Copyright © Light After Darkness
Design by Dzignine
Sabtu, 27 Juni 2015

Stok opname

Dear All,

Tampaknya... saya sedang kesulitan untuk meluangkan waktu untuk sekedar online dan memposting sesuatu. Hari ini saya dan tim kerja saya sedang mempersiapkan diri untuk melakukan stok opname. Dimulai dari menghitung semua item obat, mencatat dan membuat list nya, hingga menghapus satu-satu item yang masih menggunakan kode lama di sistem komputer untuk mencegah terjadinya salah entry data.

Beruntung  hari ini pelayanannya sedang off, jadi kami bisa konsentrasi untuk melakukan persiapan. Bila  sudah memulai dari sekarang, maka pelaksanaan stok opname di hari H bisa lebih efektif dan membutuhkan waktu yang lebih sedikit. Cukup sudah saya harus pulang malam karena pekerjaan,, apalagi besoknya harus masuk untuk pelayanan seperti biasa (mending kalo libur)  ><...

Doakan semoga lancar yahh...

Best Regards,
Selasa, 23 Juni 2015

Berbuatlah Baik untuk menggapai Ridha-Nya

Dear All,

Berbuatlah baik lah...

Itu adalah salah satu nasehat yang terdengar sederhana tapi merupakan nasehat yang sangat mendasar dan bermakna. Kalau dipikir-pikir, sudahkah kita berbuat baik sepanjang hari ini ???

Bukan bermaksud untuk menghitung-hitung amal perbuatan, karena saya pun hanya bisa harap-harap cemas, apa yang saya kira telah disebut "berbuat baik" dan telah dilakukan, akankah pantas dianggap "berbuat baik" pula oleh Alloh dan kemudian diridhai olehNya ?. Jangan-jangan niat saya belum benar, cara saya melakukan belum benar, bahkan perbuatan saya justru tidak benar dan malah berdosa...

Tapi seorang hamba harus berprasangka baik kepada Tuhannya, dan saya harus yakin bahwa Alloh Maha Mengetahui dan Maha Adil, Dia memberikan Ridha kepada siapa-siapa yang mempunyai niatan baik yang murni dalam hati untuk melakukan kebaikan. Kita tidak perlu mencurigai atau merisaukan niatan orang lain dalam berbuat baik, dan biarlah itu menjadi urusannya dengan Alloh. Yang penting adalah kita sendiri, sudahkah kita memurnikan niat hanya untuk RidhaNya ?...

Keselamatan kita di dunia dan akhirat tergantung dari Ridha Alloh. Walaupun seseorang punya tindakan baik segunung ataupun pahala selangit, jika Allah tidak meridhai sungguh celaka. Maka dari itu ajakan untuk berbuat baik harus mencambuk semangat untuk terus berikhtiar dan juga meluruskan niat menggapai RidhaNya.

Sebenarnya ini adalah sebuah update-an status dari seorang teman dari seorang teman di akun whatsapp-nya... lantas kenapa saya malah terpikirkan untuk uraikan begini dan begitu ? hehehe, maaf jika tampaknya saya melanggar hak cipta (mungkin yang punya status tidak membaca postingan ini)...tapi terimakasih karena telah menginspirasi, dan saya anggap status-status seperti ini jauh lebih baik dari status orang yang mencela hidup orang lain atau dirinya sendiri. Hmmm.. semoga menjadi refleksi diri agar bijak membuat "status".
Best Regards,

My First Project is always about Labelling...

Dear All,
Dalam pekerjaan saat ini, saya sedang membuat project di luar rutinitas pekerjaan sehari-hari. Saya belajar dari tempat bekerja yang dulu, jika kita ingin berkembang dalam pekerjaan kita, lakukanlah hal baru di luar rutinitas kerja, misal membuat project untuk meningkatkan kualitas pekerjaan, baik itu membuat sesuatu hal yang baru maupun mengembangkan sesuatu yang sudah ada. Ditempat kerja yang dulu saat masih baru-barunya masuk sebagai staff baru, saya juga menggarap sebuah project tentang labelling machine.

