Copyright © Light After Darkness
Design by Dzignine
Jumat, 07 Agustus 2015

Pengalaman Kompre (Apotek)

Dear All,
Saya pun mengalami ujian kompre dan sudah melewatinya. Apotek adalah tema pertama yang harus saya hadapi terlebih dulu. Secara jadwal, saya mendapat nomor urut 2 dari terakhir dan mendapat penguji dosen internal kampus yang diwakili seorang profesor dan dosen eksternal yang diwakili seorang praktisi kepala apoteker wilayah barat cabang kabupaten saya. Tidak dipungkiri, menghadapi suasana ujian yang disetting horor dan juga mendengar nama-nama besar sang penguji membuat saya grogi. Dan benar...awal-awal saya diintrogasi, perasaan tidak enak menyeruak. Saya sebenarnya hanya diuji 4 pertanyaan, yaitu tentang break event point, death stock, perhitungan pajak, dan feasibility study. Sama sekali tidak ada pertanyaan mengenai skrining resep atau hal lain. Tapi sayangnya 4 tema itulah yang sejatinya saya tidak terlalu menguasai haha ><.

Pertanyaan pertama adalah tentang death stock, yaitu mengenai apa dan bagaimana pentingnya mengelola stok di apotek. Kemudian pertanyaan kedua adalah tentang break even point alias kapan balik modal. Pak Prof memberikan saya sebuah soal cerita mengenai pendirian Apotek, yang membuat saya harus berpikir double karena harus paham terhadap cerita bapaknya. Berkali-kali saya mencoba berhitung dan berkali-kali keliru sampai ujungnya benar setelah berapa kali entah mencoba jawab hehe...pertanyaan terakhir dari pak prof mengenai studi kelayakan terutama aspek apa yang perlu diperhatikan saat akan mendirikan apotek. Disini saya mendapat pelajaran dan ilmu penting dari beliau mengenai aspek dalam hal tersebut. Pertama, beliau menganalogikan dengan aspek yang perlu diperhatikan dalam mencari istri (entah kenapa Beliau menganalogikan dengan ini ><), aspek yang perlu diperhatikan adalah apakah si calon itu wanita MUSLIMAH dan SHALIHAH atau tidak. Pelajaran kedua (yang ini beneran tentang Apotek) adalah yang perlu diperhatikan saat mendirikan Apotek adalah aspek moral. Maksudnya adalah perlu diperhatikan, ada atau tidak APOTEK berdiri di DEKAT tempat yang akan kita buka APOTEK. Secara aturan memang tidak ada sesuatu hal yang membatasi radius berapa apotek yang satu dengan yang lain berdekatan. Tapi secara aspek moral profesi, btidak bisakah kita membiarkan daerah tersebut sebagai area praktik saudara seprofesi kita ?bukankah pendekatan pendirian Apotek tidak semata hanyalah bisnis melainkan juga tempat praktik kesehatan ? sementara masih ada daerah lain yang belum terjangkau keberadaan Apotek. Mendengar uraian pak Penguji, saya terkesima...sampai lupa jawab haha.

Pertanyaan terakhir dari penguji eksternal yang tampaknya sudah kasihan melihat saya dicekoki pertanyaan yang mendalam dari pak prof pun akhirnya diberikan. Beliau dengan baik hati hanya memberikan satu pertanyaan, yang ternyata adalah salah satu bab yang paling pamungkas yaitu pajak apotek. Lengkap sudah otak saya bekerja keras hari ini. Soal ceritanya untuk dibuat sederhana, yang sayangnya tetap saja saya bingung. Setelah beberapa kali coba, akhirnya saya berhasil menyelesaikannya dengan benar. Kedua penguji tersenyum pada saya, entah lucu, miris atau bagaimana melihat jawaban jawaban saya hehe... tapi sudahlah yang jelas hari itu saya sudah berusaha keras,dan hasil saya serahkan pada Alloh SWT, walaupun saya masih tidak karuan memikirkan hasilnya. Tapi tidak boleh saya lanjutkan kegalauan karena masih ada hari esok...hari kedua kompre.
Best Regards,

Kamis, 06 Agustus 2015

Ujian Komprehensif... horror atau tidak ?

