Copyright © Light After Darkness
Design by Dzignine
Minggu, 18 Mei 2025

Reset Ulang

 Dear Sinnamate,

Akhir-akhir ini sedang banyak konten yang saya lihat di media sosial saya terkait "Reset Ulang". Seperti komputer yang terlalu lama menyala tanpa pernah dimatikan, dengan aplikasi menumpuk, RAM penuh. Kinerja melambat. Bahkan kadang error yang muncul tiba-tiba, padahal tidak tahu asalnya dari mana. Kalau ini terjadi di komputer, solusinya sederhana: restart. Tapi kalau ini terjadi dalam hidup kita?

Manusia, seperti sistem operasi, juga perlu reboot. Tidak selamanya kita bisa terus berjalan tanpa jeda. Ada saatnya kita perlu menarik diri sejenak, membersihkan “cache” mental, dan memulai ulang dengan lebih jernih. Reboot itu disebut dengan mental reset. Mental reset adalah proses sadar untuk menata ulang cara pikir, emosi, dan kebiasaan agar kembali ke titik keseimbangan. Ini bukan tentang menghapus masa lalu, tapi memberi ruang bagi pikiran untuk bernapas kembali.

Bayangkan seperti saat membersihkan papan tulis. Kita tidak membuang papan itu—kita hanya menghapus coretan yang tak lagi relevan agar bisa menulis ulang dengan arah yang lebih bermakna.

Mental reset bisa melibatkan:

  • Evaluasi ulang prioritas

  • Melepaskan hal-hal yang menumpuk di pikiran

  • Menghentikan autopilot dan kembali sadar akan arah hidup

Tidak semua orang sadar bahwa mereka sedang overload. Berikut tanda-tanda bahwa mungkin sudah saatnya seseorang menekan tombol reset, diantaranya adalah :

  • Stuck dan tidak termotivasi. Bangun pagi terasa berat, meski tidur cukup. Kegiatan yang dulu menyenangkan kini terasa hambar. Ini seperti aplikasi yang terus loading tapi tak pernah terbuka.
  • Cepat lelah emosional. Hal-hal kecil membuatmu mudah tersinggung atau putus asa. Bukan karena kamu lemah—tapi karena sistem emosimu terlalu banyak beban latar belakang
  • Produktivitas Menurun. Kamu sibuk, tapi tak merasa produktif. Layaknya prosesor yang 100% digunakan hanya untuk tugas-tugas kecil, tidak ada energi untuk hal penting.
  • Kehilangan Arah atau Makna. Kamu berjalan, tapi tak tahu lagi kenapa kamu mulai. Ini seperti menjalankan GPS tapi tujuannya tak pernah kamu tentukan sendiri.
Lantas bagaimana kita bisa memulai melakukan kegiatan untuk melakukan "Reset Ulang" ?, berikut adalah saran langkah yang dapat mulai kita lakukan, diantaranya adalah :
  • Journaling: Menulis untuk Merapikan Pikiran. Misalnya dengan membuat tulisan, diary atau blog seperti ini bisa mengurai apa yang sedang ada di dalam otak kita. Pikiran kita seperti meja kerja—kalau dibiarkan berantakan, kita sendiri bingung mau mulai dari mana. Dengan menulis, kita memindahkan beban dari pikiran ke kertas/media. Kita bisa gunakan teknik free writing—tulis tanpa sensor, tanpa aturan, biarkan aliran pikiran keluar begitu saja, misalnya sekedar menulis “Apa yang membuatku lelah akhir-akhir ini?” , “Hal apa yang benar-benar penting bagiku saat ini?”.
  • Detoks Digital: Matikan Notifikasi, Hidupkan Kesadaran. Otak kita bukan dibuat untuk menerima 500 notifikasi per hari. Setiap kali layar menyala, fokus kita terpecah. Digital detox bukan berarti anti teknologi, tapi membangun kembali hubungan sehat dengan dunia digital. Contoh kegiatannya misal membatasi atau melarang screentime di waktu-waktu tertentu, menghapus aplikasi yang tidak relecan ; atau mengurangi kegiatan scroll diganti dengan aktivitas fisik
  • Retreat Pribadi: Mundur untuk Maju. Kadang kita perlu berhenti total dari rutinitas agar bisa melihat kembali gambaran besarnya. Retreat tidak harus ke tempat mewah. Bisa di rumah, selama kita menciptakan ruang yang tenang dan tanpa distraksi

Menekan tombol restart bukan tanda kita menyerah—tapi tanda kita cukup bijak untuk tahu kapan harus berhenti, menata ulang, dan mulai lagi. Hidup tidak harus terus kencang seperti sprint. Bahkan maraton pun butuh titik air dan pernapasan ulang.

