Copyright © Light After Darkness
Design by Dzignine
Tampilkan postingan dengan label My Trip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Trip. Tampilkan semua postingan
Rabu, 10 Agustus 2016

Back to Sunda



Dear All,
Kembali ke dataran Sunda walau hanya sebentar tetapi segera membuka memori lama. Sunda tetap saja indah…alamnya, makanannya atau orangnya hehe. Tutur kata orangnya dengan kesopanan mereka selalu membekas di hati saya. Satu lagi… saya mendapat bonus langit yang syahdu dengan dingin yang hampir sama.

Back to 2 years ago… saat sunda menjadi tanah yang baru mencoba untuk di “taklukkan”. mencoba bersahabat dengan kehidupan sosial budayanya.. dan ketika baru mencoba sedikit kenal, saya sudah harus meninggalkannya. Kemarin saya diajak bernostagia, seakan berkata “sunda masih menerimamu apa adanya”

Sekarang, sudah meninggalkan sunda lagi. Bapernya selalu terbawa sampai saat ini. Maklum lah,, masih dalam usia remaja hehehe.
Best Regards
Rabu, 27 Juli 2016

Bermodal kamera handphone

Dear All,
Saya sebenarnya pengen banget jalan-jalan ke tempat-tempat yang baru, unik dan punya sense of art untuk difoto. Sayangnya salah satu kesulitan untuk melaksanakannya adalah libur yang pendek dan tak ada yang menemani...ceilehhhh..

Memang sih,,, sense of hunting saya masih setengah-setengah..termasuk dari sisi tool  dan preparasi. Disaat yang lain bawa DLSR atau GoPro, saya cuma modal hape saja. Itupun dengan spek yang mulai tertinggal. Memang sih, saya pakai Sony Xperia T2, dengan kamera belakang 13 MP dengan hasil shoot yang masih bagus. Namun sekarang juga Pixel semakin besar untuk hape-hape keluaran terbaru, bahkan untuk kamera depan. 13 MP depan dan belakang....cool

Saya masih menikmati Xperia saya, sedikit demi sedikit hanya sesekali menemui momen yang menarik baru mulai untuk taking a shot. Apapun itu... coba nikmati saja lah
Best Regards,


Sabtu, 11 Juni 2016

Ramadhan Pertama di Cimahi : ayam gula (ga pake -i)

Dear All,
Sahur adalah kenikmatan yang luar biasa dan merupakan kemudahan yang kita dapat dalam menjalankan puasa. Walaupun hanya makan, namun ternyata tidak mudah dalam menjalankannya. Selain karena waktu yang tidak biasa untuk makan sesuatu, menu yang ada pun juga menjadi salah satu yang sangat mempengaruhi. Ini pengalaman saya...

Setelah hari pertama saya bersahur dengan nasi kuning dan gagal nambah karena adanya tragedi mie semut, hari kedua saya mencoba untuk mencari menu di warung-warung yang ada di pinggiran mess. Jam setengah 4 saya terbangun, dan seantero mess belum ada yang bangun ; termasuk pa security yang megang kunci. Dengan perasaan tidak enak, saya harus membangunkan beliau di pos nya untuk pinjam kunci gerbang..

"assalamualaikum...permisi pa...(3 x)" mencoba membangunkan

Eh,,, respon yang muncul justru mengagetkan !!!,, bapaknya terbangun dengan terlonjak karena kaget (dikira ada maling kali ya), membuat saya tertegun ga enak hati. Setelah tahu maksud dan tujuan saya, si bapa akhirnya membantu saya meminjami kunci, eh tidak...malah membukakan gerbang sekalian

"maaf ya pa, sedang istirahat saya ganggu jadi kaget "

"oh gapapa mas,, saya malah jadi bangun... ini udah sahur ya."

"iya pa... terimakasih ya sudah dibukakan gerbangnya"

Itulah pembicaraan kami sambil bukain gerbang. Gerbang mess kami memang gede, karena memang kompleks di dekat mess kami adalah gudang, yang sering menjadi lalu-lalang kendaraan truk atau fuso.Singkat cerita, saya mulai berburu warung (dan sayangnya jauh-jauh dan sedikit pula yang buka). Akhirnya saya singgah di sebuah warung sederhana, dan masuk untuk melihat menu. 

"Ahh...ada ayam goreng,,,sedikit crispy tampaknya... Bu beli untuk dibungkus ya ?"

Setelah membeli seperangkat menu sahur, saya kembali ke mess. Saya lihat pa security belum juga makan sahur tapi malah nonton tivi. whatever. Nyampe ke mess, baru segelintir orang juga yang bangun. Tapi tidak mengapa, akan saya mulai saja makan sahurnya walau sendirian...tapi...

"Ada yang aneh...kok crispy ayamnya berkilauan ya...perasaan tadi engga deh (lampu di warung memang remang-remang sih"

Sedikit aneh terbesit ketika saya menuangkan ayam goreng saya ke piring berisikan nasi. Crispy an ayam saya berkilau-kilau seperti bukan tepung atau telur. Ketika saya mencoba gigitan pertama di ayam tersebut rasanya adalah....

"manis...... Semanis gula... hmmm"

"astaga... ini beneran gula..... gula pasir....."