Labelling adalah melakukan penandaan terhadap suatu hal, agar ada kemudahan seseorang untuk memahami sesuatu yang diberi tanda itu. Ini merupakan sebuah implementasi dari konsep 5 R yaitu Ringkas, Rajin, Resik, Rapi,  dan Rawat.5 R adalah sebuah konsep dan metode yang dikenal membantu meningkatkan efektivitas dan efesiensi di dunia kerja, sehingga banyak digunakan dalam environment managing di skala industri. Jadi project ini memang tidak seremeh sekedar kegiatan tempel-menempel kertas label saja, tapi harapannya adalah memiliki output yang nyata bahkan sampai pada level  zero defect and error outcome (nol kesalahan).

Saya dulu membuat labelling SOP (standar operating procedure) pemakaian mesin produksi obat yang diringkas menjadi bahasa yang lebih mudah dipahami (dalam bentuk skema kerja), kemudian label itu ditempel di badan mesin, dengan tujuan memberikan pemahaman dan pengingat bagi para operator mesin atau bukan operator mesin (misal karyawan baru, atau operator pengganti) untuk menggunakan mesin sesuai standar pemakaian dan kemanan yang ada. Dalam proses pembuatannya, saya mengkombinasikan SOP dengan cara pemakaian sehari-hari para operator (sekaligus checking tingkat pemahaman mereka mengenai SOP pemakaian mesin, apakah mereka sesuai prosedur ? atau byepass prosedur ? atau malah SOP nya yang salah). Tidak jarang para operator justru menyampaikan kalau prosedur di SOP terlalu berbelit-belit, atau ada juga operator yang menyederhanakan prosedur karena menilai prosedurnya terlalu panjang. Sehingga mereka menggunakan cara mereka sendiri dalam keseharian praktis. Label selalu diletakan di tempat yang terjangkau oleh personil, ataupun orang asing (terutama jelas dari pandangan mata dan mendapat pencahayaan yang cukup). Tujuannya agar mereka bisa melihat standar pemakaian mesin dengan jelas.
Di tempat bekerja yang baru, saya juga membuat project, dan project pertama saya adalah tentang labelling juga. Tapi disini saya tidak membuat labelling tentang protap atau SOP penggunaan mesin, kenapa ? karena tidak ada mesin disana hehe. Adanya hanya kulkas, AC, dan pintu... tentu saya tidak akan membuat SOP Menyalakan AC hehehe, (jika itu terjadi, saya bingung labelnya tempel dimana ? di tembok atau di remot ? *niatbangetmikir). Di ruangan saya hanya lemari atau rak berisi obat dan alat kesehatan. So  tentu yang saya lakukan adalah membuat labelling nama obat dan alkes itu. is it simple ? yups... lantas kenapa harus saya beri label ? karena pada dasarnya konsep dari penyimpanan obat adalah JELAS penandaan, dan disimpan SESUAI dengan SYARAT PENYIMPANAN agar memiliki kualitas yang terjaga. Tujuan dari jelas penandaan adalah mencegah dispensing error, yang biasanya adalah salah ambil obat (karena obat nya tidak jelas tandanya). Nah kalau yang diambil salah adalah obat yang High Alert Medication atau obat yang perlu perhatian kusus (salah kasih obat, nyawa jadi taruhan) kan bisa berbahaya. Jadi saya harus PASTIKAN tidak ada salah pengambilan obat dengan memberikan penandaan SEJELAS mungkin terhadap item obat dan alat kesehatan.

Labelling dimulai dengan pemberian label nama obat. Label saya bedakan antara obat dan alat kesehatan dengan warna kertas yang berbeda. Kemudian saya berikan nama obat di label dengan nama generiknya berikut dilengkapi dengan nama dagangnya. Selanjutnya dilengkapi dengan kekuatan sediaan plus bentuk sediaan (apakah injeksi, tablet, syrup). Lalu buat label khusus untuk obat-obat yang termasuk kategori LASA (Look alike sound alike / terlihat dan terdengar mirip)... seperti ASAM mefenamat dan ASAM traneksamat, yang terlihat dan terdengar mirip bagi orang-orang yang sedang hilang konsentrasi. Padahal obatnya beda efek. Kemudian buat juga label khusus yang ditempel di kemasan terluar dan kemasan terdalam obat untuk obat-obat yang termasuk golongan High Alert Medicine. Obat-obat ini harus dipisahkan penyimpanannya dari obat-obat yang lain, kemudian berikan tanda bahwa lokasi penyimpanan tersebut adalah lokasi penyimpanan obat High Alert.