Dear All,

Semalam saya dapat curhatan temen yang mau ujian komprehensif Profesi Apoteker. Apa itu ujian komprehensif ? Ujian Komprehensif adalah ujian, bisa lisan atau tertulis (tergantung kampus) untuk menilai kompetensi para calon Apoteker, terutama bagaimana cara mereka mensinergikan penguasaan teori dan pengalaman praktis yang sudah di dapat.Ujian Komprehensif (atau biasa disingkat Kompre) merupakan salah satu aspek penting dalam perkuliahan Apoteker. Karena menyumbang nilai terbesar dari nilai PKPA (Praktek kerja Profesi Apoteker), dan BERBAHAYA jika tidak bisa melewatinya. Konsekuensi dari tidak lulus ujian ini adalah Apoteker Muda harus mengulang di periode selanjutnya dalam pelaksanaan kompre (bisa jadi 6 bulan lagi).

Konsekuensi yang demikian berat itulah membuat para Apoteker Muda merasa si kompre ini cenderung horor. Kenyataannya... memang aura pelaksanaan ujian ini dibuat sedemikian tegang, meskipun kenyataannya tidak semua pelaksanaanya seperti itu. Perasaan mencekam itu sebenarnya muncul karena para Apoteker Muda merasa persiapan pengetahuan atau ilmu yang dimiliki tidak cukup untuk menghadapi para penguji. Kebanyakan dalam hati para Apoteker muda  ingin menyalahkan diri sendiri, kenapa kemarin pas PKPA masih sempat keluyuran main  kesana kesini dan tidak belajar, dan sekarang malah merasa belajar di tempat PKPA itu banyak yang belum ditanyakan wkwk haha tapi sayangnya penyesalan datangnya sudah terlambat. Dengan persiapan seadanya dan bermodal laporan PKPA, para Apoteker Muda biasanya nekat masuk ruang ujian kompre (bukan nekat sihh..tapi terpaksa karena namanya sudah dipanggil). So, mari kita bahas si kompre ini.

Definisi Kompre
Seperti yang sudah saya sebutkan tadi, bahwa ujian Komprehensif adalah ujian, bisa lisan atau tertulis (tergantung kampus) untuk menilai kompetensi para calon Apoteker, terutama bagaimana cara mereka mensinergikan penguasaan teori dan pengalaman praktis yang sudah di dapat. Di kampus saya dulu ujiannya lisan, dan sensasinya sangat mantap (deg-degan sampai pada  lupa ngomong hehe).

 Kenapa harus ada kompre ?
Sebagai calon tenaga kesehatan yang akan lulus pendidikan, maka harus diuji terlebih dahulu bagaimana kompetensinya. Kompetensi itu dibangun dari 2 hal, yaitu kemampuan dan sikap. Kemampuan terdiri dari kemampuan teoritis dan pengalaman praktik. Nah..kompetensi ini akan terlihat selama pelaksanaan kompre. Lagipula kompre dimasukkan kedalam aspek penilaian PKPA di semester 2 kuliah profesi Apoteker selain nilai pelaksanaan dari pembimbing PKPA dan nilai laporan PKPA. So, jika nilainnya jelek maka akan mempengaruhi nilai IPK (Indeks Prestasi Kumulatif).

Apa yang terjadi jika tidak lulus kompre ?
Yang terjadi adalah Apoteker Muda harus mengulang di periode kompre selanjutnya, yaitu pada angkatan perkuliahan profesi Apoteker Selanjutnya yang akan melaksanakan Kompre. Banyak terjadi kondisi ini, dan jangan sampai kalian jadi korbannya.

Kenapa bisa tidak lulus kompre ?
a. Tidak menjawab sama sekali pertanyaan penguji
b. Tidak belajar sehingga jawabannya kemana-mana tidak sesuai dengan pertanyaan
c. Sikap menjawab atau sikap berbicara yang tidak baik saat melakukan ujian sehingga penguji jadi ilfeel.

Berapa lama kompre itu dilakukan ?
kompre biasanya berlangsung 3-4 hari, tergantung tema yang akan diujikan. Bisa jadi satu minggu, tergantung kampusnya pokoknya.
Lama durasi diuji kompre ?
Antara 30-60 menit, rata-rata sih 45 menit, dengan ditandai bel. Bisa kurang atau lebih, tergantung penguji.