"ayam digoreng dengan gula pasir....atau ditaburi gula pasir ??"

"improvisasi menu sahur agar penuh karbohidrat ?? atau Fatal error menu?

Saya meratapi 2 hari berturut-turut makan sahur dengan menu yang luar biasa. Disitulah saya merasa bahwa kita harus banyak bersyukur jika bisa sahur dengan masakan orang rumah kita sendiri. Kadang dirumah kita malas-malasan untuk makan, padahal menu yang enak sudah tersedia. Coba tengok orang-orang perantauan, yang harus berburu makan sahur, dan nasibnya getir apabila menunya zonk.

Ini hanyalah pengalaman untuk refleksi, semoga bisa menjadi pelajaran...
Best Regards,
Senin, 06 Juni 2016

Ramadhan Pertama di Cimahi : Mie semut dan nasi kuning

Dear All,
Alhamdulillah, Ramadhan kali ini bisa saya jalani di rumah sendiri. Kata orang, tidak ada yang lebih nikmat selain bisa menikmati masakan rumah saat sahur dan berbuka. Itu memang benar, walaupun seseorang sudah bertahun-tahun hidup merantau ke daerah orang, masakan rumah selalu menjadi suatu hal yang dirindukan. Itu saya alami waktu saya pernah tinggal di Cimahi.

Pada saat itu hari pertama sahur, warung-warung disekitar mess tempat saya tinggal belum pada buka. Alhasil saya harus mencari makanan untuk sahur di tempat yang rada jauh. Beruntung ada teman saya yang juga bangun lebih awal dan akhirnya kami berdua mengendarai sepeda motor untuk mencari warung yang buka sekitar pukul 03.00. Cimahi malam hari ternyata dingin sekali, mungkin sekitar 18-20 derajat an . Ditambah lagi jalan kosong, dan teman saya sedikit ngebut hehe.

Sampai di sederetan warung buat nongkrong. Tapi tidak ada lauk nasi yang bisa dimakan selain nasi kuning ><. Saya sendiri sebenarnya kurang doyan nasi kuning, namun karena tidak ada menu lain, akhirnya saya pun makan sajaa daripada tidak sahur. Tapi entah kenapa waktu itu rasanya enak juga hehe. Cukup ramai juga selain kami, ada beberapa orang yang juga menyantap sahur dengan menu serupa. 

Perhatian saya tertuju kepada salah satu warung yang ada di dekat kami, yang ternyata sedia mie instan...ahh kenapa saya tidak beli itu saja tadi dalam hati, karena sebenarnya masih sedikit lapar juga (karena nasi kuning, saya pesen porsinya sedikit saja takut tidak habis) maka say bergegas memesan mie instan goreng untuk dibungkus dan saya makan nanti saat kembali ke mess.

Dengan perasaan puas, kami kembali ke mess, dan teman saya melanjutkan tidur nya. Sedangkan saya bersiap-siap sahur part 2. Tapi ada satu hal yang membuat saya tertahan menyendokkan suapan pertama ke mulut saya...

"emmm apa ini hitam-hitam kecil ?? "

"OMG"

"ternyata semut-semut menempel di mie... dan jumlahnya banyak"

"pasti lama banget kalau milihin satu-satu"...

Ternyata ada banyak banget semut mati nempel di mi instan saya, entah saat pembuatan atau dari bungkus plastiknya. Alhasil itu bikin saya ilfeel untuk makan dan akhirnya saya buang saja. Terduduk lesu saya meratapi sahur hari pertama itu hehe. Dan itu saya jadikan pengalaman agar bersyukur jika bisa sahur dengan kondisi yang nyaman dan menu yang sesuai harapan.
Best Regards,
Jumat, 30 Oktober 2015

Penghujung Oktober...

Dear All,
Sudah mencapai penghujung Oktober, dan sebentar lagi menuju ke November. Saya ingin menceritakan sebuah pengalaman di penghujung Oktober.

Pengalaman saya di penghujung Oktober ini adalah sebuah pengalaman saat menempuh suatu ujian, yang hasilnya membawa saya ke tempat pekerjaan saya sekarang. Waktu itu saya melakukan ujian di Semarang, dan kebetulan domisili waktu itu sedang di Bandung, jadi saya harus melakukan perjalanan Bandung-Semarang, dan saya memutuskan menggunakan Kereta Api.

Kereta Api yang melayani pemberangkatan Bandung - Semarang adalah Kereta Api Harina, dimana saya membeli tiket eksekutif. Kebetulan kereta transit di stasiun Cimahi, so kebetulan saya tidak perlu repot-repot ke bandung, karena saya tinggal meminta bantuan saja ke teman untuk mengantar ke stasiun cimahi. Perjalanan kalau tidak salah pukul 21 atau 22.00, dan saya memilih h-2 ujian untuk berangkat ke tujuan.

Rutenya melalui Pantura, dan saya kira saya cukup nyaman dengan menggunakan kereta ini untuk pertama kalinya. Saya sampai di Semarang, lebih tepatnya di stasiun Tawang pukul 05.00. Kemudian saya naik becak menuju ke lokasi ujian di UDINUS, melewati kota Semarang pagi hari. Kemudian setelah sampai, saya segera mencari-cari lokasi ujian dan setelah ketemu tidak lupa untuk mencari sarapan dulu karena sejak malam belum makan... sambil makan, saya sambil cari info ke ibu penjual nasi dimanakah ada tempat penginapan yang deket dengan tempat ujian.

