Copyright © Light After Darkness
Design by Dzignine
Tampilkan postingan dengan label Motivasi & Muhasabah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi & Muhasabah. Tampilkan semua postingan
Minggu, 20 Februari 2022

2022 is New Journey

 Dear Sinnamate

    Setelah sekian lama akhirnya saya membuka kembali blog ini. Blog yang sudah hampir 8 tahun ternyata menemani saya dalam menuliskan perjalanan kehidupan, walaupun 3 tahun terakhir sepertinya sudah tidak terlalu aktif. Tapi tetap saja, barisan kata-kata yang pernah saya munculkan kadang bisa menjadi pengingat terhadap apa yang sedang saya hadapi. Saya beberapa kali mencoba mengulang kembali muhasabah apa yang pernah saya tuliskan disini, ketika saya sedang menghadapi permasalahan yang agak "mirip" dengan apa yang pernah saya alami dulu.

    Untuk saat ini saya belum memutuskan apakah saya akan mulai aktif kembali menulis atau masih seperti ini, berharap lebih rajin lagi dari tahun-tahun sebelumnya sepertinya lebih dari cukup dan realistis. Memang apa yang saya alami 3 tahun terakhir menggambarkan ada banyak perubahan dalam fase hidup sehingga berdampak ke banyak hal. Yah begitulah dinamika hidup,,, apapun yang terjadi harus tetap bersyukur.

    Mudah-mudahan 2022 berjalan dengan lebih baik dan bahagia, dalam bingkai sebuah PERJALANAN BARU.

Best Regards,

Senin, 06 September 2021

Belajar Banyak

 Dear Sinnamate,

    Lama sekali saya tidak menyambangi blog ini, mungkin sudah hampir setengah tahun lebih di tahun 2021 ketika saya mencoba menulis di postingan sebelumnya yang juga sebenarnya masih bersambung. Hari ini saya akan coba menuliskan perasaan yang saat ini dirasakan, di malam hari yang cukup hangat cuacanya, dan entah kenapa tidak terlalu mengantuk, padahal biasanya sekitar pukul 20.00 an sudah terlelap.

    Mungkin perasaan hari ini bisa jadi merupakan salah satu yang tertulus dan terjujur, atau mungkin terapuh yang pernah saya rasakan. Hari ini kebetulan saya cuti, dan seharian bersama anak dan istri. Ketika bersama mereka, jujur saya kadang bermuhasabah didalam diam dan termenung mengiyakan pendapat dalam otak bahwa pemikiran yang muncul dari dalam diri saya seharusnya adalah keluaran yang dewasa, solutif dan penuh pengendalian diri dalam dinamika dunia rumah tangga. Namun selama ini sikap saya sedang menjadi "labil" karena gesekan pertentangan antara dunia kerja, dunia keluarga, dan kebutuhan pribadi saya sendiri.

    Akibatnya reaksi yang muncul menjadi tidak diharapkan, tidak sabaran, penuh keluhan dengan emosi yang tidak sepantasnya ditempatkan dalam pembicaraan-pembicaraan ringan pada keluarga, rekan kerja atau sebaya. Saya masih harus belajar banyak,, untuk progress pendewasaan yang masih sangat panjang harus diarungi. 

    

Best Regards

Minggu, 01 November 2020

Not same Again

Dear Sinnamate,

Semua mungkin tidak akan menjadi sama lagi,

Setiap memori dan pengalaman ini membuat berbagai pertentangan antara belief system dan realita kehidupan.

Semua mungkin tidak akan menjadi sama lagi,

 Best Regards,

Hope

 Dear Sinnamate,

Menyadari bahwa tidak setiap waktu kita akan dimengerti, dipahami, didukung dan diterima. Ada saat ketika merasa dunia ini seperti bersebrangan di sebuah sisi dan kita berdiri sendirian di sisi yang lain. Sebuah semangat yang dinanti dari yang kita harapkan tidak datang-datang, dan bahkan untuk menunggunya pun merasa sulit.