Tema apa yang diuji ?
Tema yang diujikan adalah sesuai peminatan perkuliahan, misalnya farmasi rumah sakit, apotek, industri, dinas kesehatan, atau semuanya (seperti saya ><)
Siapa yang menguji ?
Biasanya yang menguji 2 orang. Satu orang dosen internal kampus, yang satunya lagi praktisi dari tempat PKPA yang bukan tempat praktekmu. Jadi pengujinya silang.
Apa saja yang diuji ?
Maksudnya kisi-kisi ? waduh di postingan ini tidak ada tapi mungkin kalau search di mbah Google banyak yang share.
Tahapan Mau kompre apa si ?
Yang jelas sebelum kompre, kita harus sudah mempunyai Laporan PKPA yang fix disetujui oleh pembimbing kampus ataupun pembimbing lapangan. Nah kemudian juga harus sudah lulus ujian pre kompre. what ? ujian lagi ? benar, tapi ini semi-ujian. Walaupun ujian tapi yang menguji adalah dosen pembimbing kita sendiri dan disertai unsur edukasi, dimana kita akan dites kesiapan kita sebelum kompre. Jika masih ada yang belum bisa, maka dosen pembimbing akan mengajari dimana kekurangan kita. Baru deh jika itu semua sudah lewat, kita akan mendapat jadwal kapan kompre, siapa pengujinya, dan daper nomor urut berapa ?

Bagi para Apoteker Muda yang akan menghadapi kompre, saran saya...
1. 

Selasa, 04 Agustus 2015

Rasanya...harus mulai bertindak

Dear All,

Saya berpikir...sudah saatnya mengupayakan yang terbaik dari yang terbaik yang bisa saya usahakan. Rasanya saya terlalu menahan diri atau bahkan tidak fokus untuk mengusahakan yang terbaik. Fokus saya selalu terganggu oleh banyak hal yang saya harusnya bisa kendalikan. Saya harus berusaha menjadi LEBIH BAIK lagi...harus... dan pasti bisa.

Saya harus yakin bahwa saya punya kemampuan, punya kemauan, dan saya punya Alloh yang melindungi dan meridhai saya. Sebagai bukti, bahwa saya bisa diterima di tempat kerja yang sekarang, dan itu artinya saya memang dipercaya untuk bisa menjalankan kewajiban saya disini. Sehingga kesimpulannya, saya tidak boleh minder sedikitpun...karena itu artinya saya menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh Alloh. Dan lebih parah lagi..itu artinya saya tidak bersyukur akan karuniaNya.

Bismillah...semoga niat saya untuk berbuat kebaikan di tempat kerja yang baru ini diridhai olehNya...Amin
Best Regards,
Senin, 03 Agustus 2015

Welcome Agustus...

Dear All,

Selamat datang bulan ke 8, bulan Agustus. Cepat sekali rasanya 2015 berjalan menuju penghujung tahun. Rasanya baru kemarin saya masih berada dalam perayaan tahun baru nya...ahhh atau itu hanya karena always reminding all about january ? .

Menengok kembali ke bulan Juli, blog ini sangat-sangat tidak terurus...that's my fault !!. Sibuk mengurusi hal lain di dunia nyata, ternyata mengundang exhausting condition. Kenyataanya adaptasi tidak semudah yang dibayangkan, terutama adaptasi mental saya pribadi. Masih banyak ego yang harus dikendalikan dan kemampuan interaksi dengan orang lain yang perlu ditingkatkan.

Refleksi bulan juli, saya harus harus harus lebih SABAR, terkait menghadapi kondisi yang tidak sesuai dengan keinginan dan harapan. Baik itu hasil dari tindakan kita yang BELUM berhasil, maupun tindakan orang lain yang BELUM sesuai keinginan. Saya juga harus harus harus lebih berSYUKUR. terkait mendapatkan nikmat-nikmat yang telah saya dapatkan. Jangan sampai nikmat itu baru TERASA setelah PERGI.