Efek paling kerasa saat saya membuat project ini adalah, penyimpanan menjadi lebih rapi, tertata, dan memudahkan saya pribadi untuk mencari item obat dan alkes. Tapi yang lebih penting, pasti saya berharap labelling  ini mampu mencegah dan menghilangkan potensi Medication and dispensing error. Aminn
Best Regards,
Minggu, 21 Juni 2015

My Basket's Life...

Dear All,
Saya tidak tahu kenapa bisa punya pengalaman hidup dengan olahraga yang satu ini. Bahkan tidak hanya pengalaman, tapi saya pernah merasa olahraga ini menjadi satu-satunya hal yang saya fokusi sehari-hari. Padahal sebelumnya, saya bahkan tidak pernah membayangkan akan melemparkan bolanya dengan sengaja dalam sebuah permainan resmi.

Yups...Olahraga ini bernama basket. Sebuah olahraga yang dikenal luas dan menjadi favorit di negara Amerika Serikat, dengan berbagai ikon-ikon terkenal seperti NBA dan Michael Jordan nya. Olahraga ini dikenal sebagai olahraga nya orang-orang dengan postur tinggi (meskipun banyak juga pemain tidak tinggi tapi berkualitas jempolan). Jadi yang merasa berpostur kecil dan pendek biasanya pada minder duluan. Saya sendiri memang lumayan tinggi dibanding dengan teman sebaya, tapi itu sebenarnya bukan alasan kuat kenapa saya nekat mendaftar diri ke kegiatan basket di sekolah (modal tinggi doang itu, mau jadi pemain basket atau ring basket ? wkwk).

Pertama kali pegang bola basket adalah saat SD, saat saya dibelikan bola basket dan bola american football oleh orang tua sebagai hadiah ultah. Padahal saya minta dibelikan bola kaki, tapi kenapa yang datang 2 bola ini masih menjadi misteri (wkwk). Bahkan sampai sekarang saya masih bingung bagaimana memainkan si lonjong bola american football ini dengan teman-teman saya. Bola basket pernah saya coba mainkan di lapangan basket SMA di sebalah SD saya. Tapi karena saya ngga ngerti peraturan bermainnya alhasil cuma lempar-lemparan ngga jelas. Sempet saat saya sedang main waktu itu, ada beberapa orang dewasa datang dan mereka mengambil alih lapangan bola basket yang sedang saya dan teman-teman gunakan, karena mereka akan main full satu lapangan(waktu udah gede, gantian mengambil alih lapangan dari anak SD yang lagi main bola kaki di lapangan bola basket hehe)

Selanjutnya melihat ada orang main basket lagi adalah saat SMP. Waktu itu ada lomba basket antar kelas (semacam class meeting), dan setiap kelas wajib mengirimkan satu tim untuk berpartisipasi. Meskipun saya lumayan tinggi, tapi saya tidak pernah ikut tim kelas. Biasanya sih kalau ada lomba begini yang menang adalah tim nya kakak kelas (apalagi kelas 3), karena mereka tinggi-tinggi banget kaya anak kuliahan (beda banget sama anak SMP jaman sekarang yang seperti anak SD, dan anak SMA yang seperti anak SMP).

Nah saya baru pegang bola basket lagi saat akan ujian praktik menjelang lulus SMP. Kalau ngga salah ujiannya adalah free throw, semacam lempar bola dari kotak penalty gitu lah, sama drible lurus dan zig zag. Demi melancarkan ujian, saya sehari sebelumnya berlatih dengan membawa bola basket saya ke lapangan SMA sebelah SD, demi melatih tangan biar kuat melempar bola (wkwk kasian amat biar kuat katanya). Targetnya tidak muluk-muluk, yaitu tidak harus masuk tapi minimal kena ring. Sampai disana saya malah ketemu anak SMA yang ngekos di daerah saya, dan saya dikira atlet basket SMP lagi latihan (mungkin secara tampilan udah meyakinkan kali yee). Besoknya pelaksanaan ujian pun dimulai, dan target berhasil dicapai. Saya berhasil mengenai ring, dan lumayan lancar drible nya (walaupun daripada disebut drible lebih mirip nabokkin bola).