 Tapi, kita masih punya Tuhan dan diri kita sendiri. Saya selalu membayangkan ketika langkah gontai ini, masih diberi sebuah kekuatan dan kepercayaan yang bernama harapan, artinya tidak akan pernah ada kesulitan yang tidak bisa dilalui. Pertolongan dan kebahagiaan akan datang dari waktu dan tempat yang tidak diketahui, melebihi ekspetasi dan realita.

Jangan pernah kehilangan harapan,,, walaupun sulit untuk mengucapkannya, tetaplah simpan dalam hati dan Doa tertulus yang bisa kita Panjatkan kepadaNya.

Best Regards,

Minggu, 05 Januari 2020

2020

Dear Sinnamate,

Tahun 2020,,, Mudah mudahan tahun ini menjadi lebih baik, lebih sehat, lebih selamat, lebih berkah, lebih diridhai, lebih sejahtera dan lebih berbahagia.

Amiin
Rabu, 04 Juli 2018

Konsistensi

Dear Sinnamate,

Kelemahan yang ditemui oleh sebagian besar manusia yang sedang berproses adalah konsisten....

Konsisten untuk terus melangkah, walaupun segala rintangan dan kegagalan menghadang,,,
Konsisten untuk terus bertindak, walaupun hasil yang didapat belum seperti yang diinginkan,,,
Konsisten untuk terus berdoa dan berharap, walaupun keajaiban tidak datang dalam  sekejapan mata
Disinilah kita dari awal diuji,,, bukan dari titik mana atau seberapa beruforia kita terhadap memulai sesuatu,,,

tapi....

Seberapa konsistenkah, kita akan terus menjalakannya....

Best Regards,
Minggu, 26 November 2017

Rindu Menulis

Dear Sinnamate,

Salah satu kegiatan yang saya rindukan dari masa kecil adalah masa ketika saya sedang senang-senangnya mengarang tulisan, essay, atau cerita fiktif. Setiap kali ada pelajaran yang ujiannya mengarang, saya selalu mendapat nilai yang terbaik karena dinilai luas imajinasinya, panjang paragrafnya, banyak wawasannya namun selalu dikomplain karena "jelek" tulisannya.

Keluasan dari wawasan yang saya dapatkan waktu itu adalah karena kegembiraan dan besarnya rasa ingin tahu dari membaca buku. Saya ingat, sejak kelas 2 SD saya sudah mengenal buku bacaan yang tersimpan di perpustakaan SD. Ketika murid lain pulang sekolah dan membayangkan permainan apa yang sore hari akan mereka mainkan, saya justru membayangkan buku apa yang boleh saya pinjam esok hari. 

Dulu buku yang paling saya ingin pinjam adalah buku tentang dinosaurus. Sayang, sampai sekarang tidak pernah kesampaian karena waktu itu buku tersebut selalu laris dipinjam kakak kelas 5 atau 6. Saat kelas 2 SD saya pernah dikasih pinjam 3 buah cerita bergambar oleh Ibu wali kelas, karena Beliau tahu bahwa saya adalah anak yang suka membaca dan pinjam buku. Pinjaman itu selalu melekat dalam memori saya, menjadi titik awal gairah imajinasi dimulai, dan lebih berharga dibanding apabila hari itu saya diberi uang jajan atau makanan sekalipun.

Saya adalah penggemar komik, manga, cerita bergambar atau kisah fiktif berseri. Di rumah saya mewarisi berbagai kisah-kisah buku silat dari kakek saya yang kebetulan juga suka membaca. Karya-karya seperti Wiro Sableng, Api di Bukit Menoreh, Bende mataram dsb, bersaing dengan komik komik legendaris seperti Dragoon Ball, Kungfu Boy dan Detective Conan di imajinasi otak saya. Hasilnya kosakata yang saya dapat jauh lebih bervariasi ketika dituliskan dalam lembar ujian bahasa indonesia dibandingkan kawan-kawan saya di kelas.

Menginjak masa remaja, semakin lama saya semakin jauh dari dunia literasi, baik sebagai pembaca ataupun Penulis. Saya menghabiskan waktu untuk beraktivitas di lapangan dengan berbagai kegiatan seperti olahraga, musik dan segala bentuk pergaulan yang lain. Buku-buku bacaan menjadi terpinggirkan, dan semakin lama hanya menjadi tumpukkan berdebu tebal yang tersimpan di pojok lemari. Untuk menyentuhnya saja terasa lelah, bahkan untuk membuka lembar demi lembar halamannya pun enggan.