Juli, banyak sekali momen yang telah terlewati, diantaranya :
1. Saya banyak belajar mengenai bagaimana cara mengendalikan stok barang. Terutama terkait menyesuaikan stok komputer, stok fisik, kartu stok gudang dan unit pelayanan dengan permintaan yang akan dibuat ke Gudang Buffer sentral Farmasi. Apalagi dengan kebijakan adanya stok opname bulanan-yang dibuat dalam rangka mencegah adanya selisih barang.
2. Saya pertama kali ikut serta dan mengisi briefing pagi (atau disini nama kerennya meeting morning)dari profesi kesehatan lain. Saya berasa menjadi tamu hehe...emmm.. waktu itu saya ikut menyampaikan perihal mekanisme pelayanan kefarmasian untuk operasi saat libur lebaran.
3. Saya membuat Dispensing set untuk jaga lebaran, dengan item yang menyesuaikan tindakan / penyakit yang banyak terjadi saat lebaran, meskipun tahun ini ada unpredictable event yang muncul, yaitu dari Operasi Orthopedi.
4. Jreng..jreng... saya cuma libur pada hari H lebaran saja >.<... awesome moment. Hilang sudah harap-harap bisa piknik bersama keluarga atau teman. Saya jaga sendiri di 2 hari terakhir libur lebaran, dan yang paling sip adalah hari senin sudah MASUK seperti biasa (okey, I am fine, happy and strong #sambilngacamukamelas).
5. Pertama kali merasakan suasana menghadapi auditor yang datang ke Rumah Sakit. Rasanya harap-harap cemas, karena saya sebagai orang baru, ternyata langsung diberi kewajiban untuk mendampingi dan menjawab pertanyaan dari Auditor seputar pelayanan kefarmasian, terutama manajemen obat-obat high akert di lingkup instalasi bedah. Rasanya seperti mengulang tahun kemarin, saat saya baru masuk Industri Farmasi dan sudah ada Auditor dari Yaman yang datang untuk menilai produk kami yang dijual di negara mereka. Bedanya saya belum dapat kewenangan untuk mendampingi auditor itu.

Semua itu telah terlewati, dan menjadi pengalaman, pembelajaran dan kenangan. Dan bulan ini pasti mempunyai cerita yang baru lagi. Saya berharap akan mencapat cerita indah dan baik. Aminn and Bismillah.

Best Regards,
Jumat, 31 Juli 2015

Tentang PKPA

Dear All,

PKPA atau kepanjangan dari Praktik Kerja Profesi Apoteker, adalah sebuah program praktek kerja lapangan dari para mahasiswa Apoteker (atau nama lainnya Apoteker Muda). PKPA biasanya berlangsung pada paruh kedua dalam satu tahun ajaran kuliah, dimana paruh pertama dihabiskan untuk masa perkuliahan dan praktikum di kampus. Sedangkan PKPA berlangsung di unit atau ranah dimana Apoteker memiliki kesempatan untuk bekerja seperti Apotek, Rumah Sakit, Industri Farmasi, Dinas Kesehatan, Puskesmas, atau bahkan BPOM.

PKPA memiliki tujuan untuk memberikan gambaran, pengalaman dan pengetahuan tentang implementasi nyata dari pekerjaan Apoteker kepada para Apoteker Muda. Dengan ke 3 hal tersebut, diharapkan para Apoteker Muda minimal tahu, apa yang akan mereka lakukan saat bekerja nanti. Karena kenyataannya banyak para Apoteker Muda yang masih ngawang-ngawang, bingung, dan cenderung tidak jelas dengan apa yang akan mereka lakukan, apalagi setelah mereka mendapat materi kuliah yang dirasakan confusing.

Kenyataannya, tidak sedikit para Apoteker Muda yang setelah melaksanakan PKPA jadi tambah bingung atau bahkan tidak tahu apa-apa. Itu karena beberapa hal seperti mereka tidak mendapat pekerjaan apapun selama di tempat PKPA; karena terlalu banyak mendapat pekerjaan  selama di tempat PKPA; atau karena mahasiswanya sendiri tidak mau mengambil ilmu selama berpraktik disana (cuma dateng-pulang, asik-asikan yang penting happy-happy hore eksis).

Apoteker Muda yang tidak mendapat pekerjaan apapun bisa disebabkan karena mereka kurang mendapat bimbingan dan pengarahan selama menjalani praktik, karena para pembimbing atau para tenaga farmasi yang ada di unit mereka bekerja sibuk sendiri dengan rutinitas pekerjaan. Alhasil para Apoteker Muda hanya disuruh lihat-lihat pelayanan kefarmasian yang berlangsung di unit tersebut, lalu selebihnya hanya tiduran di base camp atau berkeliaran kemana-mana bergerombol yang tentunya bakal jadi bahan omongan para pekerja situ haha.

