Copyright © Light After Darkness
Design by Dzignine
Senin, 06 Juni 2016

Menjauhi Prasangka

Dear All,
“Jauhilah kalian dari kebanyakan persangkaan, sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa”  (QS. Al-Hujuraat: 12).

“jauhilah prasangka, karena prasangka itu adalah perkataan yang paling dusta” (HR. Bukhari-Muslim).

Kebanyakan orang, termasuk kita sangat suka berprasangka. Beruntung jika mampu berprasangka baik, namun yang lebih sering untuk dilakukan ternyata adalah prasangka negatif. Misalnya ketika sedang menghadapi suatu masalah atau berurusan dengan seseorang, kita sering berprasangka negatif terhadapnya. Kita layaknya orang yang mengetahui masa depan ; bisa menduga apa yang akan terjadi, apa yang ada di hati, dan apa yang ada di pikiran orang lain. Padahal semuanya itu adalah belum pasti.

Prasangka itu merubah mindset, merubah gerak, dan merubah sikap kita terhadap hal yang disangkakan itu. Alhasil karena perubahan itu, maka menyikapinya menjadi keliru dan prasangka itu malah akhirnya menjadi kenyataan. Misal kita menyangka orang lain membenci kita, lalu kita menjadi menjauh darinya, tidak suka padanya padahal dia sebenarnya tidak ada masalah dengan kita. Akhirnya karena sikap kita berubah kepadanya, maka dia malah menjadi benar-benar membenci kita. Itulah fakta dari prasangka.

Itu baru berprasangka dengan makhluk, belum dengan Allah SWT. Sangat sering sekali manusia berprasangka buruk kepada Rabb nya, terutama jika menghadapi masalah hidup. Manusia selalu merasa hidup tidak adil, dan selalu mendapat ujian dari Nya. Padahal Allah SWT mengharapkan setiap manusia untuk mendapatkan segala kemudahan hidup. Ada sebuah hadis muttafaqun'alaih :

Rasulullah bersabda " Allah telah berfirman Sesungguhnya Aku sesuai persangkaan hamba kepadaKu"

Salah satu contoh nyata dari prasangka adalah berpikir negatif. Kita tidak boleh berpikir negatif, sebelum telah tampak memang ada hal-hal yang buruk pada diri suatu hal. Salah satu implikasi dari prasangka buruk adalah fitnah dan menggunjing. Dan hal itu adalah hal yang dilarang juga oleh Allah SWT

Janganlah kalian menggunjingkan satu sama lain. Apakah salah seorang dari kalian suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya. Bertaqwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah itu Tawwab (Maha Penerima taubat) lagi Rahim (Maha Menyampaikan rahmat).” [QS Al Hujurat: 12]

Semoga Ramadhan kali ini, perjuangan kita untuk menahan dahaga dan lapar tidak sia-sia karena kita berprasangka buruk kepada suatu hal..amin
Best Regards, 
 


Sabtu, 04 Juni 2016

Tidak bisa Lepas

Dear All,
Salah satu cara yang saya tahu untuk mengurangi kritik dari orang lain adalah dengan menghindari kesalahan dan tidak membuat hal yang melanggar aturan. Tujuannya adalah untuk menghindari celah orang lain dalam mencari-cari kesalahan kita dan menjadikannya sebagai bahan bulliying. Namun yang pasti orang yang seratus persen benar pun tidak akan pernah bisa lepas dari permusuhan orang lain kepadanya. Ya... itulah dunia, tempat dimana masih ada setan yang hidup sampai akhir jaman. Jika ingin hidup damai tentram, maka di akhirat tempatnya, dengan syarat masuk Surga. Jadi kesimpulannya ? Tetap berpeganglah terhadap kebaikan, apapun yang terjadi.
Best Regards,

Marhaban ya Ramadhan...

Dear All,
Hai Sinnamate, sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan. Walaupun Pemerintah secara resmi belum menentukan kapan kita akan mulai menjalankan ibadah puasa (semoga bareng), namun suasana yang dirasakan di lingkungan kita saat ini sudah layaknya memasuki bulan tersebut. Sebagai muslim mari kita sambut gembira kedatangan bulan ini ; sebuah bulan dimana amal ibadah kita dinilai berlipat ganda beserta ampunanNYa. Bukan malah tidak semangat karena terbawa aura lemas dan lesu kelaparan >,<.