Ternyata ada Hostel yang dekat dengan tempat ujian, kurang lebih 500 meter jalan kaki. Alhamdulillah ternyata masih ada kamar di hostel itu, dan tempatnya juga nyaman, yang lebih betah lagi ada wifi yang speed nya mantep banget, dan saya pakai abis-abisan buat upgrade sistem android dan download aplikasi hehehe. Sorenya setelah beristirahat, saya main ke tugu muda dan pelataran Gedung Lawang Sewu yang terkenal itu.

Sampai malam saya main disitu, pulang ke hostel yang dirasa sudah tinggal capenya saja, sampai akhirnya besoknya saya menerima kenyataan kalau siangnya harus UJIAN... wow saya lupa harus belajar dan malah kemarinnya waktu saya pakai buat main-main ><.. modal nekat saya berangkat ujian, dan sebelumnya makan siang dulu sambil minta doa restu ibu penjual nasi hehe. Waktu saya sampai lokasi ternyata saya ketemu teman seangkatan S1 dan kakak angkatan yang ternyata juga menjadi peserta ujian.

Sebelum ujian, para peserta diberikan pembekalan mengenai pelaksanaan ujian, tata tertib dan sebagainya..kemudian kami digiring ke lokasi ujian, yaitu ruangan dengan komputer berderet-deret. Semua peserta pada berebut komputer, dan menyisakan komputer nomor satu paling ujung depan untuk saya yang jalan kaki paling belakang ><... duhh saya duduk nomor satu, di dekat pengawas, dan paling depan. Ahh modal bismillah.

Soal ujian ada 100 soal, dengan waktu 90 menit, itu artinya satu soal kurang dari satu menit ><... dan ternyata soal antara komputer yang satu dengan yang lain itu berbeda jadi percuma banget buat yang niat contek-contekan. Waktu 90 menit tidak terasa sudah selesai, dan mau tidak mau saya harus menyudahi ujian saya sambil deg-degan karena ketika saya klik selesai akan langsung ada nilai ujian. KLIK...dan saya tidak percaya hasil ujian yang keluar, sampai saya hitung ulang komposisi nilainya...

Ternyata benar,,, nilai saya segitu. Saat saya keluar, banyak peserta dan penunggu peserta berebut melihat layar yang menayangkan peringkat keseluruhan yang langsung secara otomatis terangking setelah tes selesai dilaksanakan. Well, saya sulit mencari nama saya di daftar itu, karena begitu sesak dan layar itu berjalan begitu cepat. Jadi saya memutuskan untuk menunggu pengumuman peringkat lewat print kertas yang ditempel di papan pengumuman.

15 Menit kemudian, kertas itu ditempel, dan saya menunggu kondisi di depan papan pengumuman sedikit lengang. Setelah sedikit reda, dan banyak peserta yang sudah mulai pulang, saya baru mendekat dan kemudian mencari nama saya di peringkat itu. Tampaknya Tuhan tidak membiarkan saya mencari lama-lama, karena nama saya ada di peringkat satu sesi ujian hari itu. Alhamdulillah,,, rasanya percaya tidak percaya... segera saya hubungi orang rumah untuk berkah dari Alloh ini.

Masih antara percaya dan tidak percaya, saya berangkat menuju ke  stasiun tawang, untuk pulang ke Bandung. Disana saya bertemu dengan kakak angkatan saya yang ikut ujian tadi. Sedikit banyak kami ngobrol, sampai kami harus pulang menuju ke tujuan masing-masing...Kereta harinaku datang, san setidaknya saya bisa sedikit tidur nyenyak, sampai di Cimahi pukul 05.00. Kemudian saya menaiki angkot dan waktu itu gerimis turun dengan syahdunya...Saya ingat waktu itu untungnya saya masuk shift 2, sehingga saya bisa tidur dulu..beristirahat sambil membayangkan.. apakah kemarin adalah mimpi..atau nyata.. bahkan sampai hari ini...
Best Regards,
Kamis, 15 Oktober 2015

Pagi di Kauman

Dear All
Tiba-tiba saya teringat pagi di Kauman Jogja. Bulan Oktober 2 tahun yang lalu... (jamannya masih jadi apoteker muda)

Setiap pagi...saya dibangunkan oleh kumandang Adzan subuh yang terdengar begitu jelas karena memang dekat dengan tempat saya. (Apalagi suaranya dari masjid yang terkenal se-antero jogja)

Kemudian menyusuri gang demi gang berburu sarapan ketika matahari sudah mulai terlihat sinarnya... (sarapan adalah wajib)

Sampai di sebuah gang yang lebih luas, dimana ada pemandangan bacground masjid Keraton Jogja yang terkenal itu...(ahhh...saya lupa tidak foto-foto)

Biasanya saya memilih menu  nasi rames, dengan varian gorengan atau martabak telor, kue sus, dan susu kedelai. Jika tidak ada susu kedelai, maka diganti jus jambu. (menu harian, dengan pilihan setelah berbagai macam trial and error menu)