Sebenarnya saya rindu membaca dan menulis, ketika suatu saat saya berkunjung di sebuah perpustakaan daerah, jiwa literasi saya yang mungkin hampir padam terasa dinyalakan lagi. Ingin saya menulis sebuah untaian kisah yang teliti dan mengalir tak terburu-buru menuju akhir kisah. Mungkin itulah salah satu alasan kenapa saya membuat Sinnalight ini, yaitu untuk mengembalikan sebuah jatidiri besar yang telah saya kerdilkan sendiri

Best Regards,


Evaluasi 2017

Dear Sinnamate,

Hari ini saya mencoba membuka blog ini lagi setelah sekian lama vakum dari postingan. Sebenarnya kadang saya menyempatkan diri untuk membuka blog dan memilih melaksanakan editing daripada sekedar posting. Saya membaca posting-posting lama, yang ketika saya baca ada berbagai error dari sisi konten, diksi, ataupun lainnya. Dan disitulah saya selama ini bermain.

Tuntutan untuk memperbaiki kualitas isi dari tulisan di blog ini, membuat tahun 2017 terlihat njomplang  dari sisi kuantiti. Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang "produktif", saya seakan tenggelam dalam kehidupan dunia nyata yang menyibukkan dan terkesan tidak sempat untuk blogging. Memang sih, kehidupan saya di dunia nyata memang juga sedang aktif-aktif nya. Biar adil, maka saya akan bilang semuanya bersatu padu menjadi kompilasi multifaktor yang mengakibatkan blog ini jadi minim tulisan.

Bulan Desember, InshaAllah saya akan membuat target Kuantitas 30 postingan baru di blog Sinnalight. Semoga saya banyak mendapat inspirasi, ilmu dan kemudahan untuk mencapai target ini. Ayo Sinnamate terus support ya ^-^

Best Regards,
Senin, 28 Agustus 2017

Seberapa Apoteker-kah ?

Dear Sinnamate,

Halo Sinnamate, beberapa waktu yang lalu saya berpikir tentang sebuah pertanyaan yang mengusik nurani pribadi. Saya adalah seorang insan yang mengambil tanggung jawab sebuah keprofesian di bidang kesehatan, yang bergerak di bidang kefarmasian dan biasa dipanggil sebagai Apoteker. Tapi saya menimbang dalam sebuah lamunan, terbesit pertanyaan sudah seberapa Apoteker-kah saya selama ini ?

Apoteker adalah sebuah profesi yang mulia, kenapa ? karena mereka menjembatani pasien untuk mendapatkan terapi dari penyakit yang dideritanya. Seakurat-akuratnya diagnosa, atau sehebat apapun ketrampilan dan kecanggihan penggunaan alat medis tak ada artinya bila pasien yang harusnya dapat obat ternyata hanya pulang dengan tangan hampa atau pulang tanpa mengerti terhadap terapi yang sedang mereka dapatkan. Pharmacist meet this needs,,, dan itulah peran besar mereka.

Sebagai Apoteker, saya harus menyelami lebih dalam terkait sediaan farmasi, sebagamana dokter menyelami ilmu penyakit. Akan sangat menyenangkan ketika saya mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait obat dari orang lain, atau kalau bisa juga pertanyaan tentang alkes. Bisa jadi itu adalah nilai lebih dari seorang Apoteker ketika mampu menjawab yang mana benang bedah yang bisa diserap dan mana yang bukan, mana ukuran yang lebih besar atau kecil dan sebagainya.. ahhh itu adalah sebuah nostalgik masa lalu dari saya ketika bekerja untuk pelayanan ruang operasi hehe.

Itulah kenapa Apoteker punya star yang sangat relevan dan mampu menjadi core bagi keprofesian, yaitu Long Life Learner. Saya sebagai Apoteker harus belajar banyak.... belajar tentang farmasi, belajar tentang kehidupan, belajar segalanya... selamanya..

