Copyright © Light After Darkness
Design by Dzignine
Senin, 08 Juni 2015

Farmakologi... awal ketertarikan terhadap Farmasi.

Dear All,

Ketika merunut kenapa saya masuk ke dunia farmasi, kalau tidak disebut terjebak atau terlanjur basah saya sering kali merasa di awal-awal saya kuliah di jurusan ini, saya merasa sulit memahami dan menyadari kenapa saya harus ada disini. Sampai saya menemukan mata kuliah ini... namanya Farmakologi.

Farmakologi ? sepertinya saya familiar dengan nama itu... ternyata nama itu adalah nama kelompok saya. Jadi saat OSPEK, kami para MABA dikelompokkan dan diberikan identitas nama yang berhubungan dengan dunia kefarmasian untuk tiap-tiap kelompok. Pernah juga dapet tugas nyari artikel mengenai farmakologi ini. Lalu ? apa saya jadi sudah paham mengenai farmakologi ? tidak... karena saya saat OSPEK sama sekali tidak ada bayangan farmakologi itu apaan, baca artikelnya saja juga gagal paham.

Ternyata, itu adalah pertanda yang diberikan oleh Alloh, bahwa sepertinya saya akan sedikit berjodoh dengan mata kuliah ini. Disaat jenuh dan jemu perkuliahan farmasi yang di awal-awal tiada habis-habisnya menggeber mata kuliah kimia dengan segala rupa dan bentuk, saya seperti mendapat sedikit angin segar, kira-kira mau jadi apa setelah lulus itu dengan munculnya mata kuliah ini di semester 3. Gambaran masa depan yang tadinya hanya sebatas ahli obat ala laboratorium kimia, menjadi terkesampingkan dengan iming-iming pengetahuan obat mumpuni yang bermanfaat untuk membantu orang memilihkan obat sesuai indikasi penyakit, jika saya menguasai mata kuliah ini. Wow, itu artinya sejalan dengan keinginan saya masuk ke dunia farmasi dan cita-cita masa kecil yang ingin mengetahui obat untuk penyakit.

Oke, hari pertama kuliah ini saya begitu seksama memperhatikan. Ada 2 staff pengajar yang akan memberikan kuliah ini nantinya, dan kuliah ini ada praktikumnya. Staff dosen yang satu begitu enerjik, smart, dan mahasiswa banget (artinya sangat welcome dengan mahasiswa), sedangkan yang satunya lagi lebih tenang, kalem, dan anti marah. Tentunya smart dan baik juga Beliau berdua..wah tambah semangat nih kuliah ini. Nah...yang bisa saya share adalah pengenalan mengenai mata kuliah ini secara umum..check this out..

Apa definisi Farmakologi ?
Definisi umum tentang Farmakologi adalah ilmu yang mempelajari tentang obat-obatan. Gitu doang ? Simple nya seperti itu, jadi paling tidak konsep kita jelas bahwa kita mempelajari everything about drugs. Jadi farmakologi memandang obat sebagai sebuah substansi yang berinteraksi dengan sistem dalam makhluk hidup, termasuk terkait dengan respon tubuh, proses biokimia, maupun penghambatan dan pengaktivasian proses dalam tubuh. Hayoo..udah mulai mikir kan ?