Atau menu penuh karbohidrat, dimana ada nasi plus mie, dengan beberapa tumisan...(ini adalah menu paling pertama yang saya coba)

Selama 90 hari berkutat dengan kebiasaan itu... dari tidak dikenal sampai disapa akrab oleh para penjualnya. (dari ditanya saya siapa, tinggal dimana, aslinya mana)

Saya hanya ingin bilang...rindu jogja...( saya tidak pernah menduga akan punya kenangan disana =) )
Best regards,
Kamis, 08 Oktober 2015

Selamat Ulang Tahun Jogja Ke 259

Dear All,
Selamat Ulang Tahun Jogja.... wah sudah 7 oktober dan itu adalah tanggal yang diperingati sebagai HUT Yogyakarta. Peringatan kali ini sudah ke 259 tahun, sejak pertama kali Sultan Hamengku Buwono yang pertama membangun kerajaan ini. Konon peringatan ini baru diperingati secara ramai mulai tahun 2004 an.
Pasti di jogja sedang ada kirab budaya, pawai, syukuran dan sebagainya...karena sebagai kota wisata, sangat mudah bagi jogja untuk mengadakan event-event yang menarik dan diserbu pengunjung. Saat saya PKPA dulu saya juga pernah nonton acara karnaval dari keraton jogja yang menampilkan prajurit-prajurit keraton, dan berbagai barisan. Karnaval utamanya saya ngga sempet nonton karena jadwalnya pagi dan saya harus pembekalan PKPA ><

Intinya..semoga Jogja semakin Istimewa, semakin menimbulkan momen-momen yang indah dan layak untuk dikenang...
Best Regards,
Senin, 07 September 2015

Bersepeda ria...

Dear all,
Saya sebenarnya penggemar bersepeda. Sejak kecil, yang namanya sepeda selalu menjadi teman akrab dalam bermain, entah itu melakukan perjalanan atau sekedar berkunjung ke rumah teman. Ibarat kata, sudah bawa sepeda sudah bisa perasaaanya dibandingkan dengan bawa motor di jaman sekarang. Dari sepeda roda 2 atau roda tiga pernah semua saya rasakan.

Jatuh dari sepeda ? berkali-kali saya rasakan, entah itu terbanting saat belok, kehilangan keseimbangan saat tanjakan, rem tidak berfungsi saat turunan, atau masuk lubang pinggir jalan, sebagai sepeda mania cilik, saya dan teman-teman pastinya mengalami. Dari nangis sampai senyam-senyum antara malu dan menahan sakit, pernah juga menghiasi ekspresi wajah saat habis jatuh. Perjalanan kami tempuh, dari keliling kompleks, gang ke gang, sampai lintas kecamatan. Tentu kami tidak bersepeda dengan tampilan seperti orang orang jaman sekarang, yang bersepeda dengan tampilan lebih pro ; rombongan, pakai seragam, helm, sepeda bagus, air minum dan sepatu. 

Kemarin minggu, saat saya sedang bersih-bersih rumah, tiba-tiba dikejutkan dengan mobil yang membawa pengumuman dan diiringi dengan puluhan sepeda dibelakangnya. Ada apa gerangan ? ternyata hari itu ada sepeda santai sebagai sebuah rangkaian kegiatan HUT BKK di kecamatanku, dan rutenya melewati samping rumahku. Karena penasaran, saya keluar rumah, dan menonton rombongan itu, tapi hasilnya malah jadi mupeng ><.

Saya malah ngga tahu ada acara itu. Tampaknya kerja di belahan kota yang lain membuat informasi di kota sendiri menjadi kudet. Tahu ada acara itu, maka saya akan perbaiki sepeda saya yang ban nya lagi bocor untuk ikut meramaikan dan menyehatkan diri. Apa daya , yang bisa saya lakukan cuma jadi sesi dokumentasi saja.

Semoga kalau ada even serupa saya bisa dengar informasinya lebih dini, so  bisa ikut berpartisipasi =)
Best Regards,
Rabu, 03 Juni 2015

Ciwalk Rainy's Day


Dear All,
Hai sinnamate, saya ingin sejenak bernostalgia mengenai kisah bersama rekan rekanku di dunia nyata. Waktu itu adalah hari-hari dimana saya menjadi pengangguran pasca resigned dari tempat kerja sebelumnya.  Teringat pagi itu saya bangun sangat awal, menikmati minuman hangat dan duduk manis di depan laptop. Biasanya sih sudah mandi, dan siap-siap berangkat kerja. Tapi rasanya hari itu saya masih terasa seperti masih masuk kerja, namun dapat jadwal di shift 2 atau shift 3 sehingga pagi masih santai. 

Teman sekamar juga sudah bangun dan cuma senyum lihat saya sambil  bilang "enakk yah, sudah santai-santai..yuk ikut ke tempatku saja sambil mengisi waktu ?"... saya cuma bisa nyengir sambil bilang "hehe makasih mas... cukup sudah". Dan seharian sampai sore saya cuma rapih-rapih baju, nyuci, maen laptop, cari makan, dan tiduran. Pokoknya kegiatannya pengangguran banget. Tapi saya sebenarnya menyimpan sebuah agenda pada sore harinya.

