Copyright © Light After Darkness
Design by Dzignine
Kamis, 22 September 2016

Kadang

Dear Sinnamate
Kadang manusia itu harus diberi “peringatan” dan “berita gembira” selain hanya nasehat-nasehat semata. Karena kesadaran diri manusia begitu lemah dalam melakukan hal-hal baik diakibatkan kecenderungan menyukai yang sesuai dengan hawa nafsunya.
Best Regards
Rabu, 21 September 2016

Jangan Pamrih

Dear Sinnamate
Jangan berpamrih dalam melakukan sesuatu, apalagi kepada manusia. Ikhlas lah... agar apa yang anda dapatkan lebih luar biasa dibandingkan apa yang diinginkan.

Best Regards
Selasa, 20 September 2016

Refleksi kesehatan kita

Dear Sinnamate,
Setiap hari melihat pasien yang semakin banyak membuat saya berpikir apakah ada yang salah dengan kondisi kesehatan masyarakat Indonesia di jaman sekarang ? Kenapa penyakit mudah sekali hinggap kepada diri seseorang ? apalagi penyakit-penyakit degeneratif dan kronis hampir selalu memenuhi daftar pasien di poli. Begitu rendahkah rate gaya hidup yang sehat di Indonesia ? Sulitkah melakukan preventif ? of course it’s about lifestyle.

Habit, gengsi, kepuasan akan pemujaan orang lain jika mampu bergaya hidup modern sering mengabaikan kehidupan “masa depan” dalam bentuk kesehatan. Junkfood, dunia malam beralkohol dan smoke, mungkin bagi cowo-dan cewe gaul kekinian jaman sekarang tidak terlalu berefek bagi kesehatan. Tapi bagaimana dengan beberapa puluh tahun kedepan ?

Kuratif di era sekarang tidak selalu menjadi kebanggaan. Sebenarnya mampu mengobati tanpa mampu mencegah terulang kembali adalah sebuah kerugian. Mari kita kembali ke diri sendiri, untuk sadar akan kesehatan dan menjadi pioner pencegahan dari unit terkecil di dalam masyarakat.

Best Regards,

Hak

Dear Sinnamate
Akhir-akhir ini rasanya sedang banyak kalah dan kurang.... tapi tampaknya itu hanya karena saya kurang bersyukur, kurang mencintai diri sendiri, dan kurang “menerima” diri sendiri dan apa yang telah didapat secara apa adanya. Alhasil pikiran saya selalu melihat orang lain selalu lebih baik dari saya, selalu minder dengan segala kelebihan mereka.

Jangan begitu....

Saya juga manusia, sama seperti mereka.  Saya juga punya hak seperti mereka dan mulai detik ini akan saya gunakan hak tersebut.

Best Regards

Berproses

Dear Sinnamate
Mungkin saya belum bisa bekerja dengan baik, karena saya memiliki kompetensi dan pengalaman yang masih kurang. Mental saya juga belum bisa dibilang kuat, karena masih banyak hal yang diragukan dan ditakutkan dalam melangkah. Tapi yang pasti tiap waktu, selalu perbaikan yang dilakukan. Saya bukan pribadi yang ketika tampil pertama kali langsung hebat, tapi saya adalah buah dari kerja keras dan proses untuk menjadi lebih baik lagi.

Best Regards
Kamis, 15 September 2016

Perbaikan aspek dasar melayani

Dear Sinnamate
Kemampuan melayani adalah sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan di dunia kerja. Permasalahan dari kemampuan melayani tidak hanya dari kurangnya skill, tapi juga kurangnya motivasi dasar atau gairah untuk “melayani” orang lain. Gengsi ketika diartikan sebagai “pelayan” dan kecenderungan untuk “dilayani” oleh sesama membuat kemampuan ini tidak bisa dikatakan semudah membalikkan tangan. Setiap individu harus memperhatikan perbaikan hal-hal dasar ketika belajar memberikan pelayanan kepada orang lain, yaitu antara lain:

1.      Perbaikan Skill
Modal dasar dari melayani seseorang adalah pengetahuan dan ketrampilan. Tentu kita tidak mungkin melayani seseorang dengan apa yang tidak mereka butuhkan. Kompetensi yang dipunyai kita gunakan untuk memenuhi keinginan mereka akan suatu hal. Jika problem mereka berhasil diselesaikan, tentu mereka akan mendapatkan kepuasan.

2.      Perbaikan Attitude
Ini adalah aspek yang paling sering dikeluhkan dalam dunia pelayanan service. Cara berbicara, cara ekspresi muka, bahasa tubuh, nada suara, ketrampilan mendengar dan penampilan fisik adalah hal-hal yang harus dilatih dan”dipoles” dalam memberikan kualitas terbaik dari pelayanan. Bagaianapun juga pelanggan ingin melihat penampilan menarik dari pelayanan yang diberikan kepadanya

3.      Perbaikan Mindset
Pelanggan adalah bos ? bagi saya pelanggan adalah mitra. Jika kita mitra, maka akan ada win-win solution dari pelayanan yang menguntungkan bagi mereka dan juga bagi kita. Tidak hanya salah satu saja yang menguntungkan, karena tak ada artinya juga pelanggan puas, kita babak belur, atau kita puas pelanggan kabur hehe. Mindset yang dibangun yaitu pelanggan adalah orang yang penting bagi kita maka berikan yang terbaik untuk mereka.

Demikian hal dasar yang harus diperbaiki dari masing-masing individu dalam belajar memberikan pelayanan. Saya juga sedang belajar dalam melayani orang lain sehingga juga sedang melakukan perbaikan

Best Regards

Menasehati tanpa embel-embel

Dear Sinnamate
Mari kita belajar untuk menyebarkan dan menasehati kebaikan dengan lemah lembut, tanpa kekerasan, tanpa menjatuhkan pihak lain, tanpa merasa lebih dan utama dari yang lain dan sebagainya.

Best Regards