Apa saja Ruang lingkup Farmakologi ?
Ada beberapa ruang lingkup farmakologi, yang terbagi menjadi beberapa disiplin ilmu. Nah di kuliah farmasi, masing-masing disiplin ilmu ini juga ada yang saya pelajari satu-satu detail. Pusing ? jujur saja iya, tapi harus dijalani kah ? ya harus... mau ngga lulus kalau ngga dijalani ? hehe. Lantas apa saja ruang lingkup Farmakologi ? mari saya kenalkan satu-satu....
a. Farmakokinetika.
Farmakokinetika adalah ilmu yang mempelajari nasib obat di dalam tubuh, yaitu mengalami proses ADME. ADME adalah kepanjangan dari Absobsi, Metabolisme, Distribusi, dan Ekskresi. Nah sering banget para dosen menguji mahasiswanya mengenai kepanjangan dan pengertian masing-masing ADME ini. Biasanya yang sering ketuker-tuker itu yang huruf "E"... Ekskresi atau Eliminasi  ya ?.  Tentang penjelasan ADME ini, di lain postingan saja lah saya akan bahas. Nah Farmakokinetika ini ada dasar dan ada klinis, kalau dasar itu mempelajari detail mengenai proses ADME obat dalam tubuh, mempelajari parameter-parameter farmakokinetika (wahh apa pula ini), dan kalau di Farmakokinetika klinis, ada contoh kasusnya kapan kita menggunakan ilmu ini. Misal pada pasien dengan fungsi ginjal menurun, tentunya akan ada penyesuaian dosis obat yang diminum, karena pembuangannya terganggu, nah kita bisa menggunakan ilmu ini untuk menentukan dosis yang tepat. Banyak ngitung, banyak pakai kalkulator dan fungsi-fungsi matematika. Ujiannya biasanya open book dan bikin mikir keras

b. Farmakodinamika
Ilmu ini mempelajari bagaimana obat bekerja di tempat kerjanya di dalam tubuh. Apa itu di sel, atau di enzim atau dimanapun terserah obatnya, karena tiap obat berbeda tempat aksinya. Nah ada yang menarik dalam ilmu farmakodinamika ini, karena ilmu ini mempelajari hubungan konsentrasi obat dengan efek obat. Misal obat dengan dosis 250 mg dan 500 mg, dapat dilihat bagaimana efek obatnya pada tubuh atau tempat dimana dia bekerja dalam tubuh (perubahan respon tubuh seperti apa yang muncul dengan konsentrasi obat tertentu). Sehingga bisa dilihat, apakah kelebihan dosis, kekurangan dosis, atau pas. Berdasarkan perkembangannya, ada ilmu lain yang berkebang dari ilmu ini yaitu farmakologi molekuler, ilmu yang mempelari efek obat di tempat kerjanya (yang detail sampai tingkat molekuler sel), dan farmakogenomik-farmakogenetik (sampai tingkat gen). Disini yang harus kita siapkan adalah pengetahuan mengenai biologi, dari level sel sampai molekuler. Jadi kita ngga bengong saat dosen menyebut kata-kata seperti nukleus, protein sel, dinding sel. Nah kapan kita belajar Biologi sel-molekuler ini ? tenang saja, di semeseter 1 atau 2 biasanya ada kok.

c. Farmakologi Eksperimental
Mempelajari pengaruh obat pada manusia, dimana obat diujikan pada hewan uji. Ada beberapa pengujian misalnya uji anti inflamasi dan uji efek sedatif. Nah hewan uji yang digunakan bisa tikus, mencit (tikus putih), atau bahkan sampai kelinci. Farmakologi Eksperimental ini saya praktikkan dulu, dimana saya dan kelompok harus menyuntikkan obat dengan efek tertentu pada tikus putih, lalu kita ambil darahnya, dan kita ukur kadar obat dalam darahnya. Praktikum ini penuh kengerian dan kegelian, dan karena saya biasanya satu-satunya cowok dalam kelompok, saya jadi tukang jagal mencit yang bertugas menjinakkan si doi.