Saat saya SMA, setelah saya merubah target saya dalam menjalani kehidupan sekolah seperti yang pernah saya ceritakan di postingan sebelumnya, saya memilih basket sebagai ekstrakulikuler saya. Dan ternyata apa yang terjadi dalam pelaksanaan berbeda 180 derajat dengan angan-angan. Pak B, pelatih ekstra basket dan juga guru olahraga saya, adalah pelatih profesional dan wasit basket tingkat nasional. Beliau adalah pelatih hebat dan kenyang pengalaman serta bertekad membentuk peserta ekstra basket menjadi sebuah tim yang benar-benar disiapkan untuk kompetisi. Bayangan saya tentang ekstra basket yang hanya main-main saja sirna, saat di hari pertama saya lihat kakak kelas saya sudah pada ber action layaknya atlit-atlit basket. Sementara saya dan beberapa anak-anak baru peserta ekstra basket masih diajari hal-hal dasar seperti drible dan shooting, sementara mereka yang sudah senior bermain dalam game yang seru. Saya bingung, dan sibuk memikirkan apakah saya akan lanjut atau tidak dengan ekstra ini... tapi kalau kelua,r apakah boleh ? padahal saya baru hari pertama masuk ekstra >< . Salah satu kakak kelas, mendekati saya dan bilang "ehh..kamu tinggi juga, cocok buat posisi center kita"..saya bengong dan menjawab "emm.. center itu apa mas ?" haha ketauan banget orang awam basket. 

Kami menjalani pelatihan ketat dan  digenjot secara fisik dan mental. Seminggu kami menjalani 3 kali pertemuan, yaitu senin, rabu dan jum'at. Kalau misalnya hujan, karena lapangan kami outdoor maka kami latihan di lorong-lorong kelas, yaitu latihan drible, fisik seperti skipping atau mendapat materi strategy permainan. Bila ada turnamen dalam waktu dekat, latihan tambah satu hari di hari minggu, kemudian hampir setiap hari ada latihan ringan jam 09.00. Saya langsung berubah item, dan beberapa teman malah kepikiran pakai sunblok (kemayu tenan hehe). Turnamen besar yang pernah kami hadapi adalah turnamen POPDA kabupaten hexos cup, surya pro cup dan masih banyak yang lain (mentok juara 4 turnamen). Pengalaman kami yang demam panggung menjadi pembelajaran besar, terutama saat kami harus berhadapan dan melihat permainan dari sekolah-sekolah lain yang hebat-hebat. Walau  begitu kami maksimal bisa mencapai semifinal. Lumayan juga hidup berasa atlit sekolah.

Pengalaman saat saya masih kelas X SMA itu, membuat kehidupan berat yang saya alami saat saya ekstra basket berubah menjadi rasa suka. Terbukti dengan tidak ragu saya tetap mendaftar ekstra basket. Padahal saya bisa saja pindah ke ekstra lain yang lebih nyaman, namun saya tetap saja bermain di tim itu. Latihan menjadi semakin keras, dan saya malah merasa latihan di ekstra saja tidak cukup untuk mmengembangkan skill dan fisik. Maka saya hampir selama seminggu full bermain basket, tidak peduli hujan atau cerah. Jika ada satu hari tanpa bermain basket rasanya ada yang kurang. Beruntung, teman-teman di luar SMA juga sedang keranjingan basket, dan mereka selalu setia menemani saya bermain basket saat minggu pagi. Istilahnya saya dapat latihan fisik dan teknik saat ekstra, lalu saya ujicobakan dan improvisasikan saat bermain dengan teman-teman saya saat hari minggu. Tanpa sadar skill saya berkembang. terbukti saat ada turnamen basket antar kelas di sekolah, saya bersama tim kelas saya berhasil menjadi juara 1, dengan mengalahkan semua lawan dari babak penyisihan sampai final, dan alhamdulillah saya dapat reward as Most Valuable Player. Satu gelar yang saya tidak pernah sangka dan saya pilih dedikasikan gelar ini untuk perjuangan dalam berlatih basket itu sendiri.

Walaupun begitu, jam terbang kami masih kalah dengan sekolah lain, khususnya tim putra. Tapi tim putri SMA kami, mampu menembus juara 1 tingkat kabupaten atau regional. Saat mereka main, gantian kami sebagai tim putra yang jadi cheerleader mereka hehe. Saya sendiri memang tidak terlalu mentargetkan diri sebagai atlit yang beneran, jadi pencapaian saat SMA sudah cukup dan membanggakan. Saat kuliah di Farmasi, saya sempat ragu apakah ada yang suka basket di angkatan saya, ehh ternyata ada yang atlit juga yaitu teman saya yang asli jakarta. Semester awal saya masih sempat meluangkan waktu main basket bareng dia dan teman-teman yang lain sebelum mulai sibuk karena ada praktikum. Di Farmasi sendiri tidak ada tim resmi, namun kami pernah membuat tim dadakan berisi 6 orang (padahal basket kan ber 5, bisa dibayangkan capenya T.T) untuk mengikuti turnamen fakultas. Dengan personil seadanya, kami Alhamdulillah bisa meraih juara 2. Lumayan lah daripada langsung tersingkir di babak awal hehe.