Best Regards,




Terbaik

Dear Sinnamate,

Akhir-akhir ini semangat untuk melaksanakan aktivitas sedang menurun, alhasil ada kekurang maksimalan dalam berbagai hasil yang diperoleh. Rasanya melaksanakan sesuatu seperti kurang effort atau greget, sehingga hanya sekedar "tampil, lalu lalang dan terlupakan"... pokoknya biasa banget.

Kenapa saya bisa bilang seperti ini ? karena saya pernah berada dalam kondisi sebaliknya. Saya pernah menjalani aktivitas dengan full spirit, penuh motivasi dan ada banyak keberhasilan-keberhasilan yang saya peroleh dan menjadikan kepuasan dalam menapaki setiap harinya. 

Setelah saya analisa, ternyata benar !... saya memang tidak ingin menjadi yang terbaik akhir-akhir ini. Jiwa kompetitif berkurang, dan itu berimbas pada performa atau kinerja secara keseluruhan. Saya lupa ilmu dari Master Tung Desem Waringin tentang 3 cara meraih yang kita inginkan. Saya tidak terlalu khusuk beribadah, saya kurang bersosialisasi, dan saya kurang berolahraga !.

Well, sekarang saatnya menjadi versi terbaik dari diri saya lagi. Saya ingin berhenti menjadi " versi standar" ,,, saya ingin memperbaiki diri agar bisa tampil hebat dan bermanfaat mulai hari ini... Bismillah

Semoga hari ini, kalian juga berusaha menjadi yang terbaik ya, Sinnamate =)

Best Regards,


Selasa, 01 Agustus 2017

Lebih baik dari Dunia

Halo Sinnamate, selamat pagi… ayo menjadi pejuang subuh, ayo menjadi pencari sesuatu yang lebih baik dari dunia seisinya. Anda tak perlu berkecil hati belum mendapatkan rumah, mobil, harta, pasangan hidup atau hal keduniawian lainnya, karena tiap pagi anda bisa mendapatkan yang melebihi semua itu pahalanya.
Minggu, 09 April 2017

Changing



Dear Sinnamate,
Akhir-akhir ini saya merasa jauh dari jalanNya… walaupun ibadah rutin saya usahakan dan berbuat baik saya lakukan. Namun kekurangan rasa bersyukur, kesenangan dan kecenderungan kepada dunia telah membuat saya merasa “kering” sekaligus ‘hampa”. Rasanya tidak pernah puas keinginan muncul untuk meraih segala-galanya, namun disisi lain kelelahan tidak hanya fisik maupun mental saya rasakan datang berbarengan.

Ada banyak “rezeki’ lain yang kurang saya syukuri dalam porsi doa saya. Saya hanya memikirkan biaya untuk beli A,B,C,D atau persiapan melakukan E sehari-hari keluar masuk dalam pikiran. Parahnya seperti terlupa bahwa berkumpul bersama keluarga dalam kondisi sehat walafiat; memiliki waktu luang untuk bisa menata kamar tidur menjadi lebih baik dan rapih; atau kemudahan bercengkrama bersama orang yang tersayang adalah sebuah rezeki yang lain.

Maka dari itu mulai hari ini saya berusaha memperbaiki semuanya. Saya berharap akan beristiqomah menghadapi semua hal tersebut. Aminn
Best Regards

Senyum dan jangan jutek !



Dear Sinnamate,
Mulai hari ini, mari kita lebih murah untuk menebar senyum. Senyum punya beberapa manfaat, diantaranya adalah sebagai obat hati, tanda bersyukur dan sebuah sedekah kepada sesama. Senyum adalah sebuah pertanda kebahagiaan hati dan sebuah keikhlasan terhadap penerimaan ketetapan dari Tuhan Yang Maha Kuasa. 

Mulai hari ini, mari kita tidak pelit senyum a.k.a jutek. Jutek adalah perangai sombong yang tak terucap dan tak terjumawakan. Masih heran dengan lahirnya kejutekan di lingkungan masyarakat dewasa ini, mereka malas beramah tamah kepada orang hanya karena mereka sedang susah hidup atau orang lain terlihat lebih bahagia. Kita memang pemeran utama dalam hidup masing-masing, tapi bukan berarti orang lain adalah figuran cameo yang tidak penting kan ?

