengat. Setiap pengunjung yang akan berfoto disana dibatasi pagar pembatas, dan saya sarankan untuk tidak melewatinya serta tetap menggunakan masker karena cukup dekat dengan bibir kawah.

                          Gambar 4. Foto berbackground kawah (harus jadi ninja)
       Gambar 5. Pemandangan sekitar kawah sikidang (banyak kawah juga dikejauhan)
Setelah saya puas berfoto-foto di deket kawah, dan berbagai area sekitar termasuk di atas kuda (niru gaya panglima besar jenderal Soedirman), saya diajak untuk menikmati jajanan di area parkir sembari santai. Sambil makan gorengan dan kopi susu (lebih terasa mantepnya), saya mampir ke kios sebelah kedai untuk lihat-lihat bunga. Di kios itu ada bunga yang katanya si disebut bunga keabadian, sebuah bunga yang tidak pernah layu dan hanya terdapat di dataran tinggi. Coba tebak bunga apa ???
                                                
Yups,, jawabannya Bunga Edelweiss (hayoo siapa yang tadi jawab bunga mawar ??? ehh malah ada yang jawab bunga Bank -_-"). Bunga yang cantik ini adalah bunga yang diibaratkan sebagai lambang cinta abadi. Untuk memetiknya dibutuhkan perjuangan untuk menuju tempat yang tinggi, seperti perjuangan untuk mendapatkan cinta yang kekal... Keren juga filosofinya (tapi jangan langsung suruh pacarnya naik gunung buat ambil begininan yahh) .
                                           Gambar 6. Jajanan ala kedai Sikidang
   Gambar 7. Edelweis dalam pot (kiri) dan dalam kondisi aslinya di alam (kanan)(sumber gambar)
Hmm.. setelah lama bercengkrama, kami lihat waktu sudah sore. Menurut kakek saya, kalau sore atau malam, jalan bisa saja tertutup kabut, jadi kami harus bergegas pulang. Dan emang waktu kami pulang udah mulai ada kabut tipis mulai datang (entah bagaimana dinginnya tempat ini kalau malam dan bagaimana ekstrimnya jalan yang curam tapi ngga keliatan). Sepertinya untuk mengunjungi tempat ini tidak cukup satu hari, mungkin next time bisa trip ke obyek wisata yang lainnya disini dengan waktu yang lebih senggang.

Nah pulang dari Wisata kawah sikidang kami menempuh rute yang sama yaitu via wonosobo. Sebelum pulang kami pengen nyobain salah satu kuliner legenda di kota itu. Namanya Mie Ongklok. Bagaimana rasanya ? pasti yummy dehh..

Begitulah perjalan singkat saya di Dieng. Obyek wisata yang seru abis buat menikmati liburan dan memang menjadi salah satu daerah pariwisata andalan di Jawa Tengah. Apalagi sekarang ada tempat yang jadi paket seru juga di dieng yaitu puncak bukit Sikunir. Di puncak bukit sikunir ini bisa ngelihat Golden Sunrise, yaitu sinar matahari berwarna kuning keemasan saat terbit. Indahnya seperti apa ?? entahlah katanya sih bagus.

Oke,,, Selamat berlibur kesana ya jika tertarik hehehe

Best Regard,
Sumber gambar. 
Anonim. 2015. http://id.wikipedia.org/wiki/Anaphalis_javanica
Anonim. 2015. http://id.wikipedia.org/wiki/Dieng#Kawah_Sikidang
Anonim. 2015. http://travel.detik.com/read/2015/01/12/045000/2544059/1025/2/ssst-bisa-sauna-gratis-di-kawah-sikidang-dieng
 My Private Collection