Sejak saat itu sampai sekarang saya sudah jarang bermain basket lagi. Sudah lupa rasanya jump shoot, mungkin juga sudah salah langkah kalau disuruh lay up. Pegang Bola mungkin sudah seperti pegang bola berduri, bukan bola yang lengket lagi. Sebenarnya saya rindu berlari di lapangan, rindu mencetak poin, terutama tembakan 3 angka di saat yang penting... atau rindu diteriakan dan disemangati oleh pendukung yang riuh... That was awesome moment... bagaimanapun saya pernah menjalani masa muda yang menyenangkan dulu... dan berharap bisa menemukan hal yang menarik lagi..seperti bagaimana dulu saya tertarik pada basket =).
Best Regards,

Jumat, 19 Juni 2015

Siap Berikan 100 persen ?

Dear All,
Saya sedang membuat sebuah refleksi... apa yang sudah 100 persen saya berikan selama ini dalam kehidupan ?

Saya masih merasa seperti Baymax yang kehabisan baterai, entah kenapa... walau saya tahu, seharusnya tidak boleh begitu. Sebenarnya apa yang harus saya fokuskan sudah ada di depan mata, namun saya masih belum menunjukkan winning attitude yang seharusnya dalam menghadapi yang di depan mata itu...apakah memang tidak bisa atau belum bisa ?
Balalala...
Best Regards,
Rabu, 17 Juni 2015

Ramadhan Tahun ini...

Dear All,
Alhamdulillah,, Marhaban Ya Ramadhan.. Bulan penuh keberkahan yang dicinta sudahlah datang, dan Syukur banget saya dan keluarga masih bisa dipertemukan dengan bulan penuh barokah ini. Lebih bersyukur lagi, saya tidak menjalani bulan Ramadhan ini di perantauan sana, karena saya sudah bekerja di daerah sendiri, dan bisa kumpul dengan keluarga.

Berbeda dengan tahun lalu, dimana setelah beberapa minggu setelah hari pertama kerja di perantauan, saya langsung disambut oleh bulan Ramadhan. Saya mengalami banyak kebingungan karena saya masih belum familiar bagaimana memanajemen diri menghadapi Ramdhan, terutama terkait makan sahur. Jadi inget hari pertama sahur, saya dan teman sampai harus menembus dinginnya malam kota Cimahi hanya untuk mencari nasi kuning, dan mie instan rebus yang sayangnya banyak semutnya T.T (Ngga jadi dimakan).

InsyaAlah, saya baru saja menjalankan ibadah sunnah Tarawih, dan bertekad bisa istiqamah menjalankannya. Kapan lagi beribadah sunnah rasa wajib selain di bulan ini ? Harapannya, besok rutinitas pekerjaan mampu berubah mindsetnya menjadi ladang ibadah dan pahala, sehingga tidak menjadi beban, baik mental atau fisik di bulan Puasa.... Aminn

Selamat menjalankan Ibadah Puasa, mohon maaf lahir batin
Best Regards,
Selasa, 16 Juni 2015

Evening Breeze...

Dear All,
Salah satu suasana yang paling ingin saya rasakan bagi saya adalah saat bisa bersantai di atas gedung tinggi atau tempat yang tinggi dan merasakan sepoinya angin, kemudian melihat pemandangan di sekeliling ataupun kejauhan, dengan disinari sinar matahari sore yang kuning kemerahan. Sembari ditemani oleh sebuah gitar dan segelas kopi susu...ah damainya...

Saya pernah mencobanya saat masih tinggal di mess dulu, dan rasanya memang sangat syahdu dan epik banget, apalagi sambil memainkan salah satu lagu OST Angel Beats, sebuah anime Jepang. Lagu itu berjudul Evening Breeze, sebuah instrumental akustik.

                       Lagu yang sebenarnya sudah lama saya cari... Evening Breeze

Setiap orang memiliki waktu, tempat, dan cara masing-masing untuk menemukan kedamaian, termasuk juga anda...selamat mencari yahh
Best Regards,