Copyright © Light After Darkness
Design by Dzignine
Senin, 15 Agustus 2016

Berhenti memikirkan keburukan orang lain



Dear All,
Berhentilah membenci atau khawatir karena sikap orang lain kepada kita. Jika kita memang dicontohkan untuk berbuat seperti itu, tentu Rasulullah hanya menghabiskan diri untuk bersedih dan mengeluh terhadap perlakuan kaumnya yang membencinya. Namun kita ternyata tidak dicontohkan seperti itu, dan diajarkan tetap berjalan ; tetap menatap ke depan ; dan tetap menjalani kehidupan dengan tegar walaupun orang lain bersikap antipati.

Satu hal yang sering dilupakan oleh orang banyak, termasuk saya adalah, semua tindakan yang kita lakukan pada akhirnya adalah hanyalah dalam pertanggung jawaban antara diri sendiri dan Tuhan. Kita tidak menanggung apa yang orang lain buat, dan mereka tidak menanggung yang apa kita buat. Jadi ketika orang lain melakukan hal yang buruk, kenapa kita harus bersusah hati terhadap konsekuensi yang akan mereka terima dari Tuhan ? kita kadang terlalu memikirkan konsekuensi keburukan orang lain terhadap diri kita sendiri.

Padahal Tuhan telah menakdirkan dan mengizinkan hal-hal yang manusia anggap “buruk” untuk dirasakan, hanyalah sebagai pemberi kemuliaan bagi yang mau menerima pelajaran dan bersabar. Tuhan tentu tidak akan menyiksa hambaNya dengan kepedihan-kepedihan hidup karena Dia hanya bermaksud menyayangi umatNya dengan memberikan kebaikan yang tersembunyi.

Jadi berhentilah memikirkan keburukan orang lain di kantor, sekolah, masyarakat, rumah, dalam mimpi sekalipun atau bahkan dimana saja dan kapan saja. Tetap semangat menjalani aktivitas, karena hidup terlalu sia-sia bila hanya untuk mendengar komentar orang lain.
Best Regards,