Apa target saya di Ramadhan kali ini ? emmm, sejujurnya saya hanya menargetkan ibadah yang saya jalani lebih baik secara kualitas dan kuantitas dari tahun kemarin. Saya juga berharap dimudahkan dalam menahan hawa nafsu, termasuk dihindarkan dari hal-hal atau orang-orang yang menguras kesabaran. Kebanyakan orang berkepribadian merasa sikap mereka baik-baik saja ketika mereka sebenarnya membuat emosi orang lain, bahkan menuduh balik yang didzalimi sebagai orang yang sensitif dan mudah emosian. Saya berharap semoga orang-orang yang seperti ini untuk dijauhkan dari kehidupan saya hehehe. Aminn

Jadi, mari kita sambut Ramadhan, semoga angka kriminalitas menurun di bulan ini. Mohon Maaf lahir Batin Sinnamate
Best Regards,



Menjadi Supervisor di Usia Muda

Dear All,
Hai Sinnamate, bagaimana aktivitas anda saat ini ? semoga hari ini kalian berhasil mencapai hal yang diinginkan atau merasakan kebahagiaan dan kesehatan. Aminnn. Malam ini saya mencoba membuka Sinnalight, untuk sekedar menuliskan sedikit hal biar ada satu hal yang bisa menjadi bahan postingan di bulan juni. Biar ngga kosong-kosong amat #jujurbangetgue. hehehe

Throwback ke 2 tahun yang lalu, saat saya pertama kali bekerja di sebuah Industri Farmasi. Posisi di tempat kerja yang saya dapat waktu itu adalah menjadi seorang Supervisor. Posisi itu terdengar keren di telinga, namun menuntut sebuah tanggung jawab yang besar. Di berbagai macam tempat kerja, level supervisor berbeda-beda. Di Industri Farmasi, para fresh graduate Apoteker bisa saja meraih posisi itu jika berhasil lolos interview. Namun di unit kerja lain, misal di sebuah perusahaan swasta ; level supervisor mungkin bisa didapat setelah bertahun tahun pengalaman kerja diraih dan berawal dari jenjang karir yang bertingkat-tingkat.

The Main Problem is " Supervisor is Supervisor"

Entah Fresh Graduate atau bukan, Supervisor adalah supervisor. Mereka mempunyai tanggung jawab yang sama, sebagai penjembatan antara atasan dan bawahan, yes thats main job of supervisor. Untuk Apoteker ; baru lulus kuliah pun, ketika mereka menduduki posisi SPV, maka dia langsung mempunyai anak buah ; bahkan dengan jumlah yang banyak jika dia di departemen Produksi. The Ideal Supervisor adalah perpaduan seorang staff yang memiiki kemampuan teknis, manajerial, moral dan Leadership yang bagus. Lantas, jika kita seorang fresh grad, bagaimana mungkin kita bisa langsung memiliki semuanya ???

Itulah yang saya alami dulu, ketika kegalauan melanda saat saya sendiri dengan pengalaman nol harus menjadi SPV. Saya dituntut belajar banyak hal, baik itu dari atasan maupun bawahan ; karena saya bertanggung jawab untuk tahu semua hal secara detail maupun gambar besar kebijakan secara umum. Di awal karir, jujur saja rasanya cukup berat saya harus mengusung jabatan ini, dan ada banyak hal yang merasuki pikiran saya baik positif atau negatif. 

Menjadi supervisor adalah sebuah hal yang dapat menjadi pijakan karir ke jenjang yang lebih tinggi. Berdasarkan latar belakang pendidikan dan kompetensi, kita ditempatkan di posisi tersebut oleh atasan. Namun itu tidak mendukung semuanya akan menjadi lebih baik bagi hidup supervisor ; karena untuk pertama kali pasti dia akan mendapatkan masalah terkait RASA HORMAT. Rasa hormat akan menjadi barang langka, apalagi dari rekan kerja atau bawahan yang memiliki tingkat senioritas tinggi secara pengalaman dan usia. Sebagian dari mereka berpikir "ah bos baru kita masih muda, belum tahu apa-apa".

Salah satu cara untuk menjawab keraguan mereka adalah belajar untuk fokus di pekerjaan kita. Para senior sebenarnya hanya butuh dihargai dan dirasakan kehadirannya. Wajib bagi kita untuk tetap membina hubungan baik dengan mereka, walaupun mereka kadang berusaha mencari masalah dengan kita. Yang penting adalah, kita sadar kalau kita dibayar oleh tempat kerja kita untuk menyelesaikan pekerjaan ; bukan fokus mengurusi rekan kerja.
Best Regards,
Kamis, 02 Juni 2016

A half of 2016

Dear All,
Hai Sinnamate, akhirnya kita mulai memasuki bulan Juni. Tidak terasa sebentar lagi kita akan berganti tahun, bahkan momen yang lebih dekat lagi adalah sebentar lagi kita memasuki bulan Ramadhan. Waktu ternyata berjalan dengan sangat cepat.

Hari ini 2 Juni, tanggal yang sama ketika 2 tahun yang lalu saya memulai diri untuk bekerja secara profesional untuk mendapatkan penghasilan. Saya ingin merefleksikan diri, perubahan apa yang saya telah raih selama ini. Puji Syukur, saya telah mendapatkan sedikit banyak pengalaman bekerja ; disertai dengan suka dukanya hehe.

Mari menyukai pekerjaan kita, niatkan kepada ibadah agar semuanya menjadi berkah
Best Regards,