d. Farmakologi Klinik
Mempelajari efek obat ada manusia, dengan dilakukan studi obat pada manusia dengan tujuan mendapatkan dasar ilmiah untuk penggunaan obat. Nah farmakologi klinik merupakan pengembangan dari farmakologi yang sangat aplikatif. Caranya adalah dengan melakukan penelitian dan pemantauan terapi obat, yaitu ketika pasien mengkonsumsi obat, maka dianalisa perkembangan pasien setelah mengkonsumsi obat, dan juga menganalisa ketepatan penggunaan obat, termasuk pencegahan masalah-masalah terkait penggunaan obat yang sering dikenal Drug Related Problem. Farmakologi klinik biasanya tertuang menjadi sebuah penelitian-penelitian yang menjadi evidence based penggunaan obat di masyarakat.
e. Farmakoterapi
Ilmu yang mempelajari penggunaan obat terhadap pencegahan dan pengobatan penyakit. Ini merupakan bentuk pengebangan farmakologi yang bagi saya paing menarik, kenapa ? karena kita bisa belajar bagaimana penggunaan obat untuk menyelesaikan suatu case penyakit. Tidak hanya harus mengetahui efek obat, kita juga harus belajar mengenai penyakitnya. Karena sistem dalam tubuh itu banyak, maka bahasan farmakoterapi di kuliah juga banyak, bahkan kampus saya sampai 4 semester. Farmakoterapi ini merupakan dasar dari farmasi klinik pada umumnya.
f. Toksikologi
Ilmu yang mempelajari senyawa kimia yang sifatmya merusak bagi manusia dan hewan serta efek berbahayanya pada sistem dalam tubuh makhluk hidup. Berdasarkan deklarasi Paracelsus, Obat itu diibaratkan racun, yang membedakan keduanya adalah dosisnya, kenapa ? karena obat juga merupakan zat kimia yang beresiko memiliki efek toksik. Toksikologi membahas aspek-aspek obat sebagai racun, kemudian beberapa efek dan penanggulangannya.
g. Farmakognosi
Ilmu yang mempelajari pengetahuan dan obat yang berasal dari bahan aktif dari tumbuhan, hewan dan mineral. Sebelum digunakannya zat kimia sebagai obat, dulu para dokter atau tabib, menggunakan ramuan dari tumbuh-tumbuhan untuk mengobati seseorang. Ternyata tumbuh-tumbuhan, hewan atau mineral mengandung zat-zat yang disebut dengan metabolit sekunder, yang memiliki efek pengobatan. Farmakognosi ini mengenalkan zat-zat apa yang terdapat dalam tumbuhan itu, kemudian Farmakognosi ini berkebang ilmunya menjadi Fitokimia (Kimia Bahan Alam) dan Fitoterapi (Terapi Bahan Alam). Fitokimia mempelajari kandungan-kandungan yang terdapat dalam tumbuhan secara lebih detail, baik sifat, struktur, sampai cara pengambilan dan pemurniannya dari tumbuhan. Sedangkan Fitoterapi mempelajari bagaimana dengan ramuan tumbuhan, kita mengurangi penyakit-penyakit yang ada.

h. Biofarmasi
Ilmu yang mempelajari efek formulasi terhadap efek terapetik. Suatu obat terdiri dari zat aktif (zat utama yang mempunyai efek obat) dan zat tambahan atau eksipien (zat pendukung yang tidak mempunyai atau mempengaruhi efek atau disebut inert). Formulasi yang mengatur seberapa banyak zat tambahan dan zat aktif dalam suatu obat akan memberikan pengaruh yang berbeda bagi sebuah obat ketika sudah berada dalam tubuh manusia. Entah itu akan meningkat penyerapannya, penguraiannnya, atau memperlama efeknya, dan sebagainya. Biofarmasi memperkenalkan hal-hal tersebut.

Bagaimana mengenai si Farmakologi ini ? menarik ? atau puyeng ? hehe yahh begitulah Farmasi, ilmu yang keren karena sulit namun jika suka akan menjadi mudah. Karena dulu saya suka, Alhamdulillah nilainya lumayan buat nambah-nambah (karena SKS nya gede coy, 4 SKS ada praktikumnya). Yang jelas ilmu ini menjadi awal ketertarikan saya terhadap dunia Farmasi.

Selamat menemukan ketertarikan masing-masing terhadap ilmu yang sedang dipelajari... semua ilmu baik dan bermanfaat. Mintalah kepada yang punya ilmu, Alloh SWT  untuk dimudahkan...Amin.

Best Regards,
Minggu, 07 Juni 2015

Masalah Fokus...