Sore hari, temen kantor saya si BT dan AF sudah jemput di mess (maklum saya biar sudah out tapi masih jadi penghuni mess untuk sementara waktu). Rencananya mereka dan teman yang lai mengajak saya untuk semacam farewell party. Tujuan kami adalah ke sebuah Mall terkenal di kota Bandung, Ciwalk. Sepanjang perjalanan, langit sudah gelap sekali, dan mendung. Kendaraan di daerah Pasteur melaju dengan cepat karena banyak pengendara motor roda 2 yang takut kehujanan di jalan. 

Benar juga ketika memasuki area cihampelas dan cipaganti, tetesan hujan sudah mulai turun, dan saya yang bonceng BT cuma bilang "ayo bro ngebut " haha...padahal jalan macet, yahh sedikit demi sedikit tetesan hujan mulai membasahi kami.. Eciee romantis banget, sayangnya kenapa harus boncengan sama cowo haha. Sekali lagi, gerimis di Bandung memang sangat syahdu.. suasana dingin, tetesan air diantara pepohonan rindangnya, serta awan kelabunya itu bener-bener paket mellow yang komplit.

Untungnya kami segera sampai di Ciwalk. Lumayan lah tidak terlalu seperti kucing habis mandi, sehingga tetap pede jalan-jalan cuci mata. Ciwalk atau singkatan dari Cihampelas Walk adalah Mall dengan dengan konsep yang berbeda dan menarik. Mall ini dibangun di atas area terbuka, sehingga berpadu dengan bangunan shopping modern dengan alam sekitar.  Berada diatas area seluas kurang lebih 3.5 hektar, dengan kontur tanah yang bergelombang, dengan hanya 1/3 dari total area merupakan bangunan dan 2/3 sisanya digunakan untuk area parkir dan dibiarkan untuk pohon-pohon tumbuh secara alami, beberapa dari pohon sudah berumur 10 tahun, dan beberapa tanaman baru ditambahkan untuk melengkapi dan membuat atmosfer di dalam mall serasa seperti di kota yang berbeda. 

Saya dan BT langsung menuju ke lokasi yang dituju, yaitu karaokean. Halaa...temen-temen saya minta diajakin karaokean buat refreshing katanya. Setelah kumpul semua...acara nyanyi-nyanyi  ngga jelas pun dimulai hehe. Selesai nyanyi bersama yang nadanya udah pada kemana-mana tadi selesai, kami pun merasa kelaparan, dan segera nyari makan di spot kuliner di ciwalk. Kebetulan salah satu dari kita ada yang sedang ultah, jadi ayo kita serbu...makan-makannya hehe.

Segera kami masuk ke sebuah foodcourt, entah apa namanya saya lupa...maklum lagi laper hehe. Menunya adalah aneka Steak. Ya sudah saya pesen Steak saja lah, perkara kenyang atau tidak urusan belakangan yang penting happy hehe. Menu datang dan kami habiskan malam itu dengan makan bareng dan foto-foto bareng, kalau saya malah foto-foto menu hehe. Selesai makan, tak terasa jam sudah cukup malam, dan karena mereka semua masih bekerja besoknya, jadi harus segera pulang. Okey, saya pun pulang lagi dianter si BT (kasian padahal dia rumahnya cibiru, dia bolak balik dari ujung barat bandung ke ujung timur bandung). Saluut



Yahhh, saya pun sudah di mess lagi. Sejauh ini, hari itu adalah hari terakhir saya main dan bertemu dengan teman kantor. 7 Bulan, memang waktu yang sangat pendek. Tetapi terimakasih untuk semuanya...Bagaimanapun kalian membangun memori yang layak dikenang di kota itu.
BTW, terimakasih juga buat kenang-kenangannya... keren guys,
Best Regards,

Selasa, 02 Juni 2015

Journey to the west : Bandung

Dear All,

Saya akan bernostalgia perjalanan ke Bandung pada awal juni. Juni adalah bulan pertama kali menjadi seorang profesional muda, dan perjalanan menjadi profesional muda itu berawal dari perjalanan ini.

Sebelumnya sebagai pengangguran tingkat pertama (pengangguran baru lulus), saya langsung hunting kerjaan dimana-mana, dari rumah sakit, klinik, industri, maupun pedagang besar farmasi. Untuk Apotek sendiri, karena organisasi profesi apoteker wilayah saya mensyaratkan tidak bisa apoteker berpraktik di apotek sebelum magang selama 1 bulan, maka saya pun juga bergegas mengurus rekomendasi magang. 

Sedang sibuk-sibuknya kesana kemari minta rekomendasi magang, saya dipanggil via phone untuk datang dalam rangka interview kerja di sebuah industri farmasi di Bandung. Pulang rumah, saya kabarkan hal ini kepada orang rumah, tapi entah kenapa rasa enggan dan sungkan untuk menerima panggilan ini muncul, mengingat saya sudah berpikir maca-macam tentang kedepannya jika diterima (gaya banget udah mikir kalo diterima,, emang mesti keterima ? ). Resiko seperti jauh dari rumah, kembali menjadi anak perantauan, dan masuk kedaerah yang benar-benar asing, yaitu tanah sunda. Asing secara budaya dan sebagainya bagi saya pribadi. Meskipun daya tarik nama besar perusahaan, nama besar kota bandung, dan tantangan karir di Industri juga membuat saya kepincut.