Apoteker Muda yang terlalau banyak mendapat pekerjaan disebabkan karena unit tempat PKPA memang selalu kekurangan orang untuk membantu pelayanan mereka yang banyak, dan melihat potensi Apoteker muda ini mampu untuk diperbantukan. Alhasil Apoteker Muda ini membantu pelayanan atau pekerjaan layaknya karyawan di unit tersebut. Keuntungan dari kondisi ini adalah para Apoteker Muda mampu secara real mengetahui seluk beluk pekerjaan kefarmasian sampai ke level teknis pengerjaan. Apalagi jika dibarengi dengan inisiatif untuk mempelajari konsep besar dari pelayanan (tidak hanya masalah teknis), maka ilmu yang didapat Apoteker Muda akan menjadi lengkap. Kekurangannya adalah dengan kondisi ini, para Apoteker menjadi sedikit exhausting dan juga crowded. Para Apoteker muda dalam kondisi ini perlu bimbingan konsep dan materi dari para senior apoteker yang sudah bekerja di Unit tersebut, agar mereka tidak hanya mengetahui tentang pekerjaan teknis tapi juga konsep. Contoh dalam Farmasi Industri, tentu Apoteker Muda dalam ujian komprehensif akan cenderung ditanya konsep penerapan good documentation practice sesuai CPOB dibandingkan dimana label yang dia tempel untuk melakukan penandaan mesin produksi (misal kegiatan teknis yang dilakukan karena disuruh Apoteker atau Asisten Apotekernya hehehe)

 Yang selalu terjadi pada mahasiswa PKPA adalah seperti ini :
1. PKPA kadang membuat Apoteker Muda harus berada di luar kota selama berbulan-bulan atau berpindah-pindah (tergantung penempatannya). Bisa jadi bulan ini di yogya, bulan depannya di semarang, bulan berikutnya lagi di bandung. Ini yang membuat Apoteker Muda harus prepare dan latihan mandiri.
2. Selalu saja ada mahasiswa yang mengaku kalau dirinya antusias banget menghadapi PKPA dan lebih memilih ini dari pada harus kuliah mendengarkan dosen. Kenyataannya sebagaian besar para Apoteker muda justru harap-harap cemas mengenai apa yang akan mereka lakukan di PKPA.
3. Kebanyakan Mahasiswa PKPA gembira ketika penempatannya hanya di daerah sendiri, tanpa tahu penempatan di daerah lain lebih menantang dan punya cerita tersendiri.
4. Ketika pembagian kelompok PKPA, sebagian menilai itu adalah anugrah dan sebagian menilai itu adalah musibah (musibah karena dapat temen yang terkenal trouble maker)
5. Sebagian besar mahasiswa PKPA langsung berburu kos, cari alamat tempat PKPA (bila perlu survey langsung lokasi) demi alasan mempercepat adaptasi.
6. Hari pertama PKPA, pasti deg-degan akan disuruh apa. Tapi biasanya hari pertama-ketiga para Apoteker Muda tidak melakukan apapun kecuali orientasi.
7. Lebih deg-degan lagi bila bertemu mahasiswa dari universitas lain. Antara takut ketemu orang baru, minder dengan ilmu karena membandingkan diri dengan mahasiswa universitas lain, dan juga grogi bila ada yang kece hehehe
8. Apabila ada yang dianggap kece, berhati-hatilah dengan resiko cinta lokasi yang berujung jadian atau hubungan tanpa status. Yang jelas jika berpisah, hati-hati dengan resiko yang kedua...gagal move on.
9. Selalu saja ada karyawan di tempat PKPA yang kurang disukai, karena perilaku dan sikap mereka kepada Apoteker Muda. Tapi lebih banyak lagi yang baik hati, dan suka menolong para Apoteker Muda dalam berbagai kesulitan.
10. Apoteker senior pun begitu, selalu ada yang dekat dan baik kepada Apoteker Muda, dan juga ada yang cuek (hayoo,,, perlakukan orang lain sebagaimana ingin diperlakukannya mana ? )
11. Apoteker Muda selama PKPA lebih berasa asistennya asisten Apoteker, karena biasanya membantu pekerjaan teknis mereka.
12. Bahkan yang melekat di benak dan pikiran Apoteker Muda justru adalah pekerjaan Asisten Apoteker, bukan kompetensi Apoteker (ditanya pas kompre baru sadar)
13. Jika mendapat penempatan di luar kota dan daerah itu adalah destinasi wisata, bersiaplah untuk wisata kuliner, belanja dan ber adventure ria di hari libur.
14. Awal-awal PKPA, pasti semuanya serba sulit dan tidak jarang akan banyak crash yang terjadi, tapi lama kelamaan semuanya akan membaik dan justru memorable.
15. Dicuekin, dimarahin, ditegur, dikerjain...semuanya adalah resiko menjadi praktikan di dunia kerja yang nyata. Tidak apa-apa karena semua itu adalah proses... yang memberikan makna kepada Apoteker Muda, bahwa kesulitan itu tidak pantas kalian ulangi dan praktikkan kepada orang lain saat mereka bekerja nanti... karena rasanya tidak enak.
16. Tidak bisa dipungkiri, dalam kelompok PKPA pun selalu ada perdebatan, termasuk siapa yang akan membuat bab pembahasan laporan PKPA.
17. Sebagian besar Apoteker Muda merindukan masa PKPA mereka, meskipun kegiatan mereka hanya yang angkat-angkat karton obat dan menempelkan label high alert.
18. Sebagian besar Apoteker Muda menyesal tidak menanyakan apapun atau mencari apapun ilmu yang harusnya mereka dapat saat PKPA, setelah mengetahui sulitnya ujian pre kompre dan Komprehensif.
19. Sebagain besar Apoteker Muda menjadikan pengalaman PKPA sebagai referensi lapangan pekerjaan yang mereka akan pilih.
20. Bangga itu adalah saat Apoteker muda sudah sukses menjadi Apoteker, dan bertemu dengan orang-orang yang berasal dari tempat PKPA yang ditempati, dan bisa menceritakan bahwa orang yang dulu dimarahin, disuruh ini dan itu sekarang sudah berkembang menjadi lebih baik.