Dear All,

Akhir-akhir ini saya sedang bermasalah dengan yang namanya fokus. Actually saya masih terbata-bata menyadari kehidupan profesional kefarmasian saya di Rumah Sakit sudah dimulai, dan menuntut saya harus beradaptasi SEGERA terhadap akselerasi yang dilakukan oleh Rumah Sakit. Namun karena hati, pikiran dan lain-lain seperti kurang sinkron, saya malah jadi sedikit buyar.

Saya seperti terlupa bagaimana harus bersikap dan berpikir yang semestinya, kadang saya merasa terlalu merendah sehingga lupa cara menyenangkan diri sendiri. Kekhawatiran membuat lingkungan baru menolak saya justru mengakibatkan bumerang bagi diri sendiri karena saya justru merasa saya kurang menyayangi diri sendiri. Kurang memahami bagaimana berbaur dan bagaimana yang biasanya saya lakukan.

Saya menjadi tegang, terbebani dan kurang menikmati ? hey... saya  menjadi tidak fokus, membuat kesalahan, bahkan sampai kehilangan barang penting...Apa karena saya ketakutan atau lupa bahwa saya sedang masuk dalam dunia lama namun baru versi nyata?..saya minta saran seseorang...dan rupanya saya memang harus belajar lebih baik lagi.

Cukup sudah..harus segera diperbaiki semua ini...jangan minder dan berkecil hati, hilangkan ketakutan pada urusan keduniawian... yakin bisa...yakin sanggup .. dan yakin sukses ...Fokus. Aminn

Best Regards,

Jumat, 05 Juni 2015

Ketika Tidak Nyaman Dengan Keadaan...

Dear All,

Kadang saya merasa keadaan begitu salah datang kepada saya. Banyak hal yang menyulitkan, membebankan, memancing emosi. Sulit untuk sedikit saja menemukan kesenangan..namun 2 janji Alloh yang harus diingat...

Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan...

Bisa jadi yang kamu tidak suka itu baik bagimu, dan bisa jadi yang kamu suka itu tidak baik bagimu...

Ketika hati dan logika lelah dan meminta berhenti, namun janji Alloh membuat saya harus bangkit kembali...dan terus berjuang...

Best Regards,
Kamis, 04 Juni 2015

Aku bisa merasakan...

Dear All,

Aku bisa merasakan...

Lelahnya bekerja melebihi waktu yang ditentukan
Lelahnya sibuk sampai tidak bisa sekedar mengabarkan
Lelahnya menempuh jarak dari ujung ke ujung
Berangkat melihat matahari terbit, dan pulang melihat matahari tenggelam
Begitu meluruskan badan, langsung tanpa sadar terbawa ke alam mimpi...

Kadang ada rasanya ingin mengeluh
kadang ada raanya ingin menolak
kadang ada rasanya ingin berhenti
tapi melihat selalu ada yang melebihi semua ini
Pantaskah mencerca keadaan ?

Aku bisa merasakan

Best Regards,

Rabu, 03 Juni 2015

Ciwalk Rainy's Day


Dear All,
Hai sinnamate, saya ingin sejenak bernostalgia mengenai kisah bersama rekan rekanku di dunia nyata. Waktu itu adalah hari-hari dimana saya menjadi pengangguran pasca resigned dari tempat kerja sebelumnya.  Teringat pagi itu saya bangun sangat awal, menikmati minuman hangat dan duduk manis di depan laptop. Biasanya sih sudah mandi, dan siap-siap berangkat kerja. Tapi rasanya hari itu saya masih terasa seperti masih masuk kerja, namun dapat jadwal di shift 2 atau shift 3 sehingga pagi masih santai. 

Teman sekamar juga sudah bangun dan cuma senyum lihat saya sambil  bilang "enakk yah, sudah santai-santai..yuk ikut ke tempatku saja sambil mengisi waktu ?"... saya cuma bisa nyengir sambil bilang "hehe makasih mas... cukup sudah". Dan seharian sampai sore saya cuma rapih-rapih baju, nyuci, maen laptop, cari makan, dan tiduran. Pokoknya kegiatannya pengangguran banget. Tapi saya sebenarnya menyimpan sebuah agenda pada sore harinya.