Dengan sedikit keraguan, saya memutuskan untuk tetap berangkat sehari sebelum hari H ke kota Bandung, agar bisa persiapan fisik dan mental (berharap bisa belajar, bawa buku farmasi industri, dan catatan kuliah...(sayangnya saya jarang nyatet kalau mata kuliah ini, isinya presentasi saja *tear). Berangkat dari kota saya pagi pukul 08.00 sampai disana sekitar pukul 16.30. Hari itu tanjakan Nagreg tidak terlalu macet, namun sempat bikin deg-degan saat bis nya seperti tidak kuat nanjak dan berhenti (ngeriii gan). Masuk ke kota Bandung, seperti biasa pemandangan pegununungan yang permai terlihat dengan indahnya.

Saya sudah kontak 2 teman kampus yang sudah lebih dulu bekerja di perusahaan yang akan menginterview saya, si AF dan GO, tentang dimana saya harus turun, naik apa, berapa biayanya hehe. Berdasarkan informasi, saya harus turun di terminal Cicaheum, terminal kota Bandung. Kemudian lanjut naik bus Damri dalam kota, dan turun di Bunderan Cibeureum. Nah...saya dikasih target sama temen saya, pokoknya bis saya harus sampai di Cicaheum sebelum pukul 17.00, karena setelah jam itu biasanya Bis Damrinya habis, dan saya harus naik angkot dari Cicaheum ke Leuwipanjang, terminal besar lainnya di kota Bandung. Sedikit was-was, karena jalan menuju Cicaheum macetnya itu loh... (mikir keras, kenapa macetnya begini..setelah sekian lama hidup di Bandung baru tahu kenapa)

Alhamdulillah, bis Damrinya masih ada, dan dengan tarif hanya sekitar Rp 3.500 an, saya naik Damri melewati tengah Kota Bandung. Jadinya sedikit seperti tour wisata, karena juga melewati Gedung Merdeka, dan Alun-alun Bandung. Melewati kota Bandung itu berasa lama sekali (karena macet), untungnya banyak pemandangan dan nama-nama daerah yang menarik untuk saya perhatikan sehingga tidak bosan. Saya sempat  melihat ada papan petunjuk arah, ada daerah bernama Cibiru, dan saya berpikir apakah karena daerah ini markas Persib Bandung yang memiliki kekhasan warna Biru jadi daerah ini ternispirasi namanya seperti itu ? atau memang Persib yang terinspirasi dari daerah ini ? atau bagaimana ? (dan prediksi saya salah semua haha).

Sampai di Cibeureum, saya berencana mencari hotel di kota Cimahi, sebenarnya daerah yang saya kunjungi termasuk daerah kota Cimahi, dan berada di ruas jalan Bandung-Cimahi. Setelah dapat Hotel, saya beristirahat dan berniat untuk belajar, tapi tampaknya lebih baik tidur saja. Bangun-bangun sudah menjelang subuh, dan saya disarankan untuk check out dan menuju tempat saya interview pagi-pagi, karena jalan menuju sana itu macet banget (benar adanya). Saya pun berangkat, setalah subuh dan naik angkot berkali-kali ke kompleks industri yang saya tuju. Setelah saya amati, tempat industri itu yang bernama Leuwigajah, adalah sebuah wilayah kompleks industri. Jadi ada banyak Industri, tidak hanya farmasi tapi juga yang lainnya seperti tekstil, garmen dan sebagainya. Pagi-pagi saya sudah sampai di gerbang industri itu dan membuat pak Security nya kaget karena saya sebenarnya kepagian hehe.

Untungnya Security disana ramah, dan saya diminta menunggu di pos sampai pukul 07.30 (untung saya bawa bekal sarapan, jadi aman deh ngga keroncongan). Waktu yang ditunggu tiba dan saya masuk ke kantornya dan ternyata saya menunggu lagi huhu, kali ini tidak sendiri karena saya ada seorang teman yang juga akan interview. Dia apoteker juga, dan berasal dari makassar. Saya tanya-tanya dan saya telisik, ternyata dia adalah teman s1 teman pkpa ku di PKU Muhammadiyah Yogya. Sebenarnya dia juga sedang menunggu hasil interview di sebuah perusahaan farmasi lain di Bandung, dan dia nyabang disini. Sedang boringnya menunggu, tiba tiba saya lihat ada adik angkatan saya S1 datang ke kantor tersebiut membawa surat...wah kami saling sama-sama kaget, kenapa masing-masing ada disitu. Ternyata pasca lulus S1, dia kuliah di Bandung, dan mau PKPA di industri itu. Oalahh...setelah dia pulang, kami berdua dipanggil untuk tes tertulis di lantai 2.