Begitulah kisah dari PKPA, saya pun punya kisah PKPA sendiri. Dari hal yang suka maupun sulit. Dari mendapat teman sampai akhirnya berpisah. Semuanya terangkum menjadi sebuah memori yang tidak saya izinkan terhapus begitu saja. Bagi yang akan menjalani PKPA... bersiaplah... jalani dengan ikhlas apapun yang terjadi, sulit atau senang itu semua adalah proses. Ingat Proses itu datangnya dari Alloh yang Maha Baik..so segala proses hanya pahit yang tidak seberapa bila dibanding dengan manisnya kesuksesan yang ada dibelakangnya. Semangat Apoteker Muda...

Best Regards,
Sabtu, 18 Juli 2015

Happy Ied Mubarak 1436 H

Dear All,

Kemarin, umat muslim sedunia merayakan sebuah perayaan yang disebut dengan Idul Fitri, Sebuah hari besar yang dirayakan setelah menjalankan puasa di bulan Ramadhan. Idul Fitri adalah perwujudan sebuah perayaan kemenangan, setelah melakukan usaha mensucikan harta dengan melakukan zakat fitrah, sebuah perayaan kemenangan setelah berhasil menahan hawa nafsu untuk melakukan hal yang buruk.

Perayaan kemenangan ini disempurnakan dengan kesempatan untuk melebur kesalahan tidak hanya kepada Tuhan, tapi juga terhadap sesama manusia melalui cara saling bermaaf-maafan. Dosa kepada satu sama lain bisa dihapuskan dan tali silaturahmi tetap terjalin. Banyak cara dilakukan orang untuk meminta maaf. Ada yang bertemu langsung dan berjabat tangan, ada yang melalui SMS, medsos, telepon, atau hanya mem-broadcast message ucapan selamat hari raya idul fitri plus permintaan maaf lahir batin. Walaupun opsi terahir oleh sebagian pihak dianggap bukan sebuah bentuk permintaan maaf yang tulus.

Pada intinya, saya hanya manusia yang punya banyak salah, disengaja atau tidak, besar ataupun kecil, ataupun terlihat atau tidak. Saya mengucapkan permintaan maaf setulus dan ikhlas, lahir dan batin kepada semuanya...semoga kita benar-benar menjadi orang yang MENANG setelah Ramadhan usai...Aminnn.

Best Regards,
Jumat, 03 Juli 2015

Juli... The Story Continues...

Dear All,

Memasuki bulan juli, sebuah bulan baru... dimana bulan ini mengawali paruh kedua dari tahun 2015. Bulan ini tentunya akan menjadi awal sebuah cerita baru yang akan dijalani tiap orang di hidup ini... termasuk saya.

Juli ini, saya baru saja menyelesaikan sebuah cerita bernama stok opname, kemudian entah menuju cerita apalagi selanjutnya.
Saya berharap juli ini menyajikan cerita kemenangan...

Best Regards,