Sore hari, temen kantor saya si BT dan AF sudah jemput di mess (maklum saya biar sudah out tapi masih jadi penghuni mess untuk sementara waktu). Rencananya mereka dan teman yang lai mengajak saya untuk semacam farewell party. Tujuan kami adalah ke sebuah Mall terkenal di kota Bandung, Ciwalk. Sepanjang perjalanan, langit sudah gelap sekali, dan mendung. Kendaraan di daerah Pasteur melaju dengan cepat karena banyak pengendara motor roda 2 yang takut kehujanan di jalan. 

Benar juga ketika memasuki area cihampelas dan cipaganti, tetesan hujan sudah mulai turun, dan saya yang bonceng BT cuma bilang "ayo bro ngebut " haha...padahal jalan macet, yahh sedikit demi sedikit tetesan hujan mulai membasahi kami.. Eciee romantis banget, sayangnya kenapa harus boncengan sama cowo haha. Sekali lagi, gerimis di Bandung memang sangat syahdu.. suasana dingin, tetesan air diantara pepohonan rindangnya, serta awan kelabunya itu bener-bener paket mellow yang komplit.

Untungnya kami segera sampai di Ciwalk. Lumayan lah tidak terlalu seperti kucing habis mandi, sehingga tetap pede jalan-jalan cuci mata. Ciwalk atau singkatan dari Cihampelas Walk adalah Mall dengan dengan konsep yang berbeda dan menarik. Mall ini dibangun di atas area terbuka, sehingga berpadu dengan bangunan shopping modern dengan alam sekitar.  Berada diatas area seluas kurang lebih 3.5 hektar, dengan kontur tanah yang bergelombang, dengan hanya 1/3 dari total area merupakan bangunan dan 2/3 sisanya digunakan untuk area parkir dan dibiarkan untuk pohon-pohon tumbuh secara alami, beberapa dari pohon sudah berumur 10 tahun, dan beberapa tanaman baru ditambahkan untuk melengkapi dan membuat atmosfer di dalam mall serasa seperti di kota yang berbeda. 

Saya dan BT langsung menuju ke lokasi yang dituju, yaitu karaokean. Halaa...temen-temen saya minta diajakin karaokean buat refreshing katanya. Setelah kumpul semua...acara nyanyi-nyanyi  ngga jelas pun dimulai hehe. Selesai nyanyi bersama yang nadanya udah pada kemana-mana tadi selesai, kami pun merasa kelaparan, dan segera nyari makan di spot kuliner di ciwalk. Kebetulan salah satu dari kita ada yang sedang ultah, jadi ayo kita serbu...makan-makannya hehe.

Segera kami masuk ke sebuah foodcourt, entah apa namanya saya lupa...maklum lagi laper hehe. Menunya adalah aneka Steak. Ya sudah saya pesen Steak saja lah, perkara kenyang atau tidak urusan belakangan yang penting happy hehe. Menu datang dan kami habiskan malam itu dengan makan bareng dan foto-foto bareng, kalau saya malah foto-foto menu hehe. Selesai makan, tak terasa jam sudah cukup malam, dan karena mereka semua masih bekerja besoknya, jadi harus segera pulang. Okey, saya pun pulang lagi dianter si BT (kasian padahal dia rumahnya cibiru, dia bolak balik dari ujung barat bandung ke ujung timur bandung). Saluut



Yahhh, saya pun sudah di mess lagi. Sejauh ini, hari itu adalah hari terakhir saya main dan bertemu dengan teman kantor. 7 Bulan, memang waktu yang sangat pendek. Tetapi terimakasih untuk semuanya...Bagaimanapun kalian membangun memori yang layak dikenang di kota itu.
BTW, terimakasih juga buat kenang-kenangannya... keren guys,
Best Regards,

Bismillah niatkan semua karena Ibadah

Dear All,

Ketika kewajiban atau pekerjaan kita merasa berat dan menjadi beban, niatkanlah sebagai Ibadah...
Ibadah yang dapat menambah pahala dan mengurangi dosa kita...
Bukan hanya mencari harta yang tiada ujungnya...
Bukan hanya mencari kedudukan, eksistensi, dan nama belaka...
Bukan hanya mencari pengakuan dari para makhluk-Nya...
Tapi semua demi Ridla Alloh semata, yang selalu melihat kita, yang selalu tersenyum melihat hambaNya berusaha... dan akan selalu melindungi dan membantu masalah yang datang kepada kita.