Tes tertulisnya berisi tes potensi akademik atau mirip-mirip tes IQ, yahh lumayan bikin otak panas dehh..tahu-tahu selesai tes sudah jam istirahat, dan kami pun dipersilahkan ISOMA, dan dibelikan nasi padang oleh kantor tersebut (wah baikknya). ISOMA selesai, saya diminta ke Unit 2, untuk interview dengan user yang akan menjadi tempat penempatan kami. Ternyata saya baru tahu saya akan ditempatkan di Unit 2, dan tempat saya tes tertulis tadi unit 1. Kemudian kami diantar oleh mobil perusahaan ke Unit 2, dan sampai disana saya diminta menunggu di lobby untuk panggilan interview. Yups, waktu interview tiba, saya dijemput seorang karyawan yang mengantar kami menuju ke ruang produksi lantai 4.

Sepanjang perjalanan, otak saya campur aduk, terutama memperhatikan lingkungan industri yang saya lewati. Dalam hati berkata, apakah saya akan bekerja di tempat ini setiap hari ? melihat fasilitas industri yang bagus-bagus, dan saya nol besar mengenai pengetahuan terhadap mesin-mesin ini, ini membuat saya pikir-pikir, ah tapi usaha dulu lah, yang penting tunjukkan yang terbaik. Saya disambut oleh manajer produksi yang bernama Pak P, dan saya yang duluan diinterview oleh beliau, teman saya sih katanya diinterview oleh supervisor senior disitu.

Sepintas dari pembicaraan awal saya dengan beliau, saya mengetahui pak manajer orang yang baik dan ramah, supel dan pintar. Saya diminta mengulas habis background saya, dan si Bapak juga mengulas background perusahaan termasuk suka-duka, salary dan fasilitas. Saya memang tidak terlalu punya target tinggi, karena memang saya fresh graduate yang minim pengalaman, jadi saya baik-baik saja terhadap uraian pak Manajer. Saya sempat ditanya, produksi itu apa, siapa supervisor produksi, bagaimana manajemen konflik, Alhamdulillah saya bisa menjawab, meskipun yang saya omongkan itu masuk logika atau tidak haha.

Interview pertama selesai, saya berlanjut ke inteview ke dua saya, dimana yang katanya menginterview saya adalah supervisor senior disana. Yang menarik adalah pak manajer saat bertanya mengenai background pendidikan saya, dan saya menyebtukan asal S1 saya, Pak P menyebut "loh berarti kamu adek angkatannya si ..... (nama supervisor senior itu) dong ? " tapi karena jarak angkatannya cukup jauh, jadi saya tidak familiar dengan orang nya. Baru setelah bertatap muka langsung, baru saya berkata dalam hati "ohh...mas ini toh". Yah begitulah, setidaknya interview berjalan dengan lebih rileks, dan saya ditanya mengenai analisa SWOT pribadi dan sedikit materi-materi kuliah.

Oke... saya kira sudah selesai interview nya, ehhh pak P malah bilang kalau saya harus diinterview oleh seseorang lagi, yang ternyata adalah plant manager. Saya lebih habis-habisan di tanya-tanya disini hehe, sampai pertanyaan sudah punya pacar atau belum >,<.... tapi sungguh dahsyat, dan entah kenapa saya merasa enjoy dan tidak tegang sedikitpun dalam proses interview ini. Pada akhirnya saya selesai pukul 16.30, dan saya segera bergegas pulang (karena katanya bis yang mau ke kota saya maksimal pukul 19.00). Jalanan begitu macet, dan saya sendiri campur aduk antara lapar, capek dan pusing di angkot dan bis Damri. Sampai di terminal Cicaheum, bis yang biasa tidak beroperasi, tapi untungnya ada bis ekonomi yang akan berangkat.. ya sudahlah daripada tidur di terminal..saya pun pulang saja di bis itu. Walaupun tanpa AC, tapi udara dingin Bandung, membuat saya tidak terasa dan tidur pulas saja... sampai di kota saya.

Sampai di rumah, saya beristirahat sambil harap-harap cemas..diterima atau tidak. Tapi saya sempat berpikir, sekalipun diterima, tidak akan saya ambil...tapi keluarga terus mendorong saya untuk menerima..dan H+2 pasca interview...saya dipanggil via phone dan memberitahukan...Selamat anda diterima...

The journey was beginning... dan saya tidak tahu akan bagaimana kondisi kedepannya,,, namun di akhir saaya banyak menemukan hal yang indah... 

Best Regards,
Minggu, 31 Mei 2015

Tentang Pasar Brigif...

Dear All,

Ahh...akhirnya hari Minggu datang juga... rasanya kangen hari minggu (The Real Sunday) hehe, setelah tiap hari beraktivitas penuh tiap hari, saatnya mencari waktu untuk bersantai atau refreshing. Kali ini saya akan posting mengenai pengalaman menghabiskan waktu di Sebuah pasar kaget di kota Cimahi sebagai bentuk bagaimana saya menghabiskan waktu di minggu pagi. Nama pasar kaget itu adalah pasar Brigif... Loh kok namanya rasa-rasa militer ? check this out...

Penduduk kota Cimahi dan sekitarnya tentu sudah tidak asing dengan yang namanya pasar Brigif. Pasar Brigif adalah sebuah pasar kaget yang diadakan di lapangan milik Brigif 15/Kujang II Siliwangi, sebuah satuan militer di Kota Cimahi. Kenapa disebut pasar kaget ? yahh bukan karena bikin kaget orang, tapi karena emang sehari-harinya lapangan itu kosong, tapi hanya di hari minggu, tiba-tiba disulap menjadi sebuah pasar dengan banyak orang mengunjunginya.