“Kadang, satu langkah mundur adalah awal dari lompatan jauh ke depan.”

Kalau hidupmu terasa berat akhir-akhir ini, mungkin bukan kamu yang salah. Mungkin kamu hanya belum memberi dirimu izin untuk istirahat, evaluasi, dan mulai ulang. Semangat yukk kita bisa untuk hidup menjadi lebih baik lagi yaa


Best Regards,

Minggu, 12 Januari 2025

Ambisi vs Realistis

 Dear Sinnamate

            Memiliki idealisme yang kuat memang sangat penting untuk mempertegas eksistensi kita di dunia yang serba berubah-ubah seperti saat ini. Namun kita harus berhati-hati terhadap adanya "jebakan" pemikiran yang terlalu berlebihan,, yaps,, itu disebut dengan Ambisi yang berlebihan.

            Ambisi sebenarnya boleh-boleh saja, misalnya dengan adanya ambisi maka kita bisa memiliki goal agar bisa bergerak maju dalam kehidupan. yang tidak boleh adalah kita mengorbankan banyak hal dalam menggapai ambisi tersebut, misalnya kesehatan, hubungan, kesempatan dan hal lainnya yang seharusnya bisa kita nikmati dan syukuri. Maka sebenarnya bersikap realistis terhadap ambisi bisa mengendalikan dampak-dampak buruk yang bisa terjadi dalam memaksakan terwujudnya ambisi.

            Pesan selanjutnya adalah, Bijaklah dalam bermimpi, berambisi dan mengharap. Selamat menjalani hari-hari indah di masa depan.


Best Regards,

Rabu, 06 Maret 2024

SUDAH LAMA

 Dear Sinnamate,

Sudah lama sekali, sejak terakhir kali mengunjungi Blog ini...

Bahkan hari ini, untuk Log in pun saya harus mengingat password yang beberapa kali sempat gagal untuk dicoba dalam berulang percobaan. Selupa atau se-tak terjamah itu ?

Kehidupan sudah banyak berbeda dari terakhir kali saya menulis disini. Dunia blog saat ini sudah mulai tergantikan dengan era Audiovisual (Vlog)/ video, bahkan sekarang ada video pendek yang sangat masif penyebarannya dan menjadi cara bersosial media yang paling banyak dipakai orang. Budaya melihat-mendengar apalagi dibalut sebuah istilah bernama konten yang penuh gemerlap reka adegan, bagi sebagian orang lebih menarik, praktis dan instan untuk bisa dinikmati daripada dunia "baca". Ilmu pengetahuan yang dulu dishare di blog, dijadikan tutorial praktis dengan video, sehingga jauh lebih berdampak dan dimengerti terutama bagi orang yang ingin segera mendapatkan problem solving dari setiap masalah kehidupan yang dihadapinya.

Saya sendiri saat ini menjalani rutinitas kehidupan seperti orang seusia saya pada umumnya. Setiap hari bekerja, menjalani aktivitas dibalik nama sebuah profesi kesehatan, kemudian pulang dan menjalani kehidupan keluarga. Apakah ada waktu luang ? tentunya ada, namun entah kenapa ada hal yang membuat aktivitas menulis di blog ini menjadi bukan pilihan sebagai to do list, i dunno why 

Baiklah,, inti dari postingan ini adalah menyapa blog ini, menyapa sinnamate yang mungkin masih mampir ke blog ini sengaja atau tidak,, dan merasakan kembali sensasi saat saya di masa lalu, dengan tulisan-tulisan yang penuh idealisme dan ambisi. Semangat muda yang harus kita jaga dan menjadi refleksi bagaimana kita tumbuh dan berkembang sebagai pribadi yang lebih baik

Best Regards,

Minggu, 20 Februari 2022

2022 is New Journey

 Dear Sinnamate

    Setelah sekian lama akhirnya saya membuka kembali blog ini. Blog yang sudah hampir 8 tahun ternyata menemani saya dalam menuliskan perjalanan kehidupan, walaupun 3 tahun terakhir sepertinya sudah tidak terlalu aktif. Tapi tetap saja, barisan kata-kata yang pernah saya munculkan kadang bisa menjadi pengingat terhadap apa yang sedang saya hadapi. Saya beberapa kali mencoba mengulang kembali muhasabah apa yang pernah saya tuliskan disini, ketika saya sedang menghadapi permasalahan yang agak "mirip" dengan apa yang pernah saya alami dulu.

    Untuk saat ini saya belum memutuskan apakah saya akan mulai aktif kembali menulis atau masih seperti ini, berharap lebih rajin lagi dari tahun-tahun sebelumnya sepertinya lebih dari cukup dan realistis. Memang apa yang saya alami 3 tahun terakhir menggambarkan ada banyak perubahan dalam fase hidup sehingga berdampak ke banyak hal. Yah begitulah dinamika hidup,,, apapun yang terjadi harus tetap bersyukur.

    Mudah-mudahan 2022 berjalan dengan lebih baik dan bahagia, dalam bingkai sebuah PERJALANAN BARU.

Best Regards,

Sabtu, 18 Desember 2021

Melawan Manusia Dewasa

 Dear Sinnamate,

            Di Kehidupan manusia yang katanya "dewasa" saya menyadari interaksinya ternyata tidak sedewasa yang diharapkan. Mereka-mereka adalah manusia berumur, cenderung tua, menuju separuh baya, namun kepentingan yang "diumbar" lebih besar dari pada pertentangan saat anak kecil atau remaja. Kepentingan dan ego itu tumbuh dari latar belakang kepentingan ekonomi, sosial, kenyamanan hidup dan berbagai aspek sosio-psikologi yang kalau dijabarkan bisa beberapa SKS. Pada titik tertentu, kesimpulan saya adalah orang dewasa lebih "frontal" dan "lugas" dalam menunjukan kepentingan dan ego mereka, dan pada momen tertentu parahnya bisa melupakan nilai-nilai kebaikan, agama, hukum dan norma.

                    Saya tidak tahu apakah itu sebuah kewajaran, atau sebuah hukum alam yang memang telah ditetapkan olehNya sebagai ujian di dunia, atau memang sebuah penyimpangan yang tidak seharusnya terjadi. Wallahu'alam

Best Regards,

Senin, 06 September 2021

Belajar Banyak

 Dear Sinnamate,

    Lama sekali saya tidak menyambangi blog ini, mungkin sudah hampir setengah tahun lebih di tahun 2021 ketika saya mencoba menulis di postingan sebelumnya yang juga sebenarnya masih bersambung. Hari ini saya akan coba menuliskan perasaan yang saat ini dirasakan, di malam hari yang cukup hangat cuacanya, dan entah kenapa tidak terlalu mengantuk, padahal biasanya sekitar pukul 20.00 an sudah terlelap.

    Mungkin perasaan hari ini bisa jadi merupakan salah satu yang tertulus dan terjujur, atau mungkin terapuh yang pernah saya rasakan. Hari ini kebetulan saya cuti, dan seharian bersama anak dan istri. Ketika bersama mereka, jujur saya kadang bermuhasabah didalam diam dan termenung mengiyakan pendapat dalam otak bahwa pemikiran yang muncul dari dalam diri saya seharusnya adalah keluaran yang dewasa, solutif dan penuh pengendalian diri dalam dinamika dunia rumah tangga. Namun selama ini sikap saya sedang menjadi "labil" karena gesekan pertentangan antara dunia kerja, dunia keluarga, dan kebutuhan pribadi saya sendiri.

    Akibatnya reaksi yang muncul menjadi tidak diharapkan, tidak sabaran, penuh keluhan dengan emosi yang tidak sepantasnya ditempatkan dalam pembicaraan-pembicaraan ringan pada keluarga, rekan kerja atau sebaya. Saya masih harus belajar banyak,, untuk progress pendewasaan yang masih sangat panjang harus diarungi. 

    

Best Regards

Selasa, 09 Maret 2021

Kaleidoskop 10 years part 1

 Dear Sinnamate,

Halo Sinnamate,,, selamat tahun 2021 ya,,, sangat terlambat sih sebenarnya baru mengucapkan selamat tahun baru pada postingan sekarang. Tapi tidak apa-apa, saya selalu menyukai kalimat bijak "lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali dalam hal baik". Lalu apa baiknya mengucapkan selamat tahun baru seperti ini ? baiknya adalah saya ingin mengingatkan bahwa, waktu telah berubah dan perjalanan hidup terus melangkah...Prepare your journey with Good things.

Hari ini, saya melangkah menuju umur yang ke 30 tahun. Kepala tiga,, sebuah perjalanan yang sudah cukup dewasa sebagai seorang manusia baik secara angka maupun secara kepribadian. Alhamdulillah dengan segala kelemahan dan kekurangan yang saya miliki, saya terus bergerak maju menjalani hari demi hari melewati berbagai hal hingga detik ini. Puji syukur saya ucapkan kepada hadirat Allah SWT, karena kasih sayangNya lah saya masih diiizinkan menghirup oksigen hari ini dan berkumpul bersama orang-orang tersayang.

Ketika menjalani umur 20 an, adalah fase ketika saya beserta segala karakter dan idealisme yang saya bangun sejak masa sekolah dan kuliah harus mulai berbenturan dengan berbagai karakter dan realitas dalam kehidupan orang dewasa yang sesungguhnya. Hati dan otak ini mulai berperan dan menerima tantangan-tantangan dari dalam dan luar diri ini yang kadang membuat mereka bekerja ekstra keras untuk membuat saya baik-baik saja. Saya mencoba merefleksikan kembali 10 tahun perjalanan saya selama ini dalam sebuah mini kaleidoskop, yang mungkin tidak detail namun dapat digunakan sebagai sarana pengingat.

                                                    2011

Tahun ini adalah titik balik kehidupan saya ketika menjadi mahasiswa, dari kepribadian yang penyendiri dan tidak memiliki gairah dalam kehidupan kampus dan pembelajaran menjadi orang yang lebih peduli terhadap pergaulan dan lingkungan serta lebih mengusahakan nilai kuliah yang baik. Tadinya IPK jarang mencapai 3,00 namun demi nilai yang baik, saya sampai merasa perlu belajar kepada temen yang cumlaude di perpustakaan, atau bahkan jauh-jauh ke rumah temen untuk fotocopy ringkasan materi kuliah. Saya juga mulai aktif ikut kegiatan kampus, seperti kepanitiaan seminar atau kegiatan basket untuk turnamen fakultas.

                                                                                2012

Ketika kehidupan di internal kampus sudah membaik dimana saya sudah banyak bersosialisasi dengan banyak orang termasuk lintas angkatan kuliah, maka tahun ini menjadi titik awal bagaimana kepribadian saya diminta berinteraksi dengan lingkungan di luar kampus.

Awal tahun saya menjadi ketua tim KKN di suatu desa, dan awal-awal rasanya cukup berat karena harus memimpin tim dengan berbagai karakter, namun pada akhirnya kami berhasil melalui dengan baik dan berkesan. Dan sejak saat itu kemampuan dan mental publik speaking saya menjadi terasah karena beberapa kali mengikuti kegiatan dengan masyarakat di desa KKN.

Akhir tahun adalah masa ketika saya mendapat ujian ketika harus mengahadapi skripsi, yang prosesnya sangat berlarut-larut dan penuh ujian yang tidak disangka-sangka. Maka kualitas kepribadian saya yang berhubungan dengan kedekatan saya dengan keluarga (dalam hal ini ridho orang tua) dan ridho Allah dalam berproses menjadi kunci. 

                                                                                2013

Saya berhasil lulus kuliah S1 dan kemudian melanjutkan kuliah profesi Apoteker. Perjalanan berlanjut dengan teman dan lingkungan suasana yang baru. Walaupun hanya satu tahun, namun cukup berkesan. Akhir tahun saya menjalani rangkaian kegiatan yang bernama PKPA (Praktek Kerja Profesi Apoteker) di Yogyakarta. Saya baru pertama kali tinggal di luar rumah dalam jangka waktu yang lama, dan pengalamannya langsung tinggal di kota besar. Ada banyak kenangan indah disini, ketika saya berpraktek di RS dan Apotek dengan segala hiruk pikuk dan aktivitasnya ; lagi-lagi mendapat teman baru dari berbagai universitas, dan segala pengalaman susah sedih lainnya...tahun ini menjadi salah satu yang paling istimewa dalam 10 tahun ini😇

                                                                                2014

Di tahun ini, saya mengalami fase mendewasa yang pertama kali, yaitu bekerja sebagai seorang profesional setelah lulus kuliah profesi Apoteker. Setelah melamar kerja dan interview di salah satu industri farmasi nasional, maka saya melangkahkan kaki di kehidupan baru di sebuah kota di Jawa Barat. Ini adalah pertama kali saya merantau dan pergi jauh dari rumah untuk waktu yang agak lama. 

Dalam fase ini saya belajar banyak arti kemandirian, pentingnya keluarga dan belajar mensyukuri setiap momen. Saya memiliki banyak teman baru, dan pengalaman yang benar-benar berkesan di dunia farmasi industri. Tapi saya tidak dapat bertahan lama disana, karena akhir tahun sebuah berkah yang sangat besar yaitu saya diterima sebagai calon abdi negara di daerah asal saya. Hal itu adalah seperti anugrah bagi saya dan keluarga, namun disisi lain saya jadi harus berpisah dengan teman-teman saya yang baru mulai kenal dekat dan akrab. Saya menutup tahun 2014 dengan perasaan yang senang sekaligus sedih.

                                                                                 2015

Tahun ini adalah tahun pertama sebagai calon abdi negara di tempat yang baru, dunia yang baru lagi yaitu dunia Rumah Sakit. Sebenarnya saya agak tidak percaya diri di dunia rumah sakit, karena dunia ini adalah dunia yang kompleks, harus pintar dan harus punya effort lebih dalam menjalani kegiatan. Saya pertama kali menjalani kehidupan farmasi rumah sakit di ruang operasi. Tempat yang hampir tidak pernah saya dapatkan materinya di kuliah, dan saya benar-benar belajar sesuatu yang baru lagi. Apalagi sebelumnya belum pernah ada Farmasis di ruang operasi.

Dunia farmasis di ruang operasi benar-benar petualangan yang sangat baru, dan awalnya saya menjalani segalanya dengan cukup berat. Banyak sekali konflik dan permasalahan di dalamnya, dan sebenernya sih memang sudah sesuai perkiraan bahwa dunia RS emang harus "berhati sabar seluas samudera".  Tapi ini adalah jalan yang harus ditempuh,, mau susah atau senang harus dijalani

Begitu pula yang akan saya alami di 5 tahun selanjutnya, petualangan yang lebih baru lagi dengan kesulitan yang semakin bermacam-macam.. akan saya ceritakan insyaAllah di Part 2.

Stay tune ya Sinnamate

Best Regards,


Minggu, 01 November 2020

Not same Again

Dear Sinnamate,

Semua mungkin tidak akan menjadi sama lagi,

Setiap memori dan pengalaman ini membuat berbagai pertentangan antara belief system dan realita kehidupan.

Semua mungkin tidak akan menjadi sama lagi,

 Best Regards,

Hope

 Dear Sinnamate,

Menyadari bahwa tidak setiap waktu kita akan dimengerti, dipahami, didukung dan diterima. Ada saat ketika merasa dunia ini seperti bersebrangan di sebuah sisi dan kita berdiri sendirian di sisi yang lain. Sebuah semangat yang dinanti dari yang kita harapkan tidak datang-datang, dan bahkan untuk menunggunya pun merasa sulit.

 Tapi, kita masih punya Tuhan dan diri kita sendiri. Saya selalu membayangkan ketika langkah gontai ini, masih diberi sebuah kekuatan dan kepercayaan yang bernama harapan, artinya tidak akan pernah ada kesulitan yang tidak bisa dilalui. Pertolongan dan kebahagiaan akan datang dari waktu dan tempat yang tidak diketahui, melebihi ekspetasi dan realita.

Jangan pernah kehilangan harapan,,, walaupun sulit untuk mengucapkannya, tetaplah simpan dalam hati dan Doa tertulus yang bisa kita Panjatkan kepadaNya.

Best Regards,

Minggu, 05 April 2020

Positif ( Thinking )

Dear Sinnamate
Tetap positif di dunia yang semakin tidak teratur adalah sebuah tantangan hidup yang nyata dewasa ini. Saya selama ini berjuang untuk selalu menenangkan hati dan pikiran ketika banyak hal-hal di sekitar saya tidak sesuai keinginan dan di luar “jangkauan”. Berbagai konflik kecerdasan dan kepentingan dari setiap orang yang beradu di sekitar saya membuat saya sedang dalam fase jenuh. Rasanya ingin kembali kepada jalan yang murni sebagaimana awal dari segalanya dimulai.

Berlawanan dengan segala ekspetasi, berbagai sandaran dan harapan yang digantungkan kepada manusia berujung tidak pernah berhasil. Mereka selalu saja mampu untuk menciptakan kekecewaan. Keinginan untuk mendapatkan keadilan, kebijaksanaan, dan pemahaman dari orang lain sangat sulit dipastikan selalu datang. Bahkan kadang dari yang terdekat pun bisa saja menjadi penabur bara di jalan yang dilewati. Panas,, dan juga pedih

Namun, semua menjadi lebih baik ketika mengingat darimana semua ini datang. Sebuah goresan tinta takdir dari Sang Pembuat Naskah yang tidak pernah salah. Ada sebuah makna, pelajaran dan hikmah dari semua ini…Kisah yang berguna untuk memuliakan, mungkin juga untuk memaafkan. Maka tetaplah berpikir positif… Jangan menyerah dengan logika kita yang ada batasnya.

 Best Regards


Minggu, 05 Januari 2020

Kaleidoskop 2019

Dear Sinnamate

Alhamdulillah, tahun 2019 telah berhasil saya lewati dengan keselamatan dan kesehatan...sungguh suatu kebahagiaan saya beserta orang-orang yang saya cintai berhasil melewati tahun ini dengan baik, walaupun menghadapi berbagai kondisi, kesulitan, suka ataupun duka. Namun atas berkat rahmat Allah SWT dan Ridhanya kami masih diberi kesempatan untuk masuk ke dalam tahun 2020.

Disini saya akan mencoba mereview dan merefleksikan apa yang telah terjadi sepanjang tahun 2019, mudah-mudahan ada kejadian menarik yang bisa saya tuliskan disini ya,,😜,, check this out

Januari
Momentum yang paling diingat ketika Bulan Januari 2019, adalah ketika dilaksanakannya survey akreditasi rumah sakit di tempat kerja saya. Saya bergabung dalam salah satu pokja (kelompok kerja) akreditasi yang bernama PKPO (Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat). Kali ini survey terasa berbeda karena kami berusaha merengkuh sebuah status yang lebih berbeda dari sebelumnya. Bila biasanya kami lulus dengan standar  "Lulus Paripurna", namun kali ini kami berusaha meraih status "Lulus Internasional, dimana status tersebut merupakan pencapaian yang lebih tinggi, atau bahkan mungkin yang tertinggi. Surveyornya tidak main-main, ada 5 orang langsung dan kegiatan dilaksanakan sampai sekitar 3 hari.

Februari

2020

Dear Sinnamate,

Tahun 2020,,, Mudah mudahan tahun ini menjadi lebih baik, lebih sehat, lebih selamat, lebih berkah, lebih diridhai, lebih sejahtera dan lebih berbahagia.

Amiin
Jumat, 23 Agustus 2019

KKN Stories : tim GS

Dear Sinnamate,

Hari ini saya akan berkisah nostalgia pada sebuah masa yang saya alami ketika menjalani perkuliahan. Tentu kita tahu, salah satu fase mahasiswa S1 yang harus dilewati untuk bisa lulus adalah mengikuti pelaksanaan KKN (Kuliah Kerja Nyata) sebagai wujud peran mahasiswa untuk terjun dalam masyarakat, dan menjadi Problem Solver dari berbagai masalah yang ada di suatu lingkungan berbekal berbagai program kerja strategis dan intelektual yang mendaya gunakan masyarakat dan sumber daya yang ada (bahasanya sudah mirip pengisi materi pembekalan

KKN ini dilakukan ditingkat universitas, dimana pesertanya dibuat kelompok kecil sekitar 7-9 orang, diisi campuran mahasiswa dari berbagai Fakultas yang terpilih secara acak, kemudian ditempatkan di sebuah daerah/desa yang menjadi tujuan binaan pelaksanaan program tersebut. Pelaksanaannya adalah 35 hari, dilengkapi laporan pelaksanaan dan segala ubo rampe nya seperti dokumentasi, dosen pembimbing dan program kerja.

Saya kali ini akan memulai kisah nostalgia kegiatan KKN dengan memperkenalkan kelompok kecil yang saya bergabung di dalamnya. Seperti yang sudah saya sebutkan, bahwa kelompok KKN dipilihkan secara acak oleh kampus, dan kami hanya bisa menerima takdir untuk penempatannya. Ketika di hari pengumuman pembagian kelompok, saya sedang makan siang dan diberikan kabar oleh rekan saya seperti ini

"Eh,, liat nih, jadwal KKN nya udah dishare di web kampus" tiba-tiba seru teman saya memecah kesunyian kami yang sedang fokus makan,,kebetulan dia sedang main hape dan dapat info dari seseorang.

"Oh ya ?, wah aku dapat penempatan mana nih..deg degan..coba dong buka web"  ucap saya antusias, namun masih tetap fokus makan. Selang beberapa waktu teman saya membuka web dan mendownload informasinya,,dan kemudian wajahnya berubah muram dan kosong.

"Kenapa wajahmu kok gitu ? Penempatannya jauh apa? " pertanyaan saya yang asal nebak namun ternyata benar. 

"Ya ampun...penempatanku di kabupaten B..bukannya itu jauh ya,,berapa jam si ? Dua atau tiga ? " jawabnya panik dan mulai ada tanda-tanda mata berkaca-kaca. Perlu diketahui teman saya ini cewek dan rada ekspresif

Saya akui kabupaten B cukup jauh dari tempat universitas kami, mungkin sekitar 2-3 jam. Itu baru ke pinggir jalan raya nya, dan saya juga tidak tahu penempatan teman saya di Kabupaten B sebelah mana.

Saya akan sedikit bernostalgia dengan sebuah tim KKN (Kuliah Kerja Nyata) saya yang paling luar biasa. Ternyata sudah 7 tahun yang lalu kami selesai menjalani kegiatan tersebut. Sayangnya setelah lulus, kami sudah tidak pernah bertemu lagi. Satu-satunya komunikasi yang bisa kami jalin mungkin adalah melalui facebook, dan itupun tidak semua selalu aktif akunnya. Itulah kenapa saya akan bernostalgia dalam berbagai rangkaian kisah yang bisa saya ingat dan akan saya tulis disini.

Sebelumnya saya akan memperkenalkan satu persatu teman-teman dalam tim GS (singkatan dari nama desa tempat KKN). Total ada 8 orang anggota kelompok, termasuk saya sendiri sebagai ketua kelompok (yang dipaksa) dan 3 orang putra serta 4 orang putri. Siapa saja mereka ? Ini dia....

1. Yusuf
Oke saya akan sebut nama nama mereka dengan nama samaran (biar ngga dibaca mereka, dikira nyebar aib). Yang pertama sebut saja dia Yusuf. Dia berasal dari fakultas ISIP. Secara fisik dia memiliki perawakan yang tinggi sedang, berkulit sawo matang dan yang paling khas darinya adalah berkaca mata serta berhidung mancung. Yusuf mengklaim dia memiliki darah blasteran, karena salah satu dari keluarganya ada yang bule.

Doi berasal dari ibukota, makanya logat betawi nya cukup kental. Saya akui kalau sedang dandan keren, sepintas mirip Jerry yan F4 atau kris eks- EXO (Tentu saja ini murni bohong😆). Yusuf adalah penggemar motor king, dan dia adalah anggota aktif klub motor tersebut. Itulah kenapa dia tidak sabaran bila berkendara dengan saya yang selalu menerapkan prinsip slow but safe ( alias lelet).

Dalam tim KKN, doi adalah Wakil Ketua kelompok, yang menjadi andalan saya dalam bergaul dengan warga, terutama anak-anak muda di desa yang memiliki hobi otomotif. Doi ini sudah punya pacar, dan katanya kalau sudah lulus dan nikah, pengen punya bisnis Peternakan lele (ini adalah contoh jurusan, hobi, dan cita-cita tidak ada yang nyambung 😅)

2. Erol
Yang kedua sebut saja Erol, sang tuan rumah dan "juru kunci" bagi kami, karena rumahnya paling cuma 10 menit dari tempat kami KKN. Secara Fisik doi perawakanya tinggi sedang dan merupakan yang paling kurus diantara anak cowo.
dalah andalan kami untuk berkomunikasi dengan warga. Doi dari fakultas ekonomi, dan sangat suka dengan seni musik dan lukis. 

Karakternya adalah yang paling santai,ringan, kreatif dan  kesukaannya adalah musik,khususnya genre grunge. Doi yang mengenalkan "smell like teen spirit" dan Nirvana dalam khasanah permusikan saya

3. Jon
Ini dia rocker nya tim KKN saya,, dengan rambut gondrong belah tengah menjadi ciri khas, berbackground anak Teknik ditambah asal dari sumatra, Jon menjadi karakter paling manly dan tegas diantara semuanya. Tapi sayangnya penampilannya tidak sebanding dengan wajahnya yg putih dan mirip mirip artis mandarin gitu. Kalau inget vic chou dari f4,,ya kurang lebih rambutnya seperti itu. Wajahnya ? Kalau dilihat sekilas saja mirip sambil lari 90 km /jam.


Itu tim cowo yang saya miliki, kalau dengan saya totalnya menjadi 4 orang.

Sekarang kita menuju perkenalan tim cewe, yg total orangnya adalah 4 orang.

1. Nikita
Doi adalah mojang sunda, yang berasal dari jurusan Peternakan. Tingginya sedang, berkulit sawo matang dan kesehariannya berkaca mata dengan rambut panjang terurai. Tapi doi ini punya side job model pemotretan gitu, sehingga kalau lagi pake make up bisa berubah kece...pernah saya ditunjukan foto-foto pas pemotretan dan saya cuma bilang santai


"Ahh..ini bukan elu nik"

Dan dia cuma mlirik yg mungkin dengan emot seperti ini

Niki punya kepribadian yg sedikit tertutup tapi kalau lagi ada komplain dia bisa "menghujani" seluruh team dengan omelan

2.Lala
Doi adalah mahasiswi pertanian,,yang punya keunikan karena dia yang paling terlihat "ngalim" tapi dia juga yang paling tomboy. Dia penggemar bola dan dia penggemar chelsea!. Bahkan kegiatannya kalau di kampung aslinya adalah futsal. Gayanya yang "petentengan" dan humoris membuat seluruh rekan kadang geleng geleng kepala melihat tingkahnya.

3.Mega
Nah doi ini menjadi yang paling "feminim" dan paling cewek diantara yang lain. Mega jadi yang paling favorit untuk diajak partneran proker diantara tim cowo, khususnya si Jonkyu. Kepribadiannya yang paling halus dan netral membuat dia jadi yang paling adem kalau ada konflik internal.


Kalau dari penampilan, seperti yg saya sebut di awal, walaupun menurut saya ngga dandan bak model, doi bisa berfashion ria dengan sopan dan baik walaupun ia berasal dari  kampus hukum yang biasanya cewe-cewenya pada kaya model. Mega dan Niky memang menjadi yg paling favorit dalam urusan per "good looking" an di tim dan kegiatan.

4. Santi
The last, doi adalah anak kesehatan juga sama seperti saya. Kalau dia anaknya paling modis, terbuka dan paling rame. Doi juga paling nyambung obrolannya dengan saya karena sama sama anak kesehatan dan juga sering jadi penghubung untuk tim cewek dalam berkomunikasi. Karena doi juga aktif orangnya,proker kami yg berhubungan dengan kesehatan mendapat animo masyarakat yang cukup tinggi. Santi ini biasanya partnernya sama joseph yang sama sama aktif.


Memperkenalkan mereka dengan tulisan seperti yang saya lakukan diatas saja sudah membuat memori saya terbayang melayang mengingat kebersamaan bersama mereka. Mudah mudahan kisah yang akan saya ceritakan satu per satu menjadi pengingat yang baik. Stay tuned bersama saya ya sinnamate😉

Kamis, 17 Januari 2019

2019

Dear Sinnamate,

Mengawali tahun 2019, selalu ada resolusi yang berusaha kita bangun.
Rabu, 28 November 2018

Agenda akhir tahun

Dear Sinnamate,

SubhanAllah, akhir-akhir ini agenda dalam bekerja sedang memuncak ritme nya. Menjelang akhir tahun, layaknya sebuah lomba marathon banyak target-target yang dikejar layaknya sprint menuju garis finish. Saya sebagai salah seorang individu ataupun menjadi bagian dari sebuah team hanya mampu terombang-ambing dalam setiap arah angin system yang ada di kantor yang akan mengejar entah kemana target-target dari pimpinan muncul. Bagi saya sebenarnya tidak masalah, karena ini adalah bagian dari pengabdian dan profesionalisme yang telah dijanjikan sejak hari pertama saya menginjakan kaki di tempat kerja.

Lelah dan bingung, tentunya kadang muncul karena kurang ilmu dan pengalaman yang membuat bebreapa langkah menjadi sedikit berat. Apalagi ketika dibenturkan dengan tanggung jawab, biasanya otak dan perasaan berkecamuk. Saya pernah dengar seseorang menyebutkan sebuah teori bahwa ketika diri manusia berkecamuk antara iya dan tidak, baik atau buruk, berani atau takut ketika akan melakukan sesuatu, maka kecenderungannya seseorang justru akan menjadi diam tidak melakukan apapun. Mungkin kalau dalam Bahasa computer , kita mengenal istilah Hang up.


Jumat, 09 November 2018

Muhasabah Jilid kesekian

Dear Sinnamate,

Saya berencana untuk memperbaiki hal-hal yang tidak baik yang saya miliki. Saya ingin membawa kembali masa-masa ketika saya mampu mendapatkan hal baik dan luar biasa di masa lalu. Saya ingin menikmati, mensyukuri dan meningkatkan kualitas kehidupan yang sedang saya alami.Mudah-mudahan niat baik ini diridhai oleh Allah SWT dan disupport oleh seluruh alam semesta. Amin..

Best Regards,
Sabtu, 29 September 2018

New Life...

Dear Sinnamate

Saya akan menceritakan kehidupan baru saya…

Rabu, 04 Juli 2018

Konsistensi

Dear Sinnamate,

Kelemahan yang ditemui oleh sebagian besar manusia yang sedang berproses adalah konsisten....

Konsisten untuk terus melangkah, walaupun segala rintangan dan kegagalan menghadang,,,
Konsisten untuk terus bertindak, walaupun hasil yang didapat belum seperti yang diinginkan,,,
Konsisten untuk terus berdoa dan berharap, walaupun keajaiban tidak datang dalam  sekejapan mata
Disinilah kita dari awal diuji,,, bukan dari titik mana atau seberapa beruforia kita terhadap memulai sesuatu,,,

tapi....

Seberapa konsistenkah, kita akan terus menjalakannya....

Best Regards,
Minggu, 21 Januari 2018

2018





Dear 2018,, Welcome to my life…
I don’t know sure about future,…
But I Believe you will better,,
Regards.
Sabtu, 09 Desember 2017

Adaptasi

Dear Sinnamate,

Kita tidak bisa memaksakan lingkungan di sekitar kita harus sesuai dengan harapan, karena kenyataan dari semuanya kadang justru berlawanan. Maka yang harus kita lakukan adalah mampu beradaptasi dengan segala kemungkinan.

best regards,