Bismillah...

Best Regards,


Selasa, 02 Juni 2015

Siapa Apoteker Muda ?

Dear All,

Pernah denger Apoteker Muda ? jangan-jangan pernah denger Apoteker saja juga jarang. By the way, memang ada yah namanya Apoteker Muda ? biasanya adanya Dokter Muda ? hehe. Saya akan mengenalkan dan memberikan informasi bahwa Apoteker muda itu ada loh...siapa mereka ? yuk kenalan...

Apoteker muda itu bukan berarti Apoteker yang masih unyu-unyu, masih bertampang muda, atau bahkan kaya abg. Faktanya justru saya menemui beberapa Apoteker Muda malah sedikit berumur, lantas apa yang menjadi dasar dari kata Muda itu sendiri ?. Apoteker muda didefinisikan sebagailulusan sarjana farmasi yang sedang menempuh pendidikan profesi Apoteker. Yups, sebelum lulus dan disumpah sebagai Apoteker, para sarjana farmasi yang sedang kuliah profesi Apoteker disebut dengan Apoteker Muda.

Hal ini sama saja dengan sarjana kedokteran yang lulus dan menjalani program profesi kedokteran untuk menjadi Dokter. Selama mereka kuliah dan menjalani pendidikan, mereka disebut Dokter Muda atau Co-ass (Co-Asisstant), yang membedakan dokter muda dan Apoteker muda adalah masa perkuliahan mereka, dimana Dokter muda kuliah 2 tahun, sedangkan Apoteker muda kuliah 1 tahun. Sebagian besar waktu Dokter Muda digunakan untuk berpraktik di Rumah sakit, sedangkan Apoteker Muda terbagi menjadi 6 bulan kuliah teori dan praktik, serta 6 bulan kuliah praktik lapangan yang disebut PKPA (Praktik Kerja profesi Apoteker). PKPA bisa berlangsung di Apotek, rumah sakit, industri, puskesmas atau instansi lain yang terkait.

6 bulan pertama, para Apoteker muda belajar mengenai teori-teori yang sifatnya lebih practical dibandingkan S1 yang lebih teoritis. Biasanya ada praktikum in house yang dilakukan sebagai pelengkap teori-teori yang diajarkan. Biasanya jadwal kuliahnya begitu padat, bahkan bila perlu sampai hari minggu. Saya sediri pernah mengalami kuliah dari jam 07.00 dilanjut praktikum di sore harinya, sampai pulang jam 17.00. Kemudian pernah juga kuliah sampai hari minggu karena ada kuliah tamu dari dosen luar. Tentunya kalau hanya kuliah saja tidak masalah, tapi yang bikin pusing biasanya adalah seabreg tugas baik individu maupun kelompok yang harus dikerjakan dari setiap mata kuliah. Belum laporan yang tulis tangan hehe.

6 bulan kedua, para Apoteker muda, belajar praktik di lapangan. Mereka belajar seluk-beluk kehidupan farmasi dan apoteker secara real. Nah, biasanya si Apoteker Muda ini sudah pakai baju jas putih lengan pendek mirip-mirip Co-ass, hanya saja nama di dadanya adalah Apoteker Muda. Tapi biasanya di rumah sakit,banyak pengunjung yang sering keliru menyebut para Apoteker muda sebagai Co-ass karena hanya melihat jas nya saja. Bahkan saya malah dikira Dokter dulu pas PKPA. Nah di PKPA ini tentunya banyak suka-dukanya, sukanya adalah bila kita PKPA di tempat yang jauh, kita akan berpengalaman merantau, dan merasakan nikmatnya berbaur dalam suasana yang baru. Duka nya adalah, sering kali Apoteker muda ini harus siap fisik dan mental, karena harus menghadapi suasana kerja yang sesungguhnya...lumayan lah sambil berlatih dan belajar seluk beluk kefarmasian, dari hal yang paling teknis sampai tingkat konsep dan sistem.