Pada suatu hari saya dan beberapa teman mengunjungi pasar ini. Radius 1 km, perjalanan menuju pasar ini sudah begitu macet, karena banyak para pedagang sudah membuka lapakknya di area masuk ke Pasar Brigif. Setibanya disana saya disuguhi pemandangan banyak pedagang dan masyarakat tumpah ruah di kompleks lapangan tersebut. Ada yang jualan pakai tenda, ada yang semi kios ada yang kaki lima an, dan ada juga yang jualan dengan mobil pribadi. Disini banyak variasi item yang diperdagangkan dari kuliner, fashion, perlengkapan rumah tangga atau hal entertainment lainnya. Tidak hanya jualan, disini juga banyak atraksi, show dan sebagainya.

Keunggulan dari tempat ini adalah area jelajah yang luas, sehingga kita punya kesempatan untuk bisa bernafas, walaupun beberapa jalan itu benar-benar susah buat jalan karena banyak banget orang. Sebenarnya pasar kaget itu tidak berdiri di atas lapangannya, namun hanya di kompleks sekitarnya saja. Soalnya lapangannya sendiri juga kadang masih dipakai untuk olahraga, entah ada yang sedang main bola, atau sedang jogging di track yang mengelilinginya. Di sekeliling kompleks pasar Brigif juga ada lapangan tenis. Kabarnya orang-orang di tempat kerjaku pada sering main disini kalau kamis sore, termasuk manajerku. Sempet diajakin, tapi saya sendiri belum pernah nyobain hehe.

Saya mengawali dengan menjelajahi dari sisi kiri, dan jalannya sangat padat dan merayap. Perlu diketahui, tetap waspada terutama mengenai barang-barang berharga yang dibawa agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan (kriminal ada karena kesempatan). Di kanan-kiri banyak sekali jualan kaos, baju, jaket, jilbab, dan segala fashion termasuk kacamata, kalung, dan batu akik. Ada juga yang jualan perlengkapan rumah tangga, perkakas dapur, bahan memasak, dan juga sampai jualan motor dan mobil. Rasanya semuanya dijual di pasar ini hehe. Ternyata area berjualannya sangat luas, jadi bagi yang seneng jalan-jalan belanja, disinilah tempatnya. Tapi hal ini rentan membuat orang yang datang capek dan lelah karena harus jalan-jalan kemana-mana dari ujung ke ujung. Tentunya selain cape, yang pasti dirasakan adalah Lapar dan Haus, But itu sudah diantisipasi oleh para penjual disitu, dengan menciptakan pasar brigif juga sebagai pasar kuliner kaget.

Bubur ayam, Kupat tahu, nasi uduk, surabi, mi ayam, baso, dan sebagainya sudah siap menanti para orang lapar datang kepada mereka. Berbagai jenis es juga tersedia, termasuk es goyobod khas bandung yang terkenal itu. Tidak hanya itu, banyak permainan anak juga ikut serta meramaikan pasar briegif, seperti odong-odong, pancing-pancingan maupun bermain dengan hewan, seperti kelinci, marmut. Ada juga bermain dengan ular dan foto bareng, nah lohh ini permainan anak atau permainan ekstrem ?

Pasar Brigif yang jelas pada hari minggu menjadi sentra hiburan bagi masyarakat kota cimahi dan sekitarnya, mungkin sama halnya Gasebu untuk warga kota Bandung. Tidak jarang warga kota Bandung malah datang ke Brigif untuk belanja atau wisata kuliner. Saya sendiri dalam kunjungna tersebut tidak ubahnya hanya untuk melepas rasa penasaran, bagaimana pasar brigif yang sering dibacarakan orang. Dari temen kantor sampai security di mess saya bilang "pak, sekali-kali main ke brigif, nyari sarapan disana hehe"... jadi tambah penasaran. Secara kualitas harga, memang saya lihat harganya cukup murah dan bisa dinego (pintar-pintar nawar saja), dan secara kualitas lumayan baik, karena kebanyakan adalah produk fresh dari pabrik (mungkin sisa hasil produksi)... maklum lah Kota Bandung-Cimahi merupakan area industri. Hmm sayangnya saya ngga bisa ikut jualan disitu, masa saya jualan obat antibiotik di pasar kaget ? mana eceran dan bisa nego lagi hadehhhh bodor da haha.

Akhir perjalanan saya di Pasar Brigif, saya berdiri di sebuah tribun di pinggir lapangan sepak bola. Itu memang spot terbaik untuk melihat pasar brigief dari atas, sambil duduk ngadem melepas lelah. Banyak banget yang duduk disitu, dan hampir saya melihat ada sisi yang kosong untuk duduk. Disana saya jelas melihat hiruk pikuk Brigif, merasakan kesejukan hawa di Cimahi, dan melihat indahnya Tangkuban Perahu dan Burangrang berdiri melihat kami. Sebuah pemandangan khas sana yang tak terlupakan... Selalu terjebak nostalgia untuk bisa kembali kesana :')

Best Regards,