Setiap orang dipertemukan dengan orang dan keadaan tertentu dengan sebuah alasan,,, menjadi lahan pahala atau lahan ujian yang akan berbuah pahala jika melewati dengan baik. So Jutek bukan pilihan, dan bukan alasan bagi kita untuk mengisi hari demi hari. 
Best Regards
Rabu, 05 April 2017

Rezeki yang halal

Dear Sinnamate,
Hai Sinnamate, jangan lupa mencari rezeki dengan cara yang halal, agar apa yang kalian raih menghasilkan outcome yang baik. Prinsip mencari rezeki kita adalah tidak hanya banyak, tapi lebih mementingkan aspek berkah karena telah didapat dengan cara yang jujur dan benar,,, jangan sampai lupa yah ^^.

Best Regards,
Selasa, 04 April 2017

Resolusi



Dear Sinnamate,
Tidak terasa tahun 2017 sudah memasuki bulan April yah,,. Kalau boleh tahu, apa resolusi kalian di bulan April ?

Bicara resolusi, ada banyak hal yang diinginkan untuk bisa diraih atau berubah menjadi lebih baik. Salah satu resolusi yang paling besar bagi saya tidak bisa dipungkiri ternyata adalah tentang jodoh (eaaaa baper dehh). Mungkin dalam range umur saya saat ini, sudah saatnya dalam periode menjalin hubungan ke sebuah jenjang yang lebih serius. Bukan  karena rekan-rekan seumuran yang sudah bergantian menyebar undangan, tapi karena semakin bertambah umur maka kita sudah dituntut hidup lebih dewasa, menjalani sebuah babak baru yang lebih bertanggung jawab dan mandiri.

Jatuh cinta memang sangat menyenangkan, dan itu tidak bisa terbantahkan hehe. Ketika seseorang sudah menikah pun, cinta harus terus dipupuk agar sebuah hubungan yang indah tetap terbina. Tapi memelihara hubungan tidak bisa hanya sekedar “cinta” saja. Karena kita pun harus memperhatikan aspek ekonomi keluarga alias penghasilan. Ini yang juga menjadi salah satu resolusi saya, mempunyai tambahan penghasilan yang baik dan mencukupi segala kebutuhan. Walaupun Alhamdulillah saya sudah bekerja, namun tidak salah juga kan mencari pintu rezeki yang lain yang mungkin belum saya temukan ?

Resolusi besar saya yang lain adalah tetap terjaganya kenyamanan, kesejahteraan hidup dan kesehatan. Semua kualitas hidup yang indah seperti jodoh dan penghasilan tidak bisa ternikmati tanpa adanya kesehatan dan kenyamanan. Saya selalu berharap bisa meluangkan waktu untuk sekedar jogging, aerobic sambil berharap syukur-syukur ada yang mengajak main basket, atau futsal di tempat sendiri. Btw, dulu jaman kuliah saya masih full power walaupun pulang kampus jam 4 sore, untuk kemudian jam 5 sore diajak tanding 3 on 3. Tapi sekarang ketika pulang jam 3 sore, capeknya sudah seperti kerja sampe jam 4 ditambah lembur 2 jam >,<. 

Overall, semua hanya bisa terlaksana atas izin Allah SWT, kita hanya bisa berdoa dan mengusahakan agar diberi kepantasan meraih apa yang diresolusikan.
Best Regards
Sabtu, 25 Februari 2017

Mengejar Goal


Dear Sinnamate,
Apa yang banyak orang ketahui tentang bagaimana memanajemen diri dalam kehidupan sehari-hari ?. Kebanyakan orang menjalani kehidupannya tanpa rencana dan membiarkannya mengalir apa adanya. Padahal bisa jadi apa yang mereka peroleh dalam hidup akan lebih baik, jika mereka mempunyai Goal yang jelas tentang apa yang ingin mereka raih dalam hidup.

Saya berusaha membuat goal-goal kecil dalam kehidupan sehari, dan sekaligus merencanakan goal besar di masa depan. Sudah saatnya berani untuk tampil mengejar berbagai impian. Namun salah satu aspek penting yang harus diperhatikan adalah janganlah merasa putus asa, atau sakit hati jika goal yang kita ingin raih tidak didapat secepat yang diharapkan =)
Best Regards,