Setelah selesai PKPA, apakah Apoteker muda ini langsung lulus dan begitu saja menjadi Apoteker ? tentu tidak... mereka harus membuat laporan PKPA, dan mempertanggung jawabkannya di Ujian Komprehensif, sebuah ujian lisan atau wawancara (ada juga yang tertulis) mengenai berbagai kompetensi yang dipelajari para Apoteker Muda, terutama saat PKPA. Para pengujinya adalah pihak internal (Dosen), dan eksternal (praktisi lapangan) yang disesuaikan sesuai bidangnya. Di beberapa tempat ada juga ujian UPP (Ujian Penelusuran Pustaka). Sayangnya Ujian Komprehensif bisa disebut sebagai ujian sesungguhnya, karena bila dianggap tidak lulus, maka Apoteker Muda harus mengulangnya di semester selanjutnya jika ada pelaksanan Ujian Kompre lagi. Tentunya siapa yang mau hal itu terjadi.

Bila Apoteker Muda berhasil melalui ujian Kompre ini dengan baik, maka dapat dipastikan dia lulus, dan harus menyiapkan diri untuk wisuda dan disumpah profesi sebagai Apoteker, sebagai profesi yang sesungguhnya. Menghilangkan kata Muda di belakang Apoteker, ternyata memberikan konsekuensi yangluar biasa, dan tidak hanya berorientasi pada sesama tapi juga pada Tuhan Yang Maha Esa. Setelah lulus, apa selesai begitu saja ? tidak juga... Apoteker harus membuktikan diri mereka berkompeten dengan mengikuti ujian kompetensi Apoteker untuk mendapatkan sertifikat kompetensi. Di periode saya, masih belum diadakan ujian tersebut, sehingga begitu lulus, otomatis mendapatkan sertifikat kompetensi, namun 5 tahun ke depan saat ada pembaruan sertifikat, saya harus ujian atau mengumpulkan 150 SKP (Satuan Kredit Partisipasi). Tapi dengar-dengar akan ada uji kompetensi bagi  lulusan Apoteker baru, baik itu menggunakan metode tes tertulis dan praktik, atau dengan tes berbasis komputer.

Menjadi Apoteker Muda, bisa jadi dimaknai seorang sarjana farmasi sudah membuat sebuah keputusan untuk menjadi Apoteker sejati, atau sudah membuat keputusan untuk menenggelamkan diri karena sudah terlanjur basah masuk dunia farmasi. Memang, menjadi sarjana farmasi saja, dalam dunia kefarmasian memang sedikit nanggung karena pilihan karirnya terbatas, dan malah disamaratakan dengan tingkat tenaga teknis kefarmasian yang cukup diperoleh dengan menjalani pendidikan D3 Farmasi atau bahkan SMF (Sekolah Menengah Farmasi). Jadi akan lebih baik, lanjutkan saja satu tahun, demi peluang bertahun-tahun yang lebih baik.

Demikian mengenai si Apoteker Muda, masih berpikir mereka unyu-unyu ? yaa kalau saya dulu memang unyu mungkin (dilempar mortir se dunia maya) hehe. Apoteker muda hanyalah manusia biasa, yang bukan kaum level atas yang minta disegani oleh orang lain atau pasien. Mereka juga bukan pekerja serabutan yang bekerja kesana kemari, yang dibebani dengan berbagai tugas yang gila-gilaan. Mereka hanya calon profesional yang sedang belajar, mencari role model ideal bagaimana nantinya mereka sebagai pelayan kesehatan masyarakat. Bangun mereka, jangan acuhkan mereka, semangati mereka, jangan menghinakan mereka, karena mereka adalah para calon talenta terbaik dunia kefarmasian.

Semoga Apoteker Muda dari tahun ke tahun semakin baik dan tumbuh menjadi Apoteker yang hebat